
Audrey yang berada di toilet segera menghubungi Riko. Dia mengirimkan pesan, meminta Riko untuk membereskan mata-mata yang mengintai Daren.
^^^Audrey π²^^^
Iko tolong bereskan mata-mata yang mengintai kami.
Riko π²π©
*Ok, sekarang kalian ada dimana?.
^^^Audrey π²^^^
^^^Di restoran biasanya. Bila kita di Jerman.^^^
Riko π²π©
Baiklah, dan tunggu saja. Kalian jangan keluar dulu sebelum tikus itu mati.
^^^Audrey π²^^^
^^^Ok.^^^
"Ck lo emang Cass kita. Kenapa lo bisa berubah jadi Audrey istri tidak di inginkan Daren." Gumam Riko dan terus melihat layar hp nya.
Riko π²π©
Cass ka**pan lo ke markas kita yang ada di sini. Lo harus jelasin semuanya ke kita semua.
^^^Audreyπ²^^^
Nanti saat gue tiba di hotel. Tolong lo jemput gue, jangan sampai ada mata-mata yang liat kita.
Riko π²π©
Ok ntar gue jemput lo.
*****
"Maaf menunggu lama." Ucap Audrey.
"Nggak lama kok sayang, sini." Balas Daren.
Audrey pun kembali duduk di kursinya, Daren yang masih berbicara serius dengan Kenan. Dia tidak ingin kecolongan lagi. Dan segera menyelamatkan para sandera..
Tak selang berapa lama Audrey yang melihat meja mata-mata itu sudah kosong dia pun tersenyum smirk. Dan ada notif pesan dari Iko.
Riko π²π©
__ADS_1
Tikus sudah hilang.
"Kerja bagus iko" gumam Audrey di dalam hati.
"Sekarang kita mau kemana dulu" tanya Audrey.
"Sekarang kita ke perusahaan dulu dan menyelidiki semuanya." Balas Daren. Dan di angguki Audrey dan Kenan.
Mereka pun bergegas pergi ke perusahaan cabang yang ada di Jerman. Tak berselang lama mereka bertiga pun sudah sampai di perusahaan cabang milik Daren.
Daren, Audrey dan Kenan bergegas ke ruangan direktur utama cabang Jerman. mereka di sambut baik oleh para staf karyawan.
"Willkommen zurΓΌck, Herr Daren" sapa para staf perusahaan.
"Emm" jawab daren datar.
Daren hanya menjawab datar dan melenggang pergi dengan menggandeng tangan Audrey. Para staf karyawan yang melihat itu pun bertanya-tanya, siapa wanita yang du gandeng oleh Daren.
Dan sejak kapan si kejam dan kutub es itu bisa luluh dengan wanita. Karena para karyawan Daren yang ada di Jerman, tidak tau kelakuan Daren yang dulu sering bergonta-ganti wanita.
Walaupun Daren sering bergonta-ganti wanita tapi sifat kejam dan dinginnya tidak bisa di hilangkan. Tapi sejak menyadari telah mencintai Audrey, dia akan berubah manis hanya dengan Audrey saja belahan jiwanya.
"Silahkan masuk Tuan" direktur utama cabang Jerman sudah menyambut kedatangan Daren di depan pintu ruangannya.
(Kita anggap saja mereka menggunakan bahasa Jerman ya. Biar simpel.)
"Hemmm" lagi lagi hanya deheman saja yang terlontar dari mulut Daren.
Desain yang menampilkan gaya Eropa yang epik dan nyaman untuk di tinggali penghuninya agar tidak bosan. Saking padatnya pekerjaan mereka.
"Silahkan duduk Tuan dan Nyonya." Kata Gilbert Andalas selaku direktur utama cabang JA grup di Jerman. Mempersilahkan Daren, Audrey dan Kenan untuk duduk.
Mereka pun segera duduk di sofa dan langsung membahas tentang masalah yang terjadi. Mereka ingin segera bisa membebaskan para sandera.
"Bagaimana ini bisa terjadi? kenapa kita bisa kecolongan seperti ini. Dan bagaimana semua keluarga para sandera." Tanya Daren menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Maaf Tuan, ini semua terjadi karena kita sudah menjadi target kelompok mafia white shadaw. Ketua mereka sudah pernah mengancam saya dan akan mengambil alih perusahaan ini Tuan. Karena perusahaan Tuan ini kan memproduksi senjata legal dan menjadi aset terbesar Tuan. Dan untuk keluarga para sandera, mereka meminta agar kita bisa menyelamatkan semua sandera Tuan."Jelas Gilbert menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kenan, minta Arman agar segera datang ke sini. Kita harus segera bertindak" perintah Daren pada Kenan.
"Baik Bos" jawab Kenan.
"Perketat keamanan jangan sampai lengah lagi. Aku tidak mau ada yang jadi korban lagi." Perintah Daren lagi.
"Baik Bos/Tuan." Jawab Kenan dan Gilbert kompak.
Sementara Audrey yang berada di samping Daren pun tidak terkejut jika Louis mengincar perusahaan Daren yang berada di Jerman. Karena memang perusahaan ini memproduksi senjata secara legal dan resmi.
__ADS_1
Perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah Jerman ini memang memproduksi berbagai macam senjata dan mobil perang lainnya.
Maka dari itu, kelompok mafia white shadaw menginginkan perusahaan ini bagaimana pun caranya. Audrey dan yang lain akan membantu Daren sebisa mungkin untuk mempertahankan perusahaan Daren ini.
Seperti dulu saat Louis menginginkan menjadi ketua dari Black Scorpion. Dan kali ini Audrey tidak akan memberi ampun dan akan melenyapkan Louis Marion dari muka bumi ini.
"Sayang kalau kamu capek, kamu istirahat dulu ya di ruangan pribadi di ruangan ini" ucap Daren pada Audrey.
"Tidak Akang, aku akan disini menemani kamu. Dan aku juga ingin berbicara pada Arman." balas Audrey.
Daren yang sekarang posesif pada Audrey pun mulai terbakar api cemburu. Dia tidak akan terima jika Audrey berbicara dengan lawan jenis selain dia dan Kenan.
"Untuk apa kau mau berbicara dengan Arman. Apa kau suka padanya?" ketus Daren pada Audrey.
Audrey yang mendengar itu pun hanya memutar bola matanya dengan malas.
Kenan juga pun hanya bisa diam dengan Keposesifan Daren pada Audrey. Sahabatnya itu sudah menunjukkan taringnya jika berusan dengan Audrey.
"Ck singa mulai kumat" monolog Kenan hanya bisa dalam hati.
"Sayang bukan itu, aku hanya ingin membantu mengatur strategi saja tidak ada yang lainnya. Mengerti" jawab Audrey.
"Apa? sekali lagi sayang, tolong ucapkan sekali lagi aku mohon." Ucap Daren senang karena dia mendengar Audrey memanggilnya sayang.
Daren merangkul pinggang Audrey yang duduk bersebelahan dengannya. Dia sangat senang di panggil belahan jiwanya dengan sebutan yang mesra.
"Yang mana sih masak di ulang lagi sih. Aku tadi kan bilang hanya ingin membantu saja." Kata Audrey yang malu untuk mengulangi kata sayang.
"Ihss kamu nih ya sayang, gemesin banget sih." Kata Daren sambil mencubit mesra pipi Audrey. "Coba kamu ulangi kata SAYANG tadi ya, kalau tidak aku akan menyerangmu di depan mereka." Lanjut Daren dan melirik Kenan dan Gilbert.
Gilbert yang di lirik pun hanya tersenyum dan hanya bisa bermonolog dalam hati. "Tuan Daren kalau sudah bucin lucu juga. He he he".
Kenan pun hanya senyam senyum melindungi keromantisan mereka berdua.
"Kenapa lo sanyam senyum nggak jelas gitu sih Nan. Kayak penghuni RSJ saja." Ucap Daren yang melihat Kenan senyum-senyum nggak jelas.
"Kam*** lo Ren, gue hanya bahagia saja kalau sahabat gue yang kayak beruang kutub sudah mencair esnya. Ha ha ha." Balas Kenan dan dapat lemparan bantal sofa.
"Si***n lo, dasar assisten kam***t." Umpat Daren.
"sayang udah malu tau" ucap Audrey yang menengahi.
Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya, Daren pun langsung nurut tidak marah lagi sama Kenan. Kenan dan Gilbert yang melihat itu hanya bisa senyum saja, sebenarnya ingin tertawa ngakak. tapi takut singanya marah lagi.
Bersambung.....
****
__ADS_1
Untuk kakak kakak riders yang baik hati. Maaf ya telat up nya, karena baby aku lagi rewel beberapa malam nggak bisa tidur. Jadi mohon maaf ya jika up nya tidak teratur.
Makasih semua yang udah kasih dukungan di novel aku. Dan yang nggak suka skip aja ya.