
*
*
Setelah pemeriksaan oleh Dokter Salsa, kini Jojo dan Tatia sudah masuk kembali ke dalam kamar yang ada di kandang mereka. Dokter Salsa menyuruh Tatia agar beristirahat, karena kandungan Tatia agak bermasalah.
Awalnya saat mendengar Cassandra berbicara apa yang di sampaikan Dokter padanya. Bila kandungan Tatia agak bermasalah, jadi Tatia harus beristirahat dengan baik.
Jojo pun mengerti dan mengajak Tatia untuk beristirahat di kamar mereka. Cassandra membuat kandang mereka layaknya seperti apartemen tapi berteralis besi. Karena Cassandra tau kalau Jojo dan Tatia bukanlah beruang madu biasa.
Kini Cassandra dan Daren sudah keluar dari kandang Jojo dan Tatia. Di saat Cassandra sudah berada di luar kandang, Simon beserta anak buah yang lainnya. Tunduk dan meminta maaf pada Cassandra.
"Ketua, maafkan saya yang sudah lancang tidak mengenali tuannya." Ucap Simon yang merasa bersalah pada Cassandra.
"Tidak apa-apa Sim, jangan sungkan. Dan tolong suruh elemen tanah untuk mengeksekusi tawanan." Perintah Cassandra pada Simon.
Simon yang mendengar jika Ketua barunya memanggilnya Sim, dia seakan teringat dengan Cassandra Ketua baik hatinya dulu. Cassandra dulu sering memanggilnya Sim Sim.
"Baik Ketua, siap laksanakan." Jawab Simon tegas.
"Udahlah Sim, jangan kayak Pak Ten lo ya." Ujar Cassandra.
Lagi-lagi Simon pun seakan tak percaya, siapakah wanita yang ada di depannya. Kenapa mirip banget dengan ketuanya yang dulu.
"Hah" Kaget Simon yang tidak percaya dengan ucapan Cassandra yang mirip dengan bosnya yang dulu.
"Hah heh hah heh. Cepetan sono lo kerjain ucapan gue tadi." Ujar Cassandra dengan gaya santainya dan lagi-lagi membuat Simon dan para anak buahnya terkejut seakan melihat Cassandra bos mereka yang dulu bersama mereka sekarang.
"Ya ya baiklah Ketua." Ujar Simon dan melenggang pergi. Tapi sebelum pergi Cassandra menghentikannya.
"Jangan panggil aku Ketua panggil Cass saja." Ujar Cassandra pada Simon.
"Hah, baiklah ke.. Eh Cass. He he." Balas Simon dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Simon dan para pimpinan elemen lainnya segera pergi melaksanakan tugas mereka masing-masing. Sekarang para anak buah Cassandra sudah mengganggap bahwa Ketua mereka saat ini adalah ketua Cassandra yang dulu.
__ADS_1
Riko, Arman, Riska, Angela dan Manuel. Dan jangan lupakan Kenan yang masih terbengong saat melihat sahabat baiknya. Siapa lagi kalau bukan Daren, yang dengan tenang berinteraksi dengan dua mahluk berbulu di depannya.
"Gila lo ya Ren, sejak kapan lo jadi pawangnya beruang." Ujar Kenan seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.
"Hais apaan sih lo Nan, lebay amat." Balas Daren ketus. Daren geli dengan expresi Kenan yang lebay menurutnya.
"Ya gila aja kali, seorang yang kejam pada manusia tapi jadi pawang beruang. Ha ha ha." Ledek Kenan pada Daren.
Pletak
Awwww
"Syukurin lo, rasain singanya ngamuk. Ha ha ha" ledek Arman dan mendapatkan bogem di bahunya dari Cassandra.
Bugh
Ahhh
"Ha ha ha ha ha" Tawa Kenan menggelegar. Dan mendapatkan plototan dari Cassandra. Dan tawa itu pun langsung hilang di telan bumi.
Setelah ledekan ledekan yang terjadi antara mereka semua. Kini Cassandra dan yang lainnya pun segera ke tempat penyekapan Egi berada.
Saat mereka masuk ke dalam ruangan penyekapan. Pemandangan yang tidak mengenakan pun terlihat, kondisi miris Egi yang di ikat di kursi.
