
Arman yang terluka segera di larikan ke rumah sakit oleh Manuel. Beberapa anggota mafioso Cassandra sudah membereskan semua kekacauan yang terjadi di club malam itu.
Sekarang kita beralih pada Audrey, Daren dan kawan-kawan. Saat setelah Manuel mengabarkan jika Robert telah di lumpuhkan.
Audrey memerintahkan Kenan, Riska dan Angela segera memulai aksinya. Dengan bantuan Riko, mereka bertiga bisa masuk ke dalam gedung dimana para sandera dan Erika berada.
Angela dan Riska sudah menyamar menjadi palanyan di gedung itu. Sekarang mereka sudah bergerak menuju dapur untuk mempersiapkan makanan dan minuman.
Sedangkan Kenan sedang mencari dimana para sandera berada. Berbekal dari arahan Riko yang bersembunyi di luar gedung itu.
Riko, Daren dan Audrey memantau gedung itu dari luar. Para anak buah mereka juga telah bersiap menyerang bila sudah di perintahkan.
Kenan yang berbicara dengan Riko lewat airphone. Dia juga telah menempatkan bom-bom rancangan Audrey di tempat yang sudah di beritahu Riko.
Penjagaan di sana sangat ketat, tapi Kenan yang sudah menyamar pun dengan mudahnya meletakkan bom-bom itu.
Penjaga di sana mengira Kenan memang anak baru yang telah di rekrut oleh Erika. Wanita Tuan mereka. Di saat bersamaan, Riska dan Angela melewati Kenan dan memberi kode pada Kenan jika mereka berhasil memberikan obat pada para penjaga.
Tapi sebagian dari mereka sedang berpatroli. Jadi tidak bisa semua orang makan makanan yang di sediakan Riska dan Angela.
Mereka juga harus menyiapkan tenaga agar bisa melawan sisa orang di sana. Audrey, Daren dan Riko yang ada di persembunyian mereka mendapatkan telfon dari Manuel dan mengabarkan jika Arman tertembak Louis dan sekarang Louis kabur ntah kemana.
"Halo"
Halo Drey, Arman tertembak dan sekarang gue mengantarkan Arman ke rumah sakit.
__ADS_1
"Apa lo bilang, Arman tertembak. Bagaimana mana keadaan Arman, apa luka tembaknya parah."
Luka tembak Arman tidak parah, hanya di bagian lengannya saja yang tertembak. Lo nggak usah khawatir ok. Ya udah kalian teruskan misi ini dan hati-hati Louis masih berkeliaran di luar sana.
"Sukurlah Arman tidak apa-apa. Ok kita akan hati-hati dan lo jaga Arman saja tidak usah datang ke sini ok bay."
Audrey pun langsung menutup telfonnya sepihak. Lagi-lagi seperti itu, sudah kebiasaan Cassandra dari dulu jika bertelfonan sama geng mereka memang seperti itu.
Daren yang sejak tadi mendengarkan Audrey bertelfonan bersama Manuel dia pun penasaran. Tadi Audrey bilang Arman tertembak, bagaimana bisa Arman tertembak. Apa yang sebenarnya terjadi sekarang.
"Sayang, Arman kenapa? apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Daren yang penasaran.
"Arman tertembak Louis saat pertempuran terjadi. Tapi luka Arman tidak terlalu parah, dia hanya tertembak di bagian tangannya saja." Terang Audrey pada Daren.
Di saat Daren dan Audrey berbicara, tiba-tiba ada mobil yang masuk dengan kecepatan tinggi. Ya mobil itu adalah mobil yang tadi di pakai Louis untuk pergi ke club malam.
Ckiiiit.
Bunyi rem mobil yang berhenti mendadak. Dan segera turunlah Louis dengan pakaian yang sudah tidak rapi seperti saat pergi tadi.
Braaak.
Louis menutup pintu dengan sangat keras. Dia segera masuk dalam gedung dan mencari dimana Erika berada.
"Erika, Sayang dimana kamu." Teriak Louis mencari Erika.
__ADS_1
"Honey ada apa? kenapa kamu teriak-teriak. Aku nggak tuli ya." Tanya Erika pada Louis.
"Periksa sistem mu dan teliti apakah ada penyusup di sini. Kau tahu apa yang terjadi pada Robert." Perintah Louis pada Erika dan memberikan pertanyaan pada Erika.
"Aku sudah memeriksanya dan tidak ada apa-apa. Ada apa dengan Robert, aku tidak tahu sama sekali." Jawab Erika yang memang tidak tahu apa-apa.
"Robert lumpuh dan ini semua gara-gara orang-orangnya Daren dan Cassandra. Mereka telah membuat Robert si banteng kita lumpuh tak berdaya." Terang Louis.
"Apa? Daren dan orang-orangnya Cassandra. Kok bisa mereka bekerja sama. Oh astaga pasti ada Riko juga. Aku lupa kalau Riko juga ancaman bagi kita. Dia bukan hanya tangan kanan Cassandra, tapi juga mewarisi kehebatan Audrey. Kenapa aku bisa ceroboh seperti ini." Kaget Erika dan segera pergi ke ruangan komputernya.
Mereka berdua segera pergi ke ruangan komputer dan memeriksa sistemnya. dan benar saja sistem yang sudah di perbarui oleh Erika sudah di masuki server lainnya.
"Si***n siapa ba*****n yang beraninya masuk dalam sistem ku dan mengacaukan ini semua. Aaahhrrg." Umpat Erika marah. "Suruh semua mafioso mu untuk bersiap karena ada penyusup di gedung ini.
Sementara di lain tempat tapi masih dalam kawasan gedung ini. Kenan berhasil mengeluarkan para sandera dengan jalan yang sudah di atur Riko. Mereka semua sudah keluar gedung, tapi saat mereka akan sampai tempat penyelamatan.
Tiba-tiba dari arah belakang ada suara tembakan dan benar di sana sudah ada Louis dan anak buahnya yang siap menghadang mereka semua.
"Hai berhenti dan serahkan semua sandera itu. Atau kalian aku tembak semua. Wow siapa ini, ternyata asisten ke sayangnya Daren yang tidak berguna itu. Di mana Bos pecundang mu itu, suruh dia tampakan batang hidungnya ke sini. Aku akan membuat kematiannya sama seperti kedua orang tuanya yang mengenaskan." Ucap Louis yang memprovokasi Daren agar keluar dari persembunyiannya.
Dan benar saja Daren yang dari tadi saat mendengar ucapan Louis sudah mengepalkan kedua tangannya dan marah atas pembantaian kedua orang tuanya.
Audrey dan Riko sudah berusaha untuk menahan emosi Daren tapi apa yang terjadi. Daren tidak bisa di hentikan, dia masih nekat untuk muncul di hadapan Louis.
Bersambung.....
__ADS_1