
*
*
Setelah tugas mereka selesai, kini Daren membawa Cassandra ke kediaman mereka yang sudah beberapa bulan ini di tinggalkan.
"Simon, Noel, Ramos dan kamu Sulis. Jalankan seperti biasanya, jangan sampai ada yang lengah. Jika ada penghianat di antara kalian, kalian pasti masih ingat kan apa yang harus kalian lakukan. Lagian pasti si Carlos, Duke, Trama dan Yoyo pasti mereka senang dengan para penghianat itu. Masih mengerti kan." Kata Cassandra dengan aura yang mengerikan seperti di tubuh yang dulu.
Glek
Para pimpinan elemen yang di panggil Cassandra pun sampai susah payah menelan salivanya. Mereka ketakutan dengan expresi Cassandra yang seperti itu.
"Baik Ketua." Jawab mereka berempat kompak.
"Dan kamu Trama, perkuat para anak buahmu. Mungkin kita akan sedikit bermain dan jangan sampai lengah, mengerti." Interupsi Cassandra pada Trama untuk memperkuat anak buah mereka.
"Kenapa caranya memimpin sama seperti Ketua Cass yang dulu. Dan dari mana dia tahu nama-nama kami. Siapa sebenarnya Anda Nona Cassandra Audrey William. Kenapa sama seperti Ketua kami Cassandra Wilson Alexander." Gumam Sulis hanya berani dalam hati.
"Baik Ketua." Jawab Trama tegas.
"Heh Sulis kenapa lo bengong, ayo." Tegur Trama pada Sulis yang sedang terbengong.
"Eh.. Ayo." Kaget Sulis.
Daren yang melihat istrinya menyeramkan di depan para anak buahnya. Dia pun merinding di buatnya, jangan sampai dia di jadikan santapan para peliharaan Cassandra.
Cassandra yang telah memberikan tugas pada para anak buahnya. Kini rombongan Cassandra sudah pergi dari markas mereka.
Setelah perjalanan hampir menempuh waktu sekitar 2 jam. Daren dan Riko Cs sudah sampai di mansion Daren. Saat sudah tiba di pelataran mansion. Riko tidak sengaja melihat seseorang yang mempunyai tato kepala tengkorak di belakang lehernya.
"Cass ternyata mereka sudah bergerak ya." Ucap Riko pada Cassandra.
"Y" jawab singkat Cassandra yang sudah mengerti arah pembicaraan mereka.
"Baby, ada apa." Tanya Daren lembut pada istri tercintanya.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa Sayang. Cuma masih banyak kecoa kecilnya, Sayang." Jawab Cassandra santai. Dan ikut masuk kedalam mansion bersama Daren dan yang lainnya.
Riko, Arman, Riska, Angela dan Manuel ikut ke mansion Daren. Mereka akan mengganti pelayan yang mereka curigai termasuk si gatel Nina.
"Silahkan Tuan, minumnya." Ucap Nina memberikan minuman untuk tamu-tamu Daren. Tidak ketinggalan dengan gayanya yang centil dan menggoda.
"Emm" balas Daren datar.
"Wow ternyata di sini juga ada ulet bulu juga ya. Pantesan dari tadi badanku gatel semua." Ujar Angela sambil menggaruk-garuk badanya yang tidak gatal.
"Ya kau benar Gel. Haduh Cass lo punya salep buat pereda gatel nggak. Gue juga gatal-gatal nih." Sambung Riska sama seperti Angela.
"Ihhss dasar maknya ulet bulu beraksi." Kata Kenan dan membuat mereka semua tertawa kecuali Daren yang hanya tersenyum sedikit.
Nina yang sedari tadi masih berada di ruang tamu, dia masih menunggu perintah Daren lagi. Tapi yang di tunggu, malah asik bermanja pada istri tercintanya.
Nina melihat itu pun geram bukan main dan merencanakan sesuatu untuk memisahkan Cassandra dan Daren.
