
*
*
Tak terasa sudah seminggu Cassandra di rawat di rumah sakit dan sekarang sudah di perbolehkan untuk pulang. Daren selalu setia menemani istrinya dan di bantu oleh Ani.
Setelah kejadian itu Ani sudah tidak berani kurang ajar kepada Daren. kini dia di perbolehkan bekerja lagi dan menjadi perawat pribadi Cassandra atas persetujuan Daren dan Manuel. Karena memang sekarang Ani dan manual akan segera menikah.
"Nyonya Cassandra dan Tuan Daren tunggu di sini dulu, sebentar lagi Dokter Inggrid datang tadi sedang ada pasien darurat." Ucap Ani memberitahu Cassandra dan Daren.
Sebelum Cassandra pulang ke rumah, dia harus melakukan pengecekan bahwa sudah l kembali sehat.
"Saya permisi dulu Tuan, Nyonya." Lanjut Ani lagi dan keluar dari ruangan Cassandra.
"Ya An" balas Cassandra menganggukkan kepalanya.
"Sayang nanti kita mampir ke panti asuhan Harapan Bunda ya. Aku ingin memberikan sedikit rezeki kita ke anak-anak panti itu. Bolehkan Sayangku." Pinta Cassandra yang tiba-tiba ingin mampir ke panti yang dulu selalu di kunjunginya.
"Baiklah Baby, tapi sekarang makan dulu sebelum kita pulang ok." Pasrah Daren mengiyakan keinginan istri tercintanya.
"Suapi Sayang" Cassandra dengan nada manjanya.
"Aaaaaak"
__ADS_1
"Aaammm"
"Anak pintar" ucap Daren yang gemas dengan tingkah istrinya.
"Ihhs Sayang, kok gitu sih" ngambek Cassandra cemberut yang tidak terima di perlakukan seperti anak kecil.
"Abisnya gemesin banget sih bumil nya akoooh" lebay Daren yang membuat Cassandra tercengang.
Kulkas duabelas pintunya jadi lebay seperti itu, belajar dari mana ilmu itu. Cassandra hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat dan mendengar suaminya lebay seperti itu. Ada rasa senangnya juga sih karena balok es sudah cair.
"Ayank kamu belajar dari mana ilmu kek gitu" Tanya Cassandra pada suaminya.
"He he he dari Manuel sama Kenan." Jawab polos Daren.
"Baby, kapan kita belanja keperluan twins five." Daren mempertanyakan kapan mereka membeli keperluan untuk bayi-bayi mereka.
"Nanti saja Sayang saat umur kandungan 8 bulan. Kenapa? duda tidak sabar ya, aku juga Sayang. Rasanya udah pingin lihat mereka lahir ke dunia." Balas Cassandra antusias.
Di saat mereka berdua sedang mengobrol setelah makan siang. Terdengar suara pintu di ketuk dan masuklah Dokter Inggrid dan suster Ani.
Tok tok tok.
"Permisi Tuan dan Nyonya, maaf mengganggu obrolannya." Dokter Inggrid merasa bersalah karena menggangu keromantisan duo sejoli itu. Tapi harus bagaimana lagi karena memang harus masuk dan memeriksa keadaan sang Nyonya.
__ADS_1
"Ehmmm" Daren hanya membalas dengan dehaman. Mode kulkasnya on.
"Mari Nyonya saya periksa dahulu." Ujar Dokter Inggrid dan membaringkan Cassandra di tempat tidurnya.
Daren berada di sebelah kanan Cassandra, sedikit pun dia tidak ingin pergi meninggalkan istrinya. Selalu menemani istri tercintanya, dia pergi hanya kalau ada meeting mendadak dan keadaan urgent saja.
Setelah pemeriksaan Dokter Inggrid memperbolehkan Cassandra untuk pulang. Suster Ani sekarang bertugas sebagai perawat pribadi Cassandra. Dia dan Jack juga akan tinggal di mansion Daren beserta Manuel.
"Saya sudah memberitahu suster Ani apa saja yang dia harus lakukan. Setiap seminggu sekali saya yang akan datang dan memeriksa kondisi Anda dan twins five." Terang Dokter Inggrid.
"Baiklah Inggrid, aku juga akan mematuhi perintah suster Ani." Pasrah Cassandra dengan kondisinya yang semakin besar perutnya.
"Ya sudah kalau semua baik-baik saja. Kami akan segera pulang, Inggrid kamu tidak ikut dengan kita." Ujar Daren dan bertanya kepada Inggrid.
"Mohon maaf Tuan, saya tidak bisa ikut karena saya masih ada pasien darurat. Maaf saya tidak bisa mengantarkan kalian semua ke loby Rumah sakit." Balas Inggrid sopan.
Bersambung......
*
*
Kak maaf ya buat kalian kecewa dengan saya. Karena nggak tahu kenapa kok lagi pingin buat novel lagi.
__ADS_1
Dan sekarang sudah update 1 bab. Tolong ramaikan ya kakak semuanya, novel saya yang satu berjudul MOMMY KU SUPIR TRUK. Jadi minta dukungannya lagi ya kakak readers semua nya.