
Waktu berjalan dengan sangat cepatnya kini hari sudah berganti menjadi pagi lagi. Dan sekarang waktunya mereka semuanya pergi pulang ke Indonesia.
Daren, Cassandra, Kenan dan Dokter Inggrid sudah berkemas dan sekarang sedang menunggu mobil yang menganggkut mereka ke bandara.
Tak lama berselang, mobil yang akan mengantarkan mereka pun sekarang sudah datang.
Mereka bergegas masuk kedalam mobil. Daren dan Cassandra berada di dalam mobil yang sama. Sedangkan Kenan dan Dokter Inggrid di mobil yang berbeda, mobil ke dua.
Perjalanan dari rumah sakit ke bandara memakan waktu empat puluh lima menit. Di perjalanan, Daren selalu mengelus perut Cassandra. Dia sangat bahagia bisa hidup bersama dengan Cassandra dan sekarang akan di karuniai anak kembar lima.
Hidupnya yang dulu setelah di tinggalkan kedua orang tuanya berantakan. Tidak bahagia, selalu melampiaskan dengan kekejamannya. Tidak pandang bulu terhadap siapapun.
"Sayang terima kasih telah datang dalam hidupku, kamu dan Audrey telah banyak merubahku. Tak ku pungkiri, aku telah berbuat salah pada Audrey. Aku menyesal telah menyakitinya, maafkan aku, maafkan aku Baby." Ucap Daren penuh dengan penyesalan.
"Sayang jangan seperti itu, kami sudah memaafkan mu. Audrey sudah berbahagia di sana. Mari kita mulai lagi semua dari awal. Biarkan masa lalu menjadi pembelajaran bagi kita. Untuk tidak menyia-nyiakan orang yang ada di dekat kita dan yang tulus menyayangi kita. Ambil hikmahNya." Balas Cassandra.
"Iya Baby, kita mulai lagi semua dari awal dan belajar dari semuanya." Kata Daren, dia pun segera merangkul badan Cassandra dan memeluknya dengan hangat.
Sementara di dalam mobil yang satunya. Kenan dan Dokter Inggrid hanya berdiam diri. Tak ada pembicara apapun yang ada hanya keheningan yang melanda di dalam mobil itu.
Kenan yang hampir sama seperti Daren, kecuali bermain banyak wanita. Dia yang kaku, dingin dan terkadang sikap kejamnya juga tak pandang bulu.
Dokter Inggrid, dia adalah tipikal orang yang suka dengan kecerian, diam seperti ini membuat dia seakan kebakaran jenggot. Rasanya ingin berteriak sangat keras.
Tapi saat melihat sorot mata tajam dari Kenan, dia pun menciut nyalinya. Jadi diam adalah jalan yang terbaik.
Tak terasa waktu empat puluh lima menit berlalu begitu saja bagi Daren dan Cassandra. Tapi berbeda bagi Dokter Inggrid yang rasanya ingin langsung menghilang saja sampai bandara.
Sesampainya mereka di bandara, mereka berempat bertemu dengan Riko Cs. Mereka semua langsung pergi ke area private jet.
Pilot dan pramugari menyambut kedatangan Tuanya.
"Selamat datang Tuan, semua sudah siap. Kita berangkat sekarang Tuan." Sambut pilot Luke dan pramugari serta co pilot.
"Ya baiklah, ayo berangkat." Ujar Daren.
__ADS_1
"Baik Tuan." Balas pilot Luke.
Mereka sekarang sudah berada di dalam privat jet milik Daren. Saat ini pesawat privat jet sudah mengudara menuju Indonesia.
Daren yang menghawatirkan Cassandra yang terlihat sedikit kelelahan pun menyuruh Cassandra untuk beristirahat di dalam kamar yang ada di pesawat privat jet itu.
"Baby istirahat di kamar ya. Kamu terlihat pucat dan kelelahan. Kamu baik-baik saja kan Sayang. Apa yang kamu keluhkan, katakan saja ya." Ujar Daren penuh kelembutan.
"Ya Sayang, kita istirahat dulu. Aku merasa pusing dan mual." Balas Cassandra dan bersandar di dada bidang Daren. Ntah kenapa tiba-tiba dia merasa lemas dan tidak bertenaga.
Daren yang melihat istrinya lemas tidak berdaya pun agak sedikit panik dan memanggil Dokter Inggrid yang duduk di belakang bersama Angela.