"Awas kau Audrey, aku akan segera menyingkirkan mu dari dunia ini." Monolog Nina dalam hati. Dan tak lupa mengepalkan kedua tangannya.
"Ehem, Eh lo pelayan di sini kan. Kenapa masih berdiri di situ, apa lagi menghayal jadi Nyonya besar." Ketus Angela pada Nina.
"Iya Drey." Jawab Nina dengan angkuhnya.
Brak
sofa singel yang ada di depan Nina mental entah kemana. Karena tendangan Daren yang begitu kuat.
"Beraninya kamu Nina. Dia adalah istriku dan Nyonya besar di mansion ini. Dimana rasa hormatmu, kamu disini aku pekerjakan untuk melayani dan membantu istriku. Jadi hormatilah Nyonya mu." Bentak Daren pada Nina.
"Ampuni saya Tuan, maaf jika Saya telah berbuat salah pada Anda Tuan." Ucap Nina dan bersimpuh pada kaki Daren.
"Jangan minta maaf denganku tapi dengan Istriku." Balas Daren singkat.
Terpaksa Nina menuruti apa kata Daren. Nina pun meminta maaf pada Cassandra, tapi Nina berjanji pada dirinya sendiri. Dia akan segera menyingkirkan Audrey secepatnya.
__ADS_1
"Nyonya, tolong maafkan saya yang telah lancang dan bersalah pada Nyonya. Saya tidak akan melakukan kesalahan lagi pada Nyonya. Tolong maafkan saya Nyonya." Ucap Nina sambil bersimpuh pada kaki Cassandra yang telah duduk di sofa bersama Daren.
Nina yang tau jika Audrey adalah orang yang tidak tegaan, makanya dia memanfaatkan Audrey sebaik mungkin.
"Jangan seperti ini, berdirilah kamu di mataku sama dengan yang lainnya. Dan jangan kamu ulangi lagi belum tentu kamu akan selamat." Balas Cassandra penuh dengan arti.
"Terima kasih Nyonya." Balas Nina dengan senyum smirknya. Nina merasa dia sudah menang dan akan melaksanakan rencananya.
Tapi prediksinya salah, dia tidak tahu nasib kedepannya akan seperti apa. Nina belum tahu siapa lawannya saat ini.
"Manuel telfon Sulis untuk datang dan tolong bawa Yoyo kesini." Suruh Cassandra pada Manuel.
Mereka tahu apa yang akan terjadi jika Sulis membawa Yoyo kesini. Tapi apakah ada tempat untuk Yoyo disini.
"Baik Cass." Manuel pun segera langsung menghubungi Sulis untuk membawa Yoyo ke mansion Daren.
"Baby, siapa si Yoyo itu. Jangan katakan dia adalah peliharaan kamu." Tanya dari pada istrinya.
"Ya Sayang kamu benar Yoyo adalah kucing menggemaskan peliharaan aku dulu." Jawab Cassandra pada suaminya.
"Kucing menggemaskan apaan, menyeramkan ya iya." Gumam Riska yang trauma dengan Yoyo dan masih bisa di dengar oleh Daren.
"Menyeramkan bagaimana Riska." Penasaran Daren.
"Nanti kamu juga tahu Ren." Balas Riska yang malas menjelaskan tentang siapa Yoyo sebenarnya.
"Baby," Sebelum Daren melanjutkan perkataannya, sudah di potong Cassandra.
"Puma" potong Cassandra singkat.
"What" keget Daren.
"Sudah jangan terkejut seperti itu Sayang. Dan kamu Nina kembalilah ke belakang.
"Baik Nyonya." Balas Nina, Nina pun merasa senang dengan ke polosan Audrey. Dia masih berfikir tidak akan terjadi apa-apa.
__ADS_1
Tanpi besok tidak tahu apa yang akan terjadi. Jadi jangan kemana-mana ya staytune di Cinta Mafia Konyol ya.
Bersambung.....