Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
PANTAI


__ADS_3

Setelah sampai di pantai yang masih lenggang karena jam yang masih siang. Kenan segera memarkirkan mobilnya di parkiran.


Daren langsung turun dari mobil dan berjalan ke arah pantai. Saat sudah berada di bibir pantai dia pun segera melepaskan sepatu dan jasnya dan hanya di taruh begitu saja di atas pasir.


Sekarang Daren sudah berjalan di tepi pantai sambil menenangkan fikirannya yang sedang kacau. Daren memang seperti itu jika merasa tidak tenang dan kacau. Maka dia akan menepi di tepi pantai atau dia akan pergi ke gunung.


Daren yang sedang menikmati suasana di tepi pantai, dia melupakan orang orang yang ada di mobilnya. Dia sebenarnya bingung kenapa dia seperti ini. Perasaan yang tiba-tiba datang, yang tidak di sangka sangkanya datang begitu saja.


Gadis yang dia benci karena penampilan yang dulu dan fitnahan yang keji tentang gadis yang menginginkan hartanya saja dan menghalalkan segala cara demi bisa bersamanya.


"Ada apa denganku ya Tuhan. Apakah memang aku sudah mencintainya? dan sebenarnya dia juga gadis baik. Betapa bodohnya aku Tuhan telah menyia-nyiakan gadis sebaik dia. Dan aku juga tidak rela jika ada laki-laki yang mendekatinya. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk mendapatkan cintanya kembali." Monolog Daren dan bertekad akan mendapatkan cintanya Audrey.


Di tempat lain masih di parkiran dan di dalam mobil. Audrey pun heran akan tingkah Daren yang tidak bisanya. Kenan yang tau seluk-beluk Daren dia pun hanya diam saja dan memberikan waktu untuk Daren.


"Nan ada apa dengan si bos? kenapa dia seakan sudah menganggap ku ada dan kenapa juga dia mengakuiku sebagai istrinya?" pertanyaan Audrey membuat Kenan pusing dan memijit pelipisnya.


"Kamu masih bertanya kenapa? cemon Audrey kenapa kamu harus bertanya padaku. Jangan kau pura-pura tidak tahu karena kau pun sebenarnya sudah tahu jawabannya. kenapa?" jawab Kenan yang pusing dengan asmara bos sekaligus sahabatnya itu.


"Mending kamu susul dia dan bicara dari hati ke hati. Dia itu sebenarnya orang yang baik tapi karena ada suatu penghianatan orang orang di sekitarnya makanya dia agak introvert dengan orang baru dan hanya menginginkan hartanya saja." Jelas Kenan ke Audrey. Agar Audrey sedikit tau akan penderitaan Daren yang sebenarnya.


"Apa maksudmu Nan, penghianatan apa? " tanya Audrey penasaran akan kata kata Kenan.


"Belum saatnya kau tahu Drey! biar Daren yang menceritakannya pada mu." Balas Kenan tidak ingin memberitahu semuanya kepada Audrey.

__ADS_1


"Ihsss baiklah aku akan menyusulnya." Kata Audrey dan dia pun segera keluar dari mobil dan menyusul Daren di tepi pantai.


Audrey mencari keberadaan Daren dan tak lama dia pun menemukan Daren yang duduk di bawah pohon kelapa yang tidak beralaskan apa pun.


"Bos di cariin taunya ngadem disini bos." Ucap Audrey yang membuyarkan lamunan Daren.


"Ouh... sini Drey ada yang harus kita bicarakan." Kaget Daren dan menyuruh Audrey untuk duduk di sampingnya.


"Ada apa Bos." Tanya Audrey, dia pun segera duduk di sebelah Daren.


Daren mengambil kedua tangan Audrey dan menggemgamnya dengan penuh kelembutan.


