
"Ha ha ha kalian lucu sekali sih. Ulu ulu ih gemes tau nggak." Cubit gemas wanita yang sedang bermain bersama lima anak yang mempunyai wajah sama.
Lima anak kembar, empat tampan dan satu cantik. Mereka berlima sedang bermain bersama dengan wanita cantik berambut panjang.
"Sakit tau Mom, Mark udah basar jadi jangan cubit-cubit pipi Mark lagi Mom." Ucap anak kecil itu yang bernama Mark. Yang kesal karena masih sering di cubit gemas oleh Mommynya.
"Abisnya sayangnya Mommy satu ini gemesin." Balas sang Mommy.
Saat mereka bermain tiba-tiba saja wanita itu mendengar suara yang sangat familiar. Yang terus berbicara padanya.
"Sayang bangunlah, kau tahu Sayang. Kita akan menjadi orang tua, kita akan punya anak Sayang. Tidak hanya satu, tapi kau tahu berapa Sayang. Lima Sayang, anak kita ada lima. Jadi bangunlah untuk mereka Sayang. "
"Daren kaukah itu. Aku merindukan mu Sayang." Ucap Cassandra sendu. Ya wanita yang sedang bersama ke lima anak kembar itu tak lain lagi adalah Cassandra.
Dari belakang ada seorang wanita cantik yang menepuk pundak Cassandra. Mereka saling pandang dan tersenyum. Wanita yang tak lain adalah Audrey yang asli.
"Saatnya kamu kembali ke suami dan orang-orang yang menyanyangimu dengan tulus. Tempatmu bukan disini dan mereka akan ikut bersamamu jagalah mereka dan sayangi mereka. Terima kasih kamu telah merubah Daren lebih baik dari yang dulu." Kata Audrey pada Cassandra.
"Tapi Daren suamimu bukan suamiku dan yang seharusnya kembali adalah kamu Drey bukan aku. Daren pasti akan marah jika dia tahu yang selama ini bersamanya adalah aku bukan dirimu. Jadi kamu yang harus kembali." Balas Cassandra.
"Yang di cintai Daren adalah kamu Cass bukan aku, jadi bawalah ke lima anak mu. Daddy mereka menunggumu dan anak-anak. Aku di sini sudah bahagia jadi pergilah." Ucap Audrey menyuruh Cassandra kembali.
Cassandra pun mengangguk dan memeluk Audrey untuk terakhir kali.
"Maaf, aku pergi bersama anak-anak." Kata Cassandra.
__ADS_1
"Bawalah dan berbahagialah." Balas Audrey.
Cahaya putih bersinar sangat terang, tiba-tiba Cassandra dan ke lima anak-anak itu tertarik cahaya putih itu.
*****
Di kamar VVIP tempat Audrey di rawat sedang heboh karena di saat Daren yang sedang berbicara pada istrinya yang terbaring lemah. Tiba-tiba saja tangan Audrey bergerak-gerak.
Jemari yang terlihat putih pucat itu pun perlahan-lahan bergerak-gerak. Dan kelopak mata Audrey perlahan sedikit demi sedikit mulai membuka matanya.
Daren yang melihat itupun segera memanggil Dokter dengan alat yang berada di sebelah ranjang Audrey.
Para sahabat yang masih setia menemani Daren pun di buat panik Daren yang tiba-tiba memanggil Dokter.
"Ren ada apa, kenapa kamu panggil Dokter." Tanya Riko panik.
"Sayang, kamu kembali sayang. Bangunlah Sayang, aku merindukanmu jangan pernah pergi dariku." Ucap Daren bahagia.
Perlahan-lahan Audrey membuka kedua kelopak matanya. Pertama kali yang dia lihat adalah suami tercintanya, berbeda saat dulu dia bangun dari komanya. Hanya ada asisten rumah tangga saja. Tapi sekarang sangat berbeda, karena suaminya selalu menjaganya.
Tidak pernah meninggalkannya keluar ruangan sekali pun. Audrey menatap suaminya yang terlihat kurus. Beruntung tadi Daren sudah membersihkan bulu-bulu di wajahnya.
Jadi Audrey masih bisa mengenalinya. Daren yang di tatap Audrey dengan penuh cinta pun tak dapat membendung air matanya.
Audrey yang masih lemah segera menghapus air mata Daren. "Sayang jangan menangis nanti jelek loh." Kata Audrey lemah dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari Daren.
__ADS_1
"Sayang jangan lagi kamu seperti ini, aku tidak sanggup jangan pernah pergi dariku." Ucap Daren yang masih memeluk Audrey dan hanya di angguki Audrey.
Audrey mengingat kelima anak-anaknya, dimana mereka sekarang dan masih kah mengenal Audrey.
Di saat Audrey melamun Daren pun segera bertanya. "Sayang kamu kenapa kok melamun. Eh ya Sayang, aku punya kabar bahagia di keluarga kecil kita. Kamu hamil Sayang, tidak hanya satu tapi lima sekali gus. Anak kita lima Sayang." Ucap Daren antusias menceritakan tentang kehamilan Audrey.
"Apa... Benarkah Sayang, aku hamil anak kita. Apa kau bilang tadi lima sayang, aku hamil kembar lima." Kaget Audrey saat mendengar dia hamil kembar lima. Jangan-jangan ke lima anak yang bersamanya adalah anak-anak yang di kandunya sekarang.
Audrey sangat bahagia, dia pun mengelus perut rampingnya yang agak membuncit sedikit. Para sahabat pun mendekati Audrey yang sedang merasa bahagia.
"Hai... Mentang-mentang lagi bahagia lupa deh ama kita. Payah lo Drey, udah ya sekarang jangan suka tidur terlalu lama. Kasihan tuh beruang kutub lo, nggak mau ngurus diri sendiri. Berantakan nggak enak di lihat. Ha ha ha ha" ucap Riska yang di cuekin Audrey.
"Ha ha ha sorry Ka gue nggak bermaksud cuekin kalian semua. Abisnya gue nggak nyangka gue bisa hamil kembar lima. Gue nggak sabar nunggu mereka lahir. Ingin lihat Daddy mereka di bikin kesel. He he he" balas Audrey semangat.
"Ha ha ha iya ya. Pasti ntar kita semua bakal ikut repot." Timpal Angela dan membayangkan gimana repotnya nanti setelah mereka lahir.
Sedangkan para lelaki sudah bergidik ngeri membayangkan semua itu.
"Ren lo nggak akan ngrepotin kita kan." Tanya Arman to the point.
Tapi mereka semua malah tertawa bersama-sama. Dan di saat mereka semua tertawa bahagia. Pintu kamar terbuka dan masuklah Dokter Jeriko, Dokter Jeriko pun segera mendekati Audrey dan memeriksanya.
"Selamat datang kembali Nyonya Audrey. Ini adalah keajaiban yang harus kita semua syukuri. Kembali pada kita semua yang selalu berdoa pada Tuhan. Apa yang Anda keluhkan dan ada yang terasa sakit Nyonya Audrey." Ucap Dokter Jeriko pada Audrey.
"Alhamdulillah Dokter saya masih di beri kesempatan untuk bersama dengan suami saya dan para sahabat saya. Bagian dada saya sebelah kiri terasa sakit Dok. Berapa lama saya tertidur Dok." Jawab Audrey.
__ADS_1
Bersambung.......