
*
*
Daren dan para Mafioso Black Scorpion sudah berada di dekat markas Black Skull. Strategi sudah di atur, para ketua klan pun sudah menempatkan diri mereka di posisi masing-masing.
Simon dan Ramos yang bertugas menjadi pembuka jalan mereka, sementara Angela dan Noel bertugas sebagai penunjuk jalan dengan kecanggihan alat yang di ciptakan oleh Cassandra.
Sementara Sulis yang ahli dalam perakitan bom. Kini dia dan para bawahannya sudah memulai memasang berbagai bom andalan nya.
Mereka semua berhati-hati karena banyak Mafioso Black Skull yang berjaga. Riska dan Manuel menyamar sebagai pelayan, mereka berdua di tugaskan memberikan obat tidur untuk para Mafioso itu.
Jangan tanyakan lagi ya, Manuela kembali beraksi. Sama saat berada di Jerman, karena memang banyak Mafioso Black Skull pada bengkok. Jadi ya terpaksa Manuela kembali beraksi.
"Ela berikan ini untuk tuan itu." Tunjuk Riska pada para Mafioso yang sedang berjaga di pintu utama gerbang markas.
"Ya Iska" jawab Manuela dengan nada genitnya yang membuat Riska merasa jijik.
"Iuhhh, jijay" ucap Riska yang bergidik ngeri melihat Manuel seperti itu.
"Ha ha ha"
"Udah ah, yuk kita kerjain tugas kita" ujar Manuel langsung pergi ke para Mafioso.
Di tempat persembunyian Angela dan Noel, mereka tidak berhenti tertawa dengan kelakuan Ela dan Iska. Yang lainnya pun hanya tersenyum dengan kelakuan mereka berdua.
Walaupun mereka jauh tapi tetap terhubung, jadi mereka pasti akan tahu keadaan satu sama lain.
Cassandra yang sudah merasa jijik dengan orang yang ada di depannya pun kini sudah bertindak. Dia sudah tidak sabar untuk menghilangkan kedua manusia jahat itu dari muka bumi ini.
"Jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotormu keparatt." Marah Cassandra saat Aros ingin menyentuh nya.
__ADS_1
"Ha ha ha Sayang, kamu sama seperti ibumu yang jal*ng itu." Kata Aros dengan seringai di bibirnya.
"Breng*sek baj*ngan." Umpat Cassandra marah dan langsung menyerang Aros.
Buuukh.
Brakkk.
Ahhhhk.
"Papaaaa" teriak Liora saat melihat Papanya di pukul dan jatuh menghantam kursi di belakangnya.
Anak buah Aros yang berada di ruangan itu pun segera menyerang bumil itu dengan membabi-buta tidak perduli akan keadaan ibu hamil besar di depannya.
"Jal*ng sialan beraninya kau ya" umpat Danang yang tidak terima jika Tuannya di perlakukan seperti itu.
Perkelahian antara Cassandra dan Danang pun tidak terelakkan. Danang tidak perduli dengan kondisi Cassandra yang hamil besar. Tapi hal itu menjadi pertanyaan besar bagi Danang dan lainnya.
Sejak kapan Cassandra bisa bela diri, dan bela diri Cassandra bukan kaleng-kaleng. Danang merasa tidak akan sanggup melawan bumil satu ini.
Aros pun yang melihat gerakan dari Cassandra, dia teringat dengan sahabat anaknya yang telah dia bunuh. Yang tak lain adalah Cassandra Wilson Alexander.
Aros menyadari jika yang ada di depannya bukan Audrey yang lemah. "Siapa kau sebenarnya" Tanyanya pada Cassandra yang sedang bertarung.
Dughh.
Krakkk.
Ahhhhk
"Sialan" umpat Danang yang kalah dari Cassandra.
__ADS_1
"Ha ha ha, ternyata kalian sama seperti waktu itu. Lemah, bila tidak bermain licik mana mungkin kalian menang." Tawa Cassandra meremehkan mereka semua.
"Apa maksudmu" Liora penasaran
"Siapa kau sebenarnya, katakan" teriak Aros yang sudah tidak sabar ingin tahu siapa orang yang ada di hadapannya itu.
"Tidak perlu kalian tahu siapa aku, aku adalah malaikat maut kalian yang akan menghancurkan kalian semua sampai ke akarnya." Balas Cassandra dengan tatapan tajam setajam silet.
"Audrey sejak kapan kamu belajar ilmu bela diri. Setahuku kamu hanya wanita lemah yang tidak bisa apa-apa. Walaupun kamu belajar, itu tidak akan seperti ini dengan perut yang besar." Tanya Liora yang masih penasaran.
"Ha ha ha Lio, kamu sudah denganku tikus got, yang bisanya jadi hama untuk orang lain. Betapa bodohnya aku yang dulu pernah tertipu dengan wajah yang polos dan muna seperti Lo. Cuihh" Tawa Cassandra yang mengerikan dan meludahi Liora.
"A...Apa apaan kamu dan apa maksudmu" tanya Liora.
"Dan Lo tua bangka bau tanah, Lo nggak akan bisa merebut Black Scorpion begitu mudah dari ku yang telah kalian bunuh." Ucap Cassandra masih dengan seringainya.
"Si siapa kamu" tanya Aros gugup, entah kenapa aura yang Audrey keluarkan seperti Cassandra yang mereka ingin bunuh tapi ke buru loncat dari atas jurang.
Cassandra mengeluarkan ring Blue Rose yang di incar Aros. Seketika mata Aros, Liora dan yang lainnya pun melotot tidak percaya. Apa benar yang mereka lihat adalah Blue Rose yang asli atau hanya replika saja.
"Kalian ingat benda ini, demi mendapatkan ini kalian rela melakukan segala cara. Cara apapun kalian tempuh demi mendapatkan hartaku dan menjadi mafia terkuat di negara ini. Sekarang sudah tahu kan siapa aku sebenarnya." Jawab Cassandra dan mengeluarkan benda berharga yang di incar Aros.
"Cassandra" Gumam Aros yang masih terdengar oleh Cassandra.
"Ya Cassandra, gadis yang telah kalian bunuh. Tapi sayangnya jiwanya belum mati, karena jiwanya masih ingin membalas dendam kepada kalian para bede*bah bren*sek. Dan sekarang adalah waktunya kalian semua ku lenyapkan." Ucap Cassandra memberitahu siapa dirinya.
"Ti tidak mungkin jangan mengarang cerita kamu Audrey. Kamu adalah Audrey adik tiri ku yang bo*doh, mana mungkin kamu Cass sahabat ku" sanggah Liora yang belum percaya ucapan Cassandra.
"Cuihhh, sahabat Lo bilang. Mana ada sahabat yang ingin ngebunuh sahabat nya sendiri dan menginginkan hartanya. Dan harus Lo tau, Audrey sudah meninggal." Sarkas Cassandra dan memberitahu Liora jika Audrey sudah meninggal.
"Nggak, Lo Audrey. Lo bukan Cass, gue tau Lo mau menekan gue kan biar gue takut. Mana ada perpindahan jiwa di dunia ini. Nggak akan mungkin. Dan itu juga bukan Blue Rose yang asli, gue tau betul itu. Itu pasti tiruankan." Ucap Liora yang nggak percaya dengan apa yang Cassandra bicarakan.
__ADS_1
"Audrey sudah mati saat Lo banting stir mobil gue dan menabrak seseorang. Orang itu tidak lain tidak bukan adalah Audrey. Audrey yang juga ingin aku membalaskan semua dendam yang terdalam dalam hatinya. dan untuk" Balas Cassandra sewot.
Bersambung,.........