"Dokter Inggrid tolong kemari. Istriku lemas, pusing dan mual." Teriak Daren memanggil Dokter Inggrid.
Semua orang yang melihat Daren panik pun segera melihat apa yang terjadi.
Dokter Inggrid langsung menghampiri Daren dan Cassandra. Dia melihat Cassandra yang lemas pun segera mengambil tindakan.
"Tuan apa di pesawat ini ada kamarnya. Tolong bawa Nyonya ke sana, saya akan memeriksanya." Kata Dokter Inggrid bertanya pada Daren.
"Ren ada apa dengan Cass. Kenapa wajahnya pucat sekali." Tanya Riko khawatir.
"Aku nggak tau Ko. Biar di periksa dulu oleh Dokter Inggrid." Balas Daren tak kalah panik.
Daren meletakkan Cassandra dengan perlahan di ranjang kamar itu. Dokter Inggrid pun langsung memeriksanya.
Ini adalah kehamilan yang pertama bagi Cassandra. Dan di kehamilan ini, dia langsung mengandung lima anak. Tidak hanya satu tapi lima.
"Nyonya hanya kelelahan, pusing dan mualnya itu hal biasa bagi ibu hamil muda. Ini obat pereda mual dan pusing di minum dulu ya Nyonya." Ujar Dokter Inggrid memberikan obat untuk Cassandra. "Kalau begitu saya pamit undur diri dulu." Lanjut Dokter Inggrid dan pamit undur diri.
"Terima kasih ya Dokter." Ucap Cassandra lirih.
"Sama-sama Nyonya." Balas Dokter Inggrid.
Setelah Dokter Inggrid keluar kamar Cassandra. Daren yang sejak tadi selalu ada di samping Cassandra. Dia tidak Ingin meninggalkan istrinya sendiri.
__ADS_1
"Baby istirahatlah, aku akan menemanimu disini." Ujar Daren membelai rambut Cassandra.
"Sayang peluk." Manja Cassandra.
Daren yang melihat istrinya manja seperti itu pun sangat senang. Dia merasa bahwa Cassandra memang membutuhkan dia agar selalu di sampingnya dan mendampinginya.
"Iya Baby, sini. Cup." Daren pun segera tidur di sebelah Cassandra dan meletakkan tangan kekarnya sebagai bantal dan segera memeluk tubuh Cassandra.
Perasaan nyaman yang di rasakan Cassandra saat berada di pelukan suami tercinta. Pusing dan mual yang tadi melanda pun sudah mulai berkurang.
Mereka berdua pun segera hanyut dalam mimpi indah berdua. Riko dan kawan-kawan yang melihat Dokter Inggrid sudah kembali pun segera bertanya tentang keadaan Cassandra.
"Bagaimana keadaan Cass Dokter." Tanya Riko pada Inggrid.
"Nyonya Cassandra baik-baik saja Tuan.
Hanya mual dan pusing. Itu adalah hal yang wajar untuk bumil muda. Jadi kalian semua jangan terlalu khawatir. Dan maaf jika kita tidak di rumah sakit tolong panggil saya Inggrid saja. Jangan ada embel-embel Dokter segala." Kata Inggrid yang ingin lebih dekat dengan para sahabat Cassandra.
"Ya baiklah Inggrid."Jawab Riko singkat.
Tak terasa tiga belas jam sudah mereka terbang mengudara dari Jerman menuju Indonesia. Kini pesawat sudah mendarat dengan selamat.
Mereka semua sudah keluar dari pesawat dan menuju ke pintu keluar Bandara. Di pintu keluar Bandara sudah banyak wartawan yang menunggu kedatangan Daren.
Wartawan tau kedatangan Daren karena Liora yang membocorkan kedatangan Daren dari Jerman. Karena mata-mata yang berada di rumah Daren yang memberitahu Liora tentang Tuannya yang akan pulang dari Jerman.
Saat rombongan Daren keluar dari pintu Bandara. Para wartawan pun segera mendekati Daren dan rombongan. Mereka semua bertanya-tanya siapa wanita cantik yang di gandeng mesra oleh Daren.
Bukannya Daren akan menikah dengan Liora dan siapa wanita cantik itu. Riko, Arman, Kenan dan Manuel segera berubah jadi bodyguard untuk melindungi Cassandra dari para wartawan.
Bersambung.......
Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan komentarnya.
Makasih buat semua para Riders setiaku yang salalu memberikan dukungannya.
__ADS_1