Tubuh penuh luka dan netra yang masih terpejam. Daren pun mendekat ke Egi, Egi belum sadarkan diri. Daren yang melihat di sampingnya ada meja persegi dan di atasnya ada gelas yang masih ada airnya.
Segera Daren mengambilnya dan menyiramkan pada Egi. Tak butuh waktu lama, Egi langsung terbangun dan langsung mengumpat.
"****, apa-apaan kalian." Umpat Egi geram, tidurnya di ganggu.
"Ha ha ha. Gimana mimpi indahkah kau baj*ngan." Ujar Daren yang geram pada Egi, karena Egi beraninya ingin memiliki Cassandra dengan cara yang licik.
"Dasar lelaki pengecut beraninya memberikan kami obat tidur masal. Biar kamu leluasa untuk menculik istriku. Tapi sungguh usahamu sia-sia, karena kami masih bisa melumpuhkan kecoa kecil. Haha ha" lanjut Daren yang di iringi dengan tawa yang mengejek Egi.
"Kau yang pengecut, beraninya mengikatku seperti ini. Apa kau takut untuk melawanku hah." Sewot Egi yang tidak Terima di perlakuan seperti ini.
__ADS_1
"Cuih, takut pada kecoa seperti mu. Dalam mimpi mu." Balas Daren tak kalah sewot.
"Kalau kau tidak takut dengan ku maka lepaskan ikatan ini dan lawan aku, satu lawan satu." Tantang Egi pada Daren
Cassandra yang sedari tadi berdiri di belakang Riko Cs pun segera mendekat ke arah Daren yang sedang emosi gara-gara Egi.
"Sayang, tahan emosi mu jangan biarkan kecoa seperti dia mempengaruhi mu Sayang ku." Kata-kata Cassandra yang mampu menahan emosi Daren.
Daren yang di dekat Cassandra pun langsung merangkul pinggang Cassandra dengan posesif. Tindakan Daren tidak luput dari pandangan Egi.
Egi merasa cemburu dengan kelakuan Daren pada Cassandra yang masih di panggilnya Audrey.
"Ya Baby, aku tidak akan terpancing oleh kecoa itu." Balas Daren yang masih merangkul pinggang Cassandra posesif.
Egi yang melihat tingkah Daren pun semakin geram di buatnya. Dia pun berteriak pada Cassandra.
"Audrey kenapa kamu tidak pernah mau menerima cinta ku ini, kenapa kamu malah memilih lelaki kejam itu." Teriak Egi pada Cassandra.
"Maaf Egi, cinta itu tidak bisa di paksakan. Cinta datang dengan sendirinya, cinta itu terkadang kita harus mengalah dengan keadaan. Jangan pernah paksakan cinta mu pada orang lain, jika kau masih memaksakan cinta, cinta itu akan membuat luka di hatimu. Dulu pernah ku katakan padamu untuk mencari cinta yang tulus untukmu. Tapi kau tidak mau mendengarku dan sekarang aku tidak akan membiarkan siapa pun masuk dalam hidup ku dan keluargaku. Jadi ini adalah konsekuensi dirimu yang tidak mendengar perkataanku dulu padamu." Kata Cassandra pada Egi. Dengan senyuman yang mengerikan dan egi yang melihatnya pun merasa takut.
Egi yang mendengar itupun merasa was-was karena melihat expresi Cassandra menyeramkan. Apalagi sekarang banyak anak buah Cassandra berada di dekatnya.
"Arman kau tau apa yang harus kau lakukan kan." Kata Cassandra pada Arman.
"Ya Cass" jawab Arman.
"Carlos pasti sudah lapar." Lanjut Cassandra.
"Baby siapa lagi si Carlos." Tanya Daren yang penasaran.
"Dia adalah buaya kesayanganku Sayang." Jawab Cassandra santai.
"Hah buaya." Kaget Daren dan Kenan bersamaan.
Dan inilah akhir dari si kecoa kecil Egi. Jangan berani-beraninya berurusan dengan Cass ya karena peliharaannya banyak.
__ADS_1
Bersambung......