Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Aura yang sama


__ADS_3

"Selamat pagi menjelang siang tuan dan Nona, maafkan atas keterlambatan kami tuan Arman." Kata Daren meminta maaf karena datang terlambat.


"Tidak apa apa Tuan Daren, kami juga baru sampai dan ini tepat pukul 10:00 pagi." Balas Arman dan melihat jam mewah kesayangannya di tangan kirinya." Silahkan duduk Tuan Daren dan Nona." Lanjutnya lagi mempersilahkan duduk Daren dan Audrey.


"Terima kasih tuan." Balas Daren. Daren dan rombongan pun segera duduk.


Disaat sudah rombongan Darren sudah duduk, Daren tidak sengaja melihat jika Arman dan lelaki satunya terus melihat ke arah Audrey. Daren merasa cemburu saat ada orang lain memandang Audrey sepakat itu.


Daren yang melihat mereka melihat Audrey tanpa berkedip pun berinisiatif mengenalkan Audrey sebagai istrinya. Agar mata para pria di depannya tidak lagi memandang Audrey seperti itu.


"Oh ya tuan perkenalan ini asisten pribadi saya Kenan dan ini adalah istri saya Cassandra Audrey William. Panggil saja Audrey." Ucap Daren memperkenalkan Kenan dan Audrey yang duduk di kanan dan kiri Daren.


Audrey dan Kenan yang mendengar jika Daren memperkenalkan Audrey sebagai istrinya mereka pun kaget mendengar itu.


Tidak disangka sangka jika seorang Daren Jhonatan Alvaro mengakui bila Cassandra Audrey William adalah istrinya. Padahal dia sudah menyia nyiakan Audrey dan tidak mengganggapnya sebagai seorang istri.


Tidak hanya Audrey dan Kenan saja yang terkejut tapi Riko, Arman, Riska dan Manuel juga terkejut karena dari yang mereka lihat dan rasakan. Aura Audrey dan Cassandra seperti sama dan apalagi nama mereka sama juga.


"Apakah dia Cass kita" dalam benak mereka berempat.


Di dalam keterkejutan mereka semua mau tidak mau Audrey memperkenalkan dirinya sebagai istri dari Daren.


"Perkenalkan saya Audrey istrinya Daren. Salam kenal semua." Ucap Audrey dan menyalami mereka berempat. Tapi saat Riko, Arman, dan Manuel menjabat tangan Audrey mereka seakan akan memegang tangan Cass mereka.


Riko yang menjabat tangan Audrey lama pun dapat teguran dari Daren.


"Ehmmm, sayang sini duduk lagi." Tegur Daren dan memanggil Audrey sayang. Agar mereka tahu kalau wanita di depan mereka adalah miliknya.


Tapi saat Audrey ingin duduk, Riska meminta izin untuk memeluk Audrey. Dan Daren pun mengizinkannya.

__ADS_1


"Maaf tuan Daren bolehkah saya memeluk nona Audrey, karena saat melihat nona Audrey saya teringat akan sahabat kami yang telah mendahului kami bertemu dengan Tuhan." Kata Riska meminta izin.


"Baiklah boleh." Balas Daren datar.


"Maaf nona permisi saya lancang ingin memeluk nona Audrey." Ucap Riska yang langsung memeluk Audrey.


"Tidak apa apa, karena sahabat yang baik adalah sahabat yang akan tau siapa sahabat sejatinya, walaupun dalam bentuk apapun." Ucap Audrey yang mengungkapkan kata keramatnya yang selalu dia ucapkan kepada para orang kepercayaannya.


Deg


Riska pun langsung menangis sesenggukan dan Riko, Arman dan Manuel berkaca-kaca mendengar apa yang di ucapkan Audrey.


Fix Audrey adalah Cass mereka, dan mereka tidak akan bertindak gegabah sebelum Cass mereka menemui mereka secara pribadi.


Audrey pun berbinar saat tau kalau mereka berempat memang orang kepercayaannya yang setia dan langsung mengenali Cassandra walaupun dalam wujud Audrey.


"Kenapa nona malah menangis, sudahlah nona jangan menangis lagi ya. Kita datang kesini kan ingin membahas meting kok malah jadi suasana melo sih." Ucap Audrey yang mengalihkan suasana. dan melepaskan pelukanya dengan Riska.


Daren merasa ada sesuatu yang mereka sembunyikan tapi dia tidak ambil pusing yang terpenting adalah kontrak kerja sama itu deal.


Meting pun segera di mulai dan kesepakatan kontrak kerja sama sudah di tanda tangani. Mereka pun sepakat dengan yang tertera di kontrak itu. Yang intinya Xander technology membeking semua keamanan data dari JA grup dan menjamin tidak akan ada kebocoran data di JA grup.


Meting pun sekarang berlanjut dengan makan siang bersama dengan menu menu yang kebanyakan di pilih Audrey, dan tentunya yang di sukai Cassandra.


Dengan itu semua mereka berempat dari Xander technology yakin bahwa yang ada di hadapan mereka adalah Cass mereka.


Tak berselang lama pertemuannya pun selesai dan mereka semua pamit undur diri.


Saat sudah berada di parkiran Audrey pun bertanya kepada Daren." Maaf tuan kenapa Anda memperkenalkan saya sebagai istri Anda di depan klien Anda tuan?".

__ADS_1


"Memangnya kenapa? kamu memang istriku k


an!. Terus apa salahnya bila aku memperkenalkan kamu sebagai istriku." Balas Daren dengan santainya.


"Sejak kapan tuan memandang saya sebagai istri tuan. Dan kenapa baru sekarang tuan menyadarinya." Balas Audrey lagi dengan sengit.


"Maaf jika dulu aku sudah membuatmu banyak terluka." Balas singkat Daren dan menundukkan kepalanya. dia masih gengsi untuk mengakui perasaannya. "Jalan Nan." Lanjut Daren dan memerintahkan Kenan untuk melajukan mobilnya.


Audrey yang mendengar Daren meminta maaf pun tertegun dan tak percaya. Dia menatap mata Daren dan tidak menemukan kebohongan di dalam mata Daren.


"Apa beneran nih si songong minta maaf sama gue. Nggak salah dengar kan. Atau jangan-jangan hanya tipuan belaka saja. Tapi mata itu tidak ada kebohongan." Monolog Audrey hanya dalam hati saja.


"Dasar Parno. Minta maaf kok gitu amat. Yang berkesan napa. Gue harus cuci tu otak biar nggak be*o, ihsss" geram Kenan dalam hati.


Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang membelah keramaian jalanan ibu kota. Tiba-tiba Daren meminta untuk pergi ke daerah pantai. Dia ingin menenangkan hati dan fikiranya.


Kenan pun tahu akan itu, jika fikiran Daren sudah buntu dan hatinya merasa tidak tenang dia pasti akan pergi ke pantai untuk menenangkan diri.


"Nan arah pantai." Perintah Daren dan di angguki oleh Kenan.


"Loh kok ke pantai tuan. Kan kita harus kembali ke kantor tuan karena nanti jam 2 siang kita ada meting dengan para pimpinan divisi tuan." Kaget Audrey dan mengingatkan Daren bahwa masih ada rapat di kantor setelah ini.


"Nan batalkan semua jadwal ku seminggu kedepan." Ucap Daren yang membuat Kenan memijit keningnya.


"Ya Tuhan cobaan apa lagi yang Engkau berikan Tuhan." Monolog Kenan dalam hati.


"Tapii....." Belum sempat Kenan membalas ucapan Daren tapi sudah di potong Daren.


"Tidak ada tapi tapian." Ucap Daren tidak mau di bantah.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2