
Sudah kesepakatan semua jika Manuel akan berubah menjadi wanita pedang cantik. Sebenarnya Manuel ingin menolak, tapi apa daya karena yang menentukan dia (Audrey) jadi ya mau tidak mau ya harus mau.
Mereka akan mulai memantau Louis mulai besok malam. Di karenakan mereka juga perlu beristirahat. Tapi untuk exsekusi masih menunggu waktu yang tepat.
Dan sekarang juga mereka sudah mulai melacak keberadaan markas Louis yang terdapat para sandera.
Saat mereka memulai melacak keberadaan markas White Shadow. Tiba-tiba salah satu karyawan Gilbert mengetuk pintu dan memberi tahu jika sitem yang sudah di perbarui oleh Arman hampir di jebol oleh heker profesional.
Tok tok tok "Maaf Tuan, ada hal yang gawat. Semua sistem sedang eror dan ada yang ingin mencuri data perusahaan. Tim IT kita sudah berusaha untuk menghambatnya karena semua data juga sudah di perbarui oleh Xander technology. Maka dari itu masih ada waktu untuk menghambatnya Tuan. Maaf jika saya telah lancang masuk begitu saja." Ucap salah satu staf karyawan perusahaan Daren.
"Apa? siapa yang telah beraninya membobol sistem kita. Dan bagaimana bisa, sistem kita kan sudah di perbarui oleh Xander technology, tapi kenapa masih bisa di bobol. Ayo kita keruangan IT sekarang juga." Kata Gilbert marah, kenapa bisa terjadi.
"Bagaimana bisa, maaf Arman kenapa ini bisa terjadi. Bukannya semua perusahaan saya sudah Anda perbaiki semua sistemnya. Dan apa ini, tolong jelaskan nanti setelah semua selasai." Kata Daren yang ingin penjelasan dari Arman.
Karena sudah bekerja sama jadi semua perusahaan Daren keamanan datanya sudah di perbarui oleh Arman. Dan apa ini siapa yang bisa membobol sistem yang telah Arman buat.
Jawabannya ada seseorang yang bisa melakukan itu semua kecuali, Cassandra dan Riko. Yaitu Erika Marcela musuh bebuyutannya Cassandra, Cassandra dan Erika dulu adalah teman seprofesi sebagai haker sewaktu SMA.
Tapi karena kejeniusan Cassandra, Erika jadi iri dan bertekad akan bisa di atasnya Cassandra. Tapi semua itu hanya mimpi belaka Erika, maka dari itu Erika mencoba untuk selalu berbuat curang pada Cassandra. Tapi selalu bisa di gagalkan Cassandra.
Sekarang Erika taunya jika Cassandra sudah mati dan tidak akan ada yang bisa menggagalkan dia untuk merusak data perusahaan dan menghancurkannya.
Sebenarnya juga Erika sudah lama memendam rasa pada Daren. Tapi apa daya dia selalu di tolak Daren dan tidak pernah di perdulikan oleh Daren.
Audrey, Riko, Riska, Angela dan Manuel yang tau sebentar lagi akan ada yang masuk dan membawa alat kesayangan Cassandra pun hanya diam saja dan tak ingin beranjak dari tempat duduk mereka.
Dan hal itu membuat Daren bingung akan tingkah Audrey yang biasa saja dan tidak panik sekalipun.
"Ayo sayang ikut aku keruangan IT." Ajak Daren pada Audrey.
__ADS_1
"Aku tunggu di sini saja nggak apa-apakan sayang." Balas Audrey.
Belum sempat Daren menjawab Audrey, pintu di ketuk dari luar.
Tok tok tok
"Masuk" jawab Gilbert mempersilahkan masuk.
"Maaf mengganggu Tuan, saya ingin mengantarkan barang ini kepada Tuan Riko." Kata orang yang membawa perlengkapan laptop dan lainnya yang di butuhkan untuk menjalankan misi.
"Ya tidak apa-apa dan silakan di taruh di meja ini. Tidak apa-apakan Tuan Riko, jika barang itu di taruh di meja ini." Jawab Gilbert dan meminta izin Riko.
