
*
*
Setelah ketegangan yang terjadi, kini Daren dan Cassandra sedang berada di dalam lift yang menuju ke ruangan Daren di lantai 23.
Luna yang melihat Daren membawa seorang wanita cantik yang elegan dan perut yang membuncit. Dia tidak habis pikir, kenapa Bosnya membawa wanita hamil dan perlakuannya sangat lembut.
Tidak Daren yang seperti biasanya, terlihat angkuh, sombong, dingin dan kejam. Sekarang yang Luna lihat adalah Daren yang penyayang dan sangat protek sama wanita yang ada di sampingnya.
"Siapakah wanita itu, kenapa Tuan Daren sangat melindungi dan menyayanginya. Apakah dia Nona Cassandra yang di bilang Kenita itu. Siapakah sebenarnya Nona Cassandra." Monolog Luna yang hanya berani di dalam hatinya.
Daren mendekat ke Luna dan berkata. "Lun bawakan saya teh madu untuk istri saya."
Setelah memerintahkan Luna, Daren dan Cassandra masuk ke ruangannya tanpa memperdulikan Luna yang terbengong. Luna yang mendengar Daren berucap seperti itu pun dia sangat syok dan melamun.
"A Apa?, istri bos. Gilaaa anying, bos udah punya bini. Kasian tuh si Lusita, gagal jadi Nyonya besar Alvaro. Ha ha ha" ucap Luna kaget dan merasa bahagia jika si Lusita gagal jadi Nyonya besar Alvaro.
Luna memang tidak mengetahui jika Cassandra dulu pernah jadi Og di tempatnya bekerja. Karena Luna yang super sibuk jadi dia tidak pernah bertemu dengan Cassandra saat masih menjadi office girl.
Dan untuk Lusita adalah seorang manager produksi yang naksir sama Daren dan ingin menjadi istri dari Daren. Luna tidak menyukai Lusita karena Lusita yang dandanannya bak model internasional dan sangat angkuh dan sombongnya minta ampun.
Luna yang tersadar dari keterkejutannya pun segera membuat teh madu untuk istri dari Bos besarnya. Dia tidak ingin kena marah sama Daren, karena kalau lagi marah kayak singa yang mau ngunyah tulang.
Di dalam ruangan Daren.
"Baby kenapa kamu tidak memberitahu aku jika kamu datang." Tanya Daren yang khawatir pada istrinya.
"Sayang kalau aku kasih tau, berarti nggak jadi surprise dong." Jawab Cassandra manja pada Daren.
"Aku kan mau kasih kamu surprise, aku mau ajak kamu jalan-jalan hari ini. Apa kamu sibuk Sayang?" lanjut Cassandra lagi.
__ADS_1
"Walaupun aku sibuk tapi kamu adalah prioritas utama aku Sayang. Jadi kapan kita jalan-jalannya." Balas Daren pada Cassandra.
Sebelum Cassandra membalas ucapan Daren. Terdengar suara ketukan pintu, dan suara seseorang meminta izin untuk masuk.
Tok tok tok.
"Maaf Tuan, bolehkah saya masuk Tuan." Suara Luna yang meminta izin untuk masuk.
"Masuk saja" balas Daren dari dalam.
"Permisi Nyonya, ini teh madu untuk Nyonya." Ucap Luna sopan pada Cassandra.
"Oh iya, makasih ya." Cassandra menerima teh madu dari Luna.
"Nama kamu siapa. Kamu sekertaris suami saya ya. Kenalin aku Cassandra istrinya Daren." Lanjut Cassandra bertanya pada Luna dan berkenalan dengan Luna.
"Nama saya Luna Iswari panggil saja Luna Nyonya. Salam kenal Nyonya." Balas Luna sungkan. Luna tidak menyangka jika istri dari Bosnya sangat ramah dan tidak sombong.
Luna semakin kagum dengan Nyonya besarnya. Sungguh tidak di sangka jodoh Tuanya adalah sosok wanita yang baik.
Tidak seperti wanita yang sering datang dengan perilaku Nyonya besar yang sombong. Sosok Cassandra sangat berbeda, Luna sangat menyukainya.
