
Setelah perdebatan dan saling mengejek antara kubu pria dan wanita. Kini mereka sudah berada di meja makan dan akan makan malam sebelum waktunya.
Karena waktu masih menunjukkan jam setengah lima sore waktu setempat. Mereka mengisi amunisi untuk pertempuran nanti malam.
Mereka semua makan dengan tenang dan tidak ada yang bersuara. Karena itu semua salah satu peraturan Daren yang harus di patuhi. Daren tidak suka jika saat makan ada yang berbicara karena itu memang sudah sejak kecil di tanamkan dari mendiang orang tua Daren.
Setelah makan semuanya berkumpul di ruang tengah. Ruangan yang di dominasi tatanan khas Eropa yang sangat indah dan menenangkan.
Di saat semuanya mendiskusikan bagaimana nanti mereka masuk ke dalam gedung itu. Tiba-tiba Angela berteriak histeris gara-gara melihat lipstik Manuela cemong gara-gara makan tadi.
Kita disini panggil Manuel jadi Manuela karena dia sudah berubah menjadi manis manja.
"Oh Mbooooeeee. Astaga ni monyong kok cemong amat ya." Teriak Angela yang kumat gara-gara melihat lipstik Manuela cemong.
Angela yang langsung meraih tisu dan merapikan mulut Manuela dengan agak kasar dan membuat Manuel syok dan geram dengan Angela.
"Eh cewek jadi jadian sakit tau kasar amat jadi cewek." Geram Manuel pada Angela.
"Masak si cantik. He he he" balas Angela cengengesan.
Daren, Audrey, Kenan, Riko, Arman dan Riska pun kaget dengan teriakan Angela. Dan berfikir ada sesuatu yang penting. tapi nyatanya apa ini, hanya gara-gara lipstik cemong aja gaduhnya naudzubillah dasar Angela somplak.
Ternyata jika mereka di satukan semuanya memang sama-sama somplak ya. He he he he. Konyol sekali mereka ya gays.
"Dasar pe'a lo La. Kirain ada apa ternyata cuma gara-gara cemong, haduuuuh" ucap Audrey sambil menghela nafas gara-gara kelakuan absurd Angela yang tidak bisa hilang.
Inilah kelebihan dan kekurangan masing-masing dari sahabat dan rekan Audrey yang sesungguhnya. Mereka bisa menempatkan diri dalam berbagai hal.
jika serius ya akan serius, jika kocak ya kocak. Tapi ya terkadang kalau satu udah konslet seperti Angela ya bakal ramai kayak pasar. Itulah mereka yang selalu solit dalam semua hal.
__ADS_1
Solidaritas mereka sangat tinggi, makanya kemarin saat mereka kehilangan Cassandra untuk selamanya. Mereka sangat terpuruk dan sulit untuk bangkit.
Tapi mereka masih berfikir jika mereka terpuruk semua, bagaimana nanti semua usaha yang sudah di bangun susah payah Audrey jika mereka tidak bangkit. Pasti akan hancur tidak tersisa.
Maka dari itu mereka semua bangkit dan optimis untuk memulai hidup yang lebih baik lagi.
"He he he sorry Drey. Ngagetin semuanya ya, maaf ya semuanya. Abisnya sih tu ngeliat monyongnya kagak tahan gue, cemong amat." Balas Angela cengengesan.
"Kagak tahan cemongnya apa bibirnya." Ledek Riko yang memang tahu kalau Angela suka Manuel sejak lama. Tapi cuma cinta dalam diam.
Mereka semua melanjutkan diskusi untuk penyerangan malam ini. Di rencanakan dengan matang agar tidak gagal di jalan.
****
Saat ini di kubu musuh.
"Sayang ada apa?" tanya Louis pada Erika.
"Jangan pergi, disini saja Sayang temani aku." Pinta Erik manja.
"Aku harus pergi Sayang. Kalau tidak Robert akan memakan semua sandera di jadikan nya mangsanya. Aku tidak mau itu terjadi sebelum Daren berada di genggamanku. Mati mengenaskan seperti kedua orang tuanya." Balas Louis menyakinkan Erika agar melepaskan dia untuk pergi.
Padahal itu adalah dalih Louis agar bisa keluar dari Macan betinanya. Sebenarnya dia sudah bosan dengan Erika, tapi mau gimana lagi dia masih membutuhkan otak cerdik Erika dan kemampuannya.
Dia pun tidak akan perduli jika Robert merusak semua mental para sandera. Tapi sekarang dia memang butuh keluar untuk menuntaskan ha***nya yang sudah dua hari tidak bisa di salurkan karena Erika lagi kedatangan tamu bulanannya.
"Itu bukan urusan mu kan Sayang. Jadi tetaplah di sini bersamaku ok." Kekeh Erika tidak ingin di tinggal oleh Louis.
Ada perasaan yang tidak enak, ntah apa yang akan terjadi malam ini. Dia pun akan menambah penjaga dan memperketat keamanan sistemnya.
__ADS_1
"Maaf tapi aku tidak bisa menemanimu di sini. Aku harus pergi Sayang, jadi biarkan aku pergi." Ucap Louis tegas tidak bisa terbantahkan.
Louis pun segera pergi dan di ikuti oleh Robert di belakangnya. Mereka sudah berada di mobil dan langsung di lajukan Robert ke club langganan mereka.
"Apa ada barang baru" tanya Louis pada Robert.
"Ada bos tapi hanya untuk saya." Balas Robert dengan senyum mesum nya.
"Hisss. Carikan aku wanita yang baru, aku nggak mau tahu. Cepat" perintah Louis dan harus cepat di laksanakan.
"Baik bos, nanti saya akan hubungi Dom untuk memberikan apa yang bos inginkan." Jawab Robert.
"Bagus" ucap Louis.
Kita biarkan dua orang itu dulu dan sekarang kita kembali lagi ketempat Erika.
Erika yang merasa kesal dengan tingkah Louis pun marah bukan main dan menghancurkan barang yang ada di kamarnya.
"Dasar lelaki peyot tak tau diri, tua bangka reseh. Awas ya nanti kalau pulang aku bikin kamu kayak perkedel." Umpat Erika.
"Aku mempunyai firasat yang buruk akan terjadi. So aku harus memperkuat semuanya." Monolog Erika.
Dia pun mengutak-atik laptopnya yang baru. Baru di belikan Louis, tapi laptop itu tidak secanggih Yola. Masih berada di bawah jauhnya Yola.
Tidak akan ada yang bisa menandingi Yola kecuali Audrey menciptakan laptop baru di atasnya Yola.
Semua keamanan sistem sudah di perbarui dan keamanan pun di tambah. Dan ini kesempatan untuk Kenan, Riska dan Angela untuk menyelinap saat para penjaga lengah.
Bersambung....
__ADS_1