
*
*
Setelah melihat-lihat halaman belakang, Cassandra yang merasa bosan pun berinisiatif menyusul suaminya ke perusahaan.
"Nyonya mau kemana kok tambah cantik ya semakin hari." Tegur Mbok Sumi yang kebetulan sedang mangawasi para pelayan yang sedang bersih-bersih. Dan melihat Cassandra yang berjalan menuju pintu utama.
"Mbok sumi bisa aja, nih lagi pingin jalan-jalan ke mall Mbok. Kayaknya si twins five lagi ngidam ke mall Mbok." Balas Cassandra yang sengaja tidak memberitahu Mbok Sumi jika dia ingin ke perusahaan suaminya.
Karena dugaan Cassandra sepertinya masih ada musuh yang menyusup di mansion Daren.
"Nyonya di antar supir kan, hati-hati ya Nyonya." Ucap Mbok Sumi khawatir.
"Ya Mbok" balas Cassandra yang berbohong. Karena kalau Cassandra bilang sama Mbok Sumi, pasti nanti Mbok Sumi akan memberitahu Daren jika Cassandra akan ke kantor Daren.
Dari pada di antar sopir lebih aman lagi sama si Yupi. Sekarang Cassandra sudah berada bersama Yupi. Dan sekarang Yupi sedang menuju ke perusahaan Daren.
Sementara Cassandra sedang tertidur pulas melanjutkan tidurnya lagi. Tak butuh waktu lama Yupi sudah sampai di perusahaan Daren. Yupi pun membangunkan Cassandra dari tidurnya.
"Miss bangun udah sampai, jadi bikin kejutan sama pak bos atau lanjut tidurnya." Ucap Yupi membangunkan Cassandra.
"Hoooooaaaam. Yup kok udah sampai sih cepat amat. Kamu ngebut ya tadi, awas aja ya sampai gue dan anak-anak gue kenapa-napa. Lo akan terima akibatnya." Omel Cassandra pada Yupi.
"Yee Miss, lo tenang aja nih selamatkan sampai tujuan. Lagian tidurnya kek kebo, pules amat." Balas Yupi.
"Apa lo ngatain gue kek kebo, udah berani ya elo Yup. Awas lo ya, ya udah gue turun dulu. Gue mau bikin kejutan ama suami tersayang gue." Ujar Cassandra sambil keluar dari mobil. Dan ternyata Yupi berhenti di depan loby.
Karena Yupi tidak ingin Cassandra berjalan jauh dari parkiran ke loby perusahaan. Cassandra yang kepalang tanggung pun cuek saja dan turun dari mobil.
Satpam yang berjaga di loby pun bertanya tentang apa yang bisa di bantu. Satpam yang berjaga di pintu loby kebetulan adalah orang-orang baru. Jadi asing dengan wajah Cassandra yang baru di lihatnya.
__ADS_1
"Maaf nona ada keperluan apa nona kesini." Tanya salah satu satpam yang berjaga.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Daren. Apa tuan Daren ada." Jawab Cassandra yang tidak ingin memanggil Daren dengan sebutan suami. Karena takutnya tidak akan ada yang percaya. Dan bertanya tentang Daren.
"Oh silahkan ke bagian resepsionis nona. Anda bisa bertanya di sana, mari saya antar." Jawab satpam dengan sopan dan mengantar Cassandra ke bagian resepsionis.
"Baiklah terimakasih. Maaf dengan bapak siapa ya." Ucapan terimakasih untuk Pak satpam baik hati dan menanyakan nama satpam itu.
"Sama-sama nona, nama saya Asep. Mbak Kenita ini ada yang mau bertemu dengan Pak Daren. Permisi nona silahkan." Balas sang satpam dan memberitahu resepsionis yang bernama Kenita, setelah itu pamit undur diri.
"Ya Pak, biar kami yang mengurusnya nanti." Jawab Kenita sopan.
"Kamu kan si og yang udah di pecat sama Pak Daren dan tau-tau paginya sama Pak Daren. Mau apa kamu kesini, mau minta pertanggung jawaban dari Pak Daren ya. Ck, mana mau Pak Daren bertanggung jawab sama jal*ng sepertimu. Mimpi kamu." Ujar salah satu resepsionis yang bernama Sella.
Dia yang melihat Cassandra dengan perut yang sudah terlihat membuncit karena hamil kembar.Jadi walaupun mau memasuki tiga bulan, tapi sudah seperti hamil enam bulan.
"Eh Sella jaga ucapanmu, bagaimanapun dia adalah tamu yang harus kita hormati. Mau dia mantan Og atau siapanya Tuan Daren. Jaga batasan kita atau bisa-bisa kamu yang di pecat." Tegur Kenita pada Sella yang kelewat batas.
Cassandra yang mendengar perkataan Sella pun hanya acuh dan tak perduli. Mau dia ngomong sampai mulutnya berbusa pun tidak akan di perdulikan sama Cassandra.
"Mbak Kenita, apa Pak Daren ada." Tanya Cassandra pada Kenita.
"Ada nona, maaf ada yang bisa saya bantu dan apakah sudah ada janji dengan Pak Daren." Jawab Kenita ramah tidak seperti Sella yang judes dan tidak berahlak. Dan bertanya kepada Cassandra lgi.
"Bisa saya bertemu dengan Pak Daren. Tapi saya belum ada janji." Balas Cassandra.
"Halah tuh kan belum ada janji mau ketemu tapi sok-sok an mau ketemu sama Pak Daren." Ucap Sella yang menyela perkataan Cassandra.
"Ih kamu itu ya nyerocos terus tuh mulut, mau gue lakban apa. Udah diam dulu, biar gue yang tangani nona ini. Oh ya maaf dengan nona siapa ya." Tegur Kenita pada Sella yang nyerocos nggak penting. Dