Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Salah Cari Lawan


__ADS_3

*


*


"Siapa Lun." Tanya Daren pada Luna yang baru saja menutup telfonnya.


"Oh ya Tuan, tadi Kenita yang telfon. Menanyakan apa Tuan ada janji dengan nona Cassandra." Jawab Luna sopan.


"Apa Baby, kenapa tidak langsung di suruh naik kesini Lun" kaget Daren saat mendengar nama istrinya di sebut.


Tak berfikir panjang Daren pun segera berlari menuju lift khusus untuknya. Luna yang mendengar kata Baby pun kebingungan dengan tingkah bos besarnya yang tunggang langgang setelah mendengar nama Cassandra di sebut.


"Wah jangan-jangan gebetan Pak bos nih. Bakal ada drama apa lagi ini." Monolog Luna yang nggak habis fikir tentang kelakuan Pak bosnya itu.


Tak lama Daren sudah sampai di lantai bawah. Saat sudah sampai di loby, Daren yang melihat istrinya di seret salah satu karyawannya yang bekerja sebagai resepsionis pun langsung marah dan berteriak kencang.


Para karyawan yang sedang turun ingin ke kantin perusahaan pun pada heran kenapa Bos mereka terlihat marah.


"Berhenti atau kamu mati." Suara menyeramkan Daren terdengar bagai malaikat pencabut nyawa.


Para karyawan yang mendengarnya pun merinding di buatnya. Meskipun mereka tahu jika Bos mereka memang orang yang kejam.


"Tapi Tuan wanita ja*ang ini ingin masuk menemui tuan. Dia ingin meminta pertanggung jawaban dari Tuan untuk anak yang di kandungnya. Padahal itu pasti anak dari penyewa jasa..." Sebelum Sella menyelesaikan ucapannya Daren yang sudah tersulut emosi pun segera menampar pipi Sella.


Plak.


"Beraninya kamu berbicara seperti itu pada ISTRIKU." Teriak Daren dan menekan kata istriku.


"APA?"


Sella dan semua orang yang ada di loby kaget di buatnya. Daren pun segera meraih tangan Cassandra yang tadi di cengkeram oleh Sella dengan kuat.


"Baby kamu nggak apa-apa kan. Mana yang sakit sayang, katakan padaku." Suara Daren berubah menjadi lembut dan bergetar karena khawatir dengan keadaan Cassandra. Daren pun memeriksa tubuh Cassandra seksama.

__ADS_1


"Aku nggak papa Sayang. Cuma agak sakit di pergelangan tanganku doang." Balas Cassandra dan menunjukkannya pada suaminya.


Cassandra bukan wanita yang lemah. Akan tetapi dia hanya ingin bermanja pada suaminya sendiri. Daren pun segera memeriksa pergelangan tangan Cassandra. Daren yang melihat pergelangan tangan Cassandra yang memerah pun langsung naik pitam.


Dengan wajah yang memerah dan aura dingin menyelimuti loby perusahaannya. Para karyawan yang ingin beristirahat pun ketakutan di buatnya.


"Hey kamu wanita Ja*ang yang berani menyentuh istriku. Aku tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah kamu lakukan pada istriku." Ucap Daren begitu menyeramkan dan membuat kaget mereka yang ada di loby perusahaan.


"Hah apa istri sejak kapan Tuan Daren menikah. Dan itukan Audrey anak baru yang dulu pernah di pecat oleh tuan Daren." Bisik salah satu karyawan Daren yang pernah melihat Cassandra dulu yang di pecat.


"Hus diam nanti kamu kena getahnya lagi, jangan suka campuri urusan orang lain apalagi ini urusan big bos. Biar tuh uler kadut di bikin sambal sama pak bos." Sahut karyawan lainnya.


Kembali ke Daren.


"Ma maaf Tuan, siapakah istri Tuan." Ucap Sella takut badanya pun sudah gemetaran.


"Dia adalah istriku Cassandra Audrey William. Jadi jangan pernah sekalipun kalian sentuh istriku sehelai benang pun. Jika kalian masih ingin hidup tentram." Kata Daren tegas.


"Asep bawa ja*ang ini dari sini dan hubungi Luky untuk menghukum ja*ang ini. Suruh Luky potong tangan dan lidahnya yang busuk itu." Suara Tegas Daren yang membuat orang yang melihat kejadian itu membeku di buatnya.


"Tuan, ampun Tuan. Ampuni saya Tuan, saya tidak tau jika Audrey adalah istri Tuan. Tolong jangan hukum saya Tuan, saya mau di apain saja asalkan jangan potong tangan dan lidah saya Tuan. Saya mohon tuan." Ucap Sella dengan berlutut dan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Nyo Nyonya tolong ampuni saya Nyonya. Tolong saya Nyonya." Mohon Sella pada Cassandra.


Sella salah pilih lawan, apalagi memohon pada Cassandra. Dia salah besar, karena hukuman Cassandra mengerikan dari pada hukuman Daren.


"Oh mau di ampuni ya. Tadi aja lagaknya kayak bos yang punya perusahaan. Terus sekarang kok kayak curut yang kejepit pintu. Ha ha ha." Balas Cassandra sengak dengan semua yang tadi dia terima dari Sella.


Sella yang tadi sok-sok an kayak kekasih pemilik perusahaan. Yang garang minta ampun, tapi apa sekarang. Berubah jadi curut kejepit pintu, malang sekali nasipmu.


"Pffffft" Kenita yang berada di dekat Cassandra menahan tawanya saat Cassandra berbicara seperti itu pada Sella.


Sebenarnya Kenita juga sangat gedek sama si Sella yang sok kecantikan. Dan sok suci, padahal dia adalah pemain kelas kakap dalam masalah perja*angan.

__ADS_1


"Oh ya Sayang kalau dia nggak mau kamu hukum potong tangan dan lidahnya. Gimana kalau kita jadiin mainan Yoyo dan Carlos. Apalagi sebentar lagi Carlos kan jadi penghuni baru mini zoo kita. Boleh ya Sayang." Ucap bumil satu yang manja kepada suaminya.


"Kamu benar Baby, Carlos dan Yoyo pasti senang dapat mainan baru lagi." Balas Daren tak kalah antusias seperti istrinya.


"Sella sekarang kamu pilih potong tangan dan lidahmu atau jadi mainan binatang kesayangan istri saya. Kucing hitam dan buaya muara, kamu pilih mana." Kata Daren pada Sella dan membuat Sella mati lemas.


Dua pilihan yang sama-sama mengerikan. Cacat atau mati, mau pilih yang mana nih Sella.


"A apa Tuan. Tolong Tuan dan Nyonya ampuni saya. Saya minta maaf, saya khilaf Nyonya Tuan." Ucap Sella yang sudah putus asa dan air mata yang tak hentinya mengalir.


Kenita dan semua karyawan yang menyaksikan ketegangan itu tidak berani membela atau mendekat pada Sella. Karena mereka takut menjadi sasaran berikutnya.


Dan mereka pun berjanji tidak akan membuat masalah dengan kedua pasang suami istri itu. Di mana sang istri memiliki binatang kesayangan yang di luar nalar. Masak binatang ke sayangan kok kucing hitam besar dan buaya.


"Cepat pilih yang mana." Teriak Daren.


"Tu tuan ampuni saya" Sella yang masih setia berlutut dan meminta ampunan.


"Tidak akan ada maaf bagi orang yang berani menyentuh istriku. Paham kamu." Marah Daren.


"Sudahlah Sayang panggil Luky dan kasih wanita ini ke mami Punki." Kata Cassandra yang membuat Daren bingung.


"Siapa Mami Pungki Baby." Tanya Daren penasaran.


"Mami Pungki adalah Mami yang punya rumah bordil yang terkenal di kota ini. Dia kan ja*ang yang teriak ja*ang Sayang." Jawab Cassandra dengan santainya.


"Baiklah Baby aku akan perintahkan Luky antar ja*ang itu ke tempat Mamy Pungki." Ucap Daren mengiyakan keinginan Cassandra.


"Asep, Tigor bawa dia serahkan pada Luky." Perintah Daren pada Asep dan Tigor.


"Baik Tuan" Asep dan Tigor pun segera menyeret Sella ke tempat Luky.


"Tuan, tolong jangan Tuan." Teriak Sella memohon pada Daren. Daren tidak menggubrisnya dan malah berlalu begitu saja bersama Cassandra.

__ADS_1


"Ayo Baby kita ke atas."


Bersambung.....


__ADS_2