"Audrey mulai saat ini jangan panggil aku tuan ataupun bos, karena aku suamimu bukan bos mu. Dan aku ingin meminta maaf atas apa yang pernah aku tuduh kan padamu, aku yang selalu berkata kasar padamu, aku yang selalu membawa wanita lain masuk kerumah kita dan satu yang harus kamu tahu. Aku tidak pernah menyentuh mereka sama sekali. Aku hanya membayar mereka agar kamu benci padaku dan meminta cerai padaku. Tapi aku menyesal telah melakukan itu. Sungguh dari hatiku yang paling dalam aku meminta maaf pada mu Audrey. Tolong maafkan aku, dan aku mohon kita berdua memulai dari awal lagi untuk pernikahan kita. Aku ingin kita sama sama belajar untuk saling mencintai dan melengkapi segala kekurangan kita Drey. Aku mohon." Kata Daren penuh permohonan kepada Audrey dan kesungguhan ingin memulai dari awal lagi.


"Maaf tuan aku memerlukan waktu, itu karena tidak semudah itu saya menerima ini semua. Jika untuk memaafkan tuan, sebelum tuan meminta maaf saya sudah memaafkan tuan. Tapi untuk memulai pernikahan kita dari awal, saya memerlukan waktu tuan. Tapi kita jalani saja dan biarkan mengalir begitu saja. Karena kita manusia tidak tahu jalan takdir yang sudah di tentukan oleh Tuhan." Balas Audrey yang memerlukan waktu untuk memulai dari awal.


"Sudah ku bilang jangan panggil aku tuan. Kau memang wanita terbaik Drey, yang mau memaafkan aku yang banyak salah padamu. Aku memang pria bodoh yang menyia nyiakan wanita yang baik dan cantik seperti mu. sekali lagi maafkan aku. Dan yang kau katakan benar Drey biarkan mengalir apa adanya dan akan menemukan akhirnya sendiri. Aku berjanji dan berusaha membuktikannya pada mu jika aku memang sungguh-sungguh ingin memulainya dari awal lagi." Kata Daren yang tidak ingin di panggil tuan.


"Ayo ikut aku menikmati suasana pantai yang terik ini." Lanjut Daren dan membawa Audrey berjalan jalan di pinggir pantai.


Audrey yang di tarik dan di genggam tangannya pun hanya bisa pasrah saja dan mengikuti Daren berjalan jalan di tepi pantai.


"Kau belum tau siapa aku Daren, jika kau tau siapa aku apa kau juga akan seperti ini atau kau seperti yang dulu pernah dirasakan oleh Audrey yang asli." Batin Audrey dalam hatinya.

__ADS_1


Dia takut jika sudah membuka hatinya dan Daren mengetahui semua apa dia akan terima atau dia akan marah dan membencinya.


Karena bagaimana pun Audrey adalah istri Daren. Dan Daren berhak penuh akan istrinya Audrey. Cassandra sebenarnya dia bingung akan situasi ini. Kenapa dia harus terjebak di tubuh seorang wanita yang sudah bersuami.


Kenapa bukan wanita lajang. Takdir apa ini Tuhan. Itulah yang selalu ada dalam benaknya, apakah memang ini sudah takdirnya. Apakah dia harus menerima semua ini.


"Jika aku tidak boleh memanggilmu tuan / bos lalu siapa dong." Tanya Audrey panggilan apa yang harus dia panggil. Mereka masih berjalan dan saling bergandengan tangan. Seperti pasangan yang kasmaran.


"Emmmmm" Daren berfikir pangilan yang tepat "Bagaimana kalau sayang." Lanjutnya sambil menaik turunkan alisnya. Menggoda Audrey.


"Ihss apaan sih, nggak nggak mau aku." Audrey menolak panggilan itu. "Aha bagaimana kalau Akang saja. Ya ya Akang Daren." Lanjutnya juga sambil menaik turunkan alisnya juga sama seperti Daren yang menggodanya.


"Apa Akang, ihss nggak ada yang lain apa." Balas Daren yang enggan di panggil Akang.


"Itu bagus loh Akang Daren. He he he" kekeh Audrey memanggil Daren Akang.


"Ya ya udah deh Neng gelis terserah kamu saja Akang nurut deh." Balas Daren pasrah dengan panggilan Audrey. Audrey yang mendengar itu pun tertawa terbahak bahak.


"Ha ha ha ha Neng? " mereka pun akhirnya tertawa terbahak bersama sama. Mencurahkan kegundahan hati mereka.


Dari jauh Kenan yang melihat itu pun bahagia. "Semoga kalian mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Jangan pernah ulangi kesalahan yang sama lagi Ren." Ucap tulus Kenan yang melihat mereka dari jauh.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2