"Ya Tuan Gilbert dan jangan panggil saya Tuan." Balas Riko.
"Baiklah dan juga kebalikannya jangan panggil saya Tuan. Kita sekarang teman kan." Kata Gilbert dan melihat semua orang mengangguk.
"Sayang apa yang kau lakukan, itukan punya Riko. Jangan lancang seperti ini." Kata Daren yang ingin menghentikan Audrey meraih laptopnya.
"Ihsss sayang, kamu keliru tidak seperti yang kamu kira. Riko mengizinkan aku untuk mengoperasikan laptop ini. Iya kan Ko." Jawab Audrey. "Paswordnya apa Ko." Lanjutnya lagi.
"I... Iya Drey. Dan paswordnya dengan suara, Yola aktif." Balas Riko.
Audrey sengaja menanyakan apa passwordnya pada Riko. Agar Daren dan lainnya tidak curiga pada Audrey. Tapi lain lagi untuk Daren yang juga punya kepekaan yang tinggi.
"Sebenarnya ada apa ini, dan apa yang kamu sembunyikan sayang. Siapa kamu sebenarnya, aku akan tunggu kamu menjelaskan semuanya padaku." Batin Daren yang sudah memperhatikan gerak gerik Audrey dari kemarin-kemarin.
Audrey pun segera mengaktifkan Yola, karena sudah tidak ada banyak waktu.
"Yola aktif." Ucap Audrey dan Yola pun aktif.
__ADS_1
"Selamat datang kembali Mis. Senang bertemu denganmu lagi." Ucap Yola si laptop canggih.
Daren, Gilbert dan Kenan yang belum tau tentang Yola pun di buat kaget dan mereka hanya bisa berbicara dalam hati mereka. Karena tidak ingin mengganggu Audrey.
"Ya Tuhan sayang, siapa kamu sebenarnya dan kalian juga pasti sudah mengenal istriku. sebenarnya siapa kalian." Monolog Daren hanya bisa dalam hati. Dan memandang kelima orang yang duduk di hadapannya.
"Siapa sebenarnya kau Audrey." Monolog Kenan dalam hati.
"Siapa sebenarnya istri Tuan Daren. Dan Yola, bukankah Yola itu salah satu barang ciptaan dari Profesor Law dan muridnya. Aku dengar mereka sudah mati, dan apa ini kok bisa istri Tuan Daren bisa mengoperasikannya." Monolog Gilbert yang juga bingung akan Audrey.
Kita tinggalkan kebingungan mereka bertiga, kita lanjut ke Audrey yang berusaha untuk melumpuhkan semua sistem haker yang meresahkan. Serangan balik pun di mulai.
"Yola masuk ke server yang sudah di program Arman di perusahaan JA grup." Perintah Audrey pada Yola si laptop pintar dan sambil mengotak atik Yola pada keyboardnya.
Audrey menyeringai saat berhadapan dengan Erika, yang masih sama seperti dahulu tidak berubah. Masih ceroboh dan ketinggalan dari Cassandra.
Di tempat lain, tepatnya di markas White Shadow. Seorang wanita yang seumuran dengan Cassandra. Telah mengotak atik komputernya, agar rencananya berhasil dan bisa mendapatkan perusahaan Daren dengan cara licik.
Dia bekerja sama dengan ketua White Shadow untuk merampas pabrik senjata milik Daren. Karena pabrik itu pabrik resmi yang memang bekerja sama dengan pemerintah Jerman.
Erika yang mengira akan berhasil pun di buat kecewa karena lantaran tiba-tiba ada virus yang menyerang. Dan membuat dia kalang kabut berusaha untuk membasmi virus itu.
"Ah si** siapa yang berani bermain-main denganku. Tidak mungkin si Cass, karena dia sudah mati. Jadi siapa orang yang bisa mengalahkan ku kecuali wanita bre****k itu." Umpat Erika marah ada yang ingin menggagalkan rencananya.
Dia masih mengotak-atik komputernya dan sayang sekali Bom komputernya meledak. Karena tidak mampu menerima virus yang di kirim Audrey.
"Sia*** siapa sebenarnya orang yang telah membuat komputerku rusak begini.....
Bersambung.......
__ADS_1