"Tapi maaf Nyonya saya tidak bisa, karena itu sangat tidak sopan. Anda adalah istri dari bos saya jadi saya tidak pantas memanggil nama Nyonya sembarangan." Balas Luna dan melirik Daren yang bersikap biasa saja.
Karena bagi Daren yang terpenting adalah istrinya nyaman. Jika Cassandra menginginkan Luna memanggilnya dengan sebutan nama saja. Itu tidak akan jadi masalah, yang penting Cassandra bahagia.
"Sudahlah Lun turuti apa kata istriku panggil namanya saja aku tidak apa-apa. Yang terpenting hormati dia." Kata Daren datar.
Luna yang memikirkan itu pun mengiyakan apa permintaan sang Nyonya. "Baiklah Tuan, kalau aku panggil Nona saja boleh. Oh ya atau kakak, ya kakak saja boleh kan." Balas Luna semangat.
"Ok, Panggil aku kakak ya Lun." Bukan Daren yang menjawab tapi Cassandra yang girang dengan panggilan itu.
__ADS_1
"Baik nyo....eh kakak." Sambung Luna.
"Ya Uda Lun, sekarang kamu keluar. Aku mau pergi sama istriku." Kata Daren dan ingin mengajak Cassandra jalan-jalan ke mall.
"Maaf Tuan, bukan saya melarang anda. Tapi sekarang kita ada meeting dengan klien dan bagian produksi. Karena klien kita datang dari Paris Tuan, Tuan Hilton Madawa Abimana tidak suka dengan janji palsu. Jadi maaf jika saya lancang, tapi meeting ini sangat penting Tuan." Ucap Luna mengingatkan perkataan Daren yang ingin pergi.
"Astaga Baby, aku lupa. Bila Tuan Hilton Abimana datang hari ini dan memang kami akan membahas kontrak yang sudah di sepakati." Ujar Daren yang baru ingat akan pertemuan itu.
"Maaf, jalan-jalan kita undur dulu ya Baby. Jangan marah ya." Lanjut Daren dan mencium kening Cassandra hangat.
"Ya Sayang tidak apa-apa, aku akan tunggu di kamar rahasia mu." Balas Cassandra tersenyum hangat. Dan membuat Daren terasa sangat bahagia dan tambah cintanya dengan wanita yang pengertian kepadanya.
"Oh ya Sayang tadi siapa klien kamu" Tanya Cassandra yang samar mendengar nama klien Daren.
"Tuan Hilton Madawa Abimana beliau adalah klien dari Paris. Orangnya sangat perfek, jadi harus berhati-hati dengan beliau." Jawab Daren menjelaskan siapa itu Tuan Hilton Abimana.
"Jadi Paman bekerja sama dengan Daren. Wah beliau akan mengenaliku sama seperti para sahabatku nggak ya." Monolog Cassandra dalam hati.
Hilton Madawa Abimana adalah paman Cassandra dari Mamanya, Hilton Madawa Abimana adalah adik dari Casia Abimana.
Hilton datang ke Indonesia selain untuk bekerja sama dengan Daren, beliau juga ingin berkunjung ke makam keponakannya yang ada di Indonesia. Sudah hampir setahun setelah kematian Cassandra, Hilton belum mengunjungi makam Cassandra lagi.
Kini beliau datang, akankah beliau mengenali jiwa Cassandra yang berada di tubuh lain. Paman Hilton datang ke Indonesia pasti ada maksud lainnya di balik kedatangannya.
"Oh klien kamu dari Paris ya. Ya sudah sana cepetan jangan sampai beliau menunggumu Sayang. Tenang saja aku akan baik-baik saja di sini Sayang, aku mau tidur." Kata Cassandra dan langsung pergi ke kamar yang ada di ruangan Daren.
Daren yang melihat menggemaskan Cassandra, sangat tidak tahan ingin menyusul Cassandra. Tapi Dia tidak mau membuat Tuan Hilton marah dan membatalkan kontrak mereka. Bisa jadi runyam natinya.
Daren pun segera ke ruangan rapat dan menunggu kedatangan Tuan Hilton Madawa Abimana. Sebelum beliau datang, lebih baik Daren lah yang menunggunya.
Bersambung.....
__ADS_1