
Bab 8
"Apa benar kau Audrey?" tanya Daren yang linglung melihat apa yang terjadi di depan matanya.
Dia seakan tidak percaya apa yang telah di lihatnya. Bagaimana bisa, Audrey yang di kenalnya adalah pribadi yang pendiam, polos dan satu lagi, yang dia tahu Audrey tidak bisa bela diri.
Tapi apa yang dia lihat sekarang. Audrey sangat pandai bela diri, dan begitu mudahnya dia membabat habis lawannya tak tersisa satu nyawa pun.
"Ya Audrey lah tuan, masak mak mak komplek sebelah si tuan. Ada ada saja si tuan, tanya seperti itu." Jawab Audrey ngebanyol. Dan lagi lagi membuat Daren dan Keynan menganga tak percaya tentang jawaban Audrey.
Dalam benak mereka apa Audrey ke sambet setan jalan ya kok jadi aneh seperti itu. Tidak seperti Audrey yang biasanya.
"Dari mana kamu, mau menjelang malam kok masih keluyuran di luar rumah." Kata Daren yang tidak menanggapi ucapan Audrey, tapi malah bertanya Audrey dari mana.
"Oh ini saya baru pulang kerja tuan. Kan tadi bantu tuan makanya ini masih di luar." Jawab Audrey menjelaskan kepada Daren.
Daren melihat dari baju yang di pakai Audrey adalah baju seragam office girl di perusahaannya. "Jadi dia bekerja di perusahaan ku." Batin Daren saat melihat baju yang di pakai Audrey.
"Ya sudah ayo pulang." Kata Daren mengajak pulang.
"Baik tuan." Jawab Kenan, dan langsung mempersilahkan tuannya untuk masuk ke dalam mobil. "Mari Nyo…eh Audrey silahkan masuk juga." Lanjut Kenan mempersilahkan Audrey dan membuka pintu samping penumpang sebelah Daren.
Tapi Audrey malah membuka pintu penumpang depan samping sopir. "Aku di sini saja Nan. Tidak pantas untuk duduk si samping tuan Daren." Jawab Audrey sungkan untuk duduk di samping Daren.
"Siapa juga yang mau duduk sama orang udik seperti kamu! pd sekali." Ketus Daren tidak terima Audrey mengacuhkan nya dan tidak mau duduk di sampingnya.
Di dalam mobil Daren pun bertanya kepada Keynan tentang apa yang terjadi barusan. Keynan yang duduk di samping Daren pun menjelaskan semua yang dia tahu.
"Siapa mereka Keynan, dan mengapa mereka ingin melenyapkan aku? " tanya Daren ke Keynan.
__ADS_1
"Sepertinya ada seseorang yang menginginkan nyawa tuan. Dan orang itu tidak segan segan menyewa pembunuh bayaran tuan.……" Jawab Keynan serius menanggapi pertanyaan Daren.
"Dan tepatnya meraka adalah mafia." Potong Audrey memberitahu mereka siapa yang menyerang tadi.
"MAFIA." Kaget Daren dan Keynan kompak berteriak.
"Ya, tepatnya adalah mafia black skull. " Jawab Audrey santai.
" Black skull. " Kata Daren kaget mendengar nama itu. Karena Mafia black skull lah yang merenggut kedua orang tua Daren. Maka dari itu Daren sangat benci yang namanya Mafia black skull. Daren ingin membalas dendam kepada mafia black skull, tapi Daren masih ingin mengumpulkan banyak orang untuk menyerang Mafia black skull.
"Dari mana kau tahu akan mereka." Tanya Daren kepada Audrey, bagaimana bisa Audrey yang dikenalnya bisa tau tentang Mafia.
"Dari tato yang ada di leher mereka, setiap anggota dari black skull pasti mempunyai tato kepala tengkorak di leher bagian belakang mereka. Dan dari mana saya tau, tuan di perlu mengetahuinya." Jawab Audrey menjelaskan kepada Daren.
****
Daren dan Keynan juga terlihat turun dari mobil. "Nan ikut aku ke ruang kerjaku sekarang." Perintah Daren kepada Keynan.
"Baik tuan." Jawab Keynan sopan.
Para pelayan yang melihat Audrey turun dari mobil Daren pun keheranan. Kenapa Audrey bisa turun dari mobilnya tuan Daren. Padahal Audrey itu adalah istri dari Daren, jadi sebenarnya hal yang wajar saja. Tapi karena tuannya tidak pernah mengizinkan Audrey menyentuh barangnya apapun itu. Bisik bisik pun terdengar.
"Kenapa si cupu itu bisa naik mobilnya tuan." Bisik-bisik para pelayan tentunya sudah pasti ada si Nina yang kegatelan itu. Dia tidak senang melihat itu semua.
"Awas saja ya ……si cupu kayak lo gak akan bisa dapetin tuan Daren." Geram Nina yang iri pada Audrey.
Sekarang Daren sudah berada di ruang kerjanya. Dia meminta Keynan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jika benar mafia tadi ingin membunuhnya. Lantas suruhan siapa.
"Keynan cari tau siapa yang menyuruh mereka. " Perintah Daren to the poin kepada Keynan.
__ADS_1
"Baiklah bro aku akan cari siapa orang itu." Balas Keynan santai.
"Oh ya Nan, mobil yang di kasih profesor Law apa sudah di kirim." Tanya Daren menanyakan mobil yang di berikan Profesor Law kepada Daren agar bisa menjaganya.
"Tenang bro… Sudah dalam perjalanan mungkin lusa sudah datang." Jawab Keynan memberitahu bahwa mobil yang di berikan Profesor Law sudah dalam perjalanan.
"Bro kenapa profesor Law memberikan mobil itu kepadaku? padahal banyak yang menginginkan mobil itu dengan menawar dengan harga fantastis." Tanya Daren ke Keynan, dia bingung kenapa mobil mewah itu bisa di kasih cuma cuma untuk Daren...
"Dan yang lebih membuat gue bingung. Perkataan beliau yang mengatakan. "Jaga mobil itu sampai pemilik sebenarnya datang, yupi akan tahu pemiliknya akan datang. Jadi kau Daren harus menjaga yupi dengan baik. " kata kata profesor Law sebelum tutup usia. Yang masih terngiang di dalam fikiran Daren.
"Ya benar apa kata lo Ren. Gue juga gx nyangka, mobil itu punya nama. dan namanya pun unik yupi. Kayak permennya anak kecil ha…ha…ha…" balas Keynan dengan tawanya.
"Siapa kira kira pemilik si yupi ya Nan." Tanya Daren bingung.
"Ya mana gue tahu do dol." Jawab Keynan santai. Karena memang sedari dulu sejak kecil, Daren dan Keynan sudah akrab seperti saudara sendiri.
*****
Di tempat lain tepatnya di markas besar black skull. Ketua mereka Aros Vanderson telah mengamuk karena, anak buah yang di suruhnya untuk melenyapkan Daren. Tak kunjung kembali dan memberikan laporan.
"Dimana mereka, kenapa lama sekali apa ada yang menggagalkan mereka." Tanya Aros lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah di usianya.
"Maaf ketua belum ada kabar tentang mereka ketua." Jelas Toro tangan kanan Aros.
"Bagaimana bisa belum ada kabar. Ternyata mereka tidak becus melaksanakan tugas sekecil itu...." Marah Aros. "Toro kamu cari tau apa yang sebenarnya terjadi... Cepat." Lanjutnya.
Perintah Aros kepada Toro untuk myelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa mereka tidak ada kabar apa pun....
Bersambung…………
__ADS_1