
*
*
Tak membutuhkan waktu yang lama sekarang Daren dan Cassandra, tidak ketinggalan Kenan dan Nadine pun sudah tiba di parkiran Pasar malam.
Kini mereka berempat sedang berjalan-jalan di area pasar malam. Kedua pasangan itu berjalan melihat-lihat suasana rame di malam hari.
Cassandra yang melihat ada arena melempar bola kecil ke tumpukan kaleng-kaleng yang di tata seperti piramida. Dia pun tertarik dan mengajak Daren ke arena itu.
"Sayang, kita kesana yuk." Ajak Cassandra pada Daren dan menunjuk ke stan lempar bola.
Daren yang melihat arah tunjuk Cassandra pun, mengiyakan keinginan bumil cantik itu. Cassandra dan Daren pun segera berjalan ke arah arena melempar bola.
"Woi Nan, lo ikut kita atau mau jalan-jalan sendiri." Ujar Daren saat melihat Kenan yang hanya berdiri saja.
"Ya gue ikut lo." Balas Kenan.
Sementara Nadine hanya mengikuti mereka saja. Hati dan fikirannya sedang tidak baik-baik saja. Rasanya dia ingin menenggelamkan dirinya ke laut agar semua beban pikirannya hilang semua.
Karena Nadine memang setiap ada masalah selalu pergi ke laut dan mandi di laut untuk membuang semua pikiran yang tidak mengenakan jiwanya.
Kenan yang melihat Nadine seperti tidak bersemangat pun penasaran. Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Nadine. Kenapa Nadine seperti itu, biasanya dia ceria tapi kenapa hari ini dia berbeda.
Pasangan itu kini sudah berada di arena lempar bola. Daren dan Kenan berlomba siapa yang berhasil menjatuhkan kaleng-kaleng dalam satu kali lemparan maka akan mendapatkan satu permintaan.
"Aku yang akan menang Ren. Dan aku akan minta lo belikan penthouse di apartemen Ritz Apartemen." Ujar Kenan percaya diri.
"Gaya lo aja Nan percaya diri banget. Emang apartemen yang gue kasih sekarang tidak puas lo." Balas Daren yang kesal pada asisten satunya yang mulai ngelunjak.
"Ya puas lah. Itukan buat investasi, buat anak-anak gue nanti. Dan untuk penthousenya buat gue sama istri gue nantinya." Ucap Kenan sambil ngelirik Nadine. Daren yang tau akan maksud Kenan pun menonyor kepala Kenan.
"Sakit tau Ren." Lanjut Kenan lagi.
"Dasar cemen, gitu aja sakit. selamat berjuang bro, semoga cepet luluh." Kata Daren penuh dengan arti.
"Siap bos." Balas Kenan.
__ADS_1
"Hai kalian cepetan mulai kok malah pada ngobrol sih." Ucap Cassandra kesal dan manyun.
"Iya Baby, sabar ya Sayang. Udah dong jangan manyun kek gini, kamu goda aku ya." Balas Daren dan membuat Cassandra langsung melotot.
"Ihss sebel, cepetan." Cassandra yang tau ke arah mana suaminya itu bicara.
Daren pun segera memulai permainan nya. Daren sengaja mengalah untuk Kenan, tak apa-apa keluar uang buat beli penthouse buat asisten semprulnya. Yang penting dia bahagia.
Wuuuuusss.
Braaaakk.
Suara kaleng-kaleng berjatuhan, tapi sayangnya cuma satu yang masih berdiri kokoh.
"Ya Sayang, tinggal satu." Ucap Cassandra yang sedikit kecewa. Tapi Cassandra pun sudah tau akan maksud suaminya yang menyisakan satu kaleng saja.
"Sudah nggak apa-apa ya Baby. Kita bisa cari permainan yang lainnya ok" balas Daren menenangkan Cassandra yang sedikit merajuk.
"Iya Sayang. Dan sekarang aku mau naik bianglala, boleh kan." Ujar Cassandra semangat lagi.
"Iya Baby, tapi sekarang kita harus melihat aksi Kenan terlebih dahulu." Daren yang masih ingin melihat aksi Kenan enggan untuk pergi terlebih dahulu. Kenan pun segera memulai aksinya.
Braaaak.
"Yes berhasil, kita dapat penthouse Ndin." Ucap Kenan senang dan memeluk Nadine.
Nadine yang sedang asik melihat Kenan yang tadi sedang melempar bola pun terkejut saat Kenan memeluknya dengan erat.
"Em Mas Kenan, maaf." Ujar Nadine dan menyadarkan Kenan dan mendorong tubuh Kenan agar menjauh.
"Eh, maaf Ndine nggak sengaja." Balas Kenan canggung.
"Halah bilang aja modus, dasar semprul." Kata Cassandra yang gedek dengan tingkah Kenan yang konyol.
"Tahu aja sih lo Cass kalau gue modusin si Nadine." Ucap Kenan dalam hati.
Kenan dan Nadine jadi salah tingkah dan canggung. Kenan yang ingat dengan hadiahnya pun segera menagih janji Daren.
__ADS_1
"Lo nggak lupa sama janji lo kan Ren." Ingat Kenan pada Daren.
"Ya, semprul gue ingat. Udah ah gue mau lanjut naik bianglala, lo ama Nadine mau ikutan nggak." Tanya Daren dan membawa Cassandra pergi dari sana.
"Ndine lo mau nggak ikutan mereka naik bianglala." Kenan tidak menjawab pertanyaan Daren tapi malah bertanya dengan Nadine.
"Maaf Mas Kenan, Nadine takut naik bianglala." Jawab Nadine yang malu karena takut naik bianglala.
"Ya udah kalo gitu kita jalan-jalan sendiri aja nggak usah ikutan si bucin itu." Ucap Kenan dan melirik pasangan bucin Daren dan Cassandra.
"Berdua Mas Kenan. Kalau sendiri mau uji nyali lo Nan." Ledek Daren pada Kenan.
"Eh, iya ya. Maksudnya berduaan, he he he." Balas Kenan cengengesan.
Akhirnya kedua pasangan itu berpencar, pasangan Daren dan Cassandra pergi ke arena bianglala. Sementara Kenan dan Nadine berjalan-jalan sambil kulineran.
Saat ini Kenan dan Nadine pun sedang menikmati makan gulali satu berdua dan berjalan ke bangku kosong yang tersedia di tempat itu.
"Din boleh nggak gue tanya sesuatu sama lo. Ini agak sensitif, tapi maaf sebelumnya jika ini menyangkut privasi kamu. Tapi kalo lo nggak mau cerita ya nggak apa-apa, gue nggak akan maksa lo Din." Kenan meminta izin untuk bertanya pada Nadine.
"Iya Mas boleh. Emang mau tanya apa." Balas Nadine dengan malu-malu.
"Lo tadi kenapa Din, kok sepertinya tadi kamu nangis. Ada masalah apa Din?" tanya Kenan hati-hati takut Nadine kesel sama Kenan.
Nadine pun berfikir, apa harus cerita dengan Kenan atau tidak mengatakannya. Dan akhirnya Nadine pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengannya tadi.
Hufff.
"Gini Mas Kenan tadi niatnya, Nadine mau kasih surprise ke pacar aku. Karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, tapi sayangnya aku yang di kasih surprise sama dia. Ternyata dia selingkuh dengan Rosa kakak tiriku. Mereka sedang asik berbagi peluh dan tidak menyadari jika aku datang ke apartemennya. Padahal dia janji bulan depan akan melamar aku, tapi apa nyatanya. Nyatanya dia selingkuh di belakang ku dengan kakak tiriku. Sakit Mas, sakit rasanya hatiku. Mencintai seseorang tapi aku di hianati dengan orang yang selalu ingin aku menderita. Hiks hikss." Nadine pun menceritakan semua yang telah terjadi dengannya.
Kenan yang mendengar semua cerita Nadine pun geram akan kelakuan pacar Nadine. Tapi Kenan pun juga senang jika Nadine sekarang sudah putus dengan pacarnya. Egois memang tapi ya mau apa di kata.
Dalam hati kecil Kenan, dia sangat senang sekali. Dia akan mengejar cintanya sampai dapat.
"Wow, ternyata kamu juga selingkuh ya."
Bersambung..............
__ADS_1
***
Wow siapa ya yang menyapa mereka berdua. Penasaran ya, sama. Jadi jangan kemana-mana, selalu temenin othor di cinta mafia konyol ya. Tolong kasih like, comen, dan jangan lupa vote nya ya. Terima kasih kakak-kakak riders yang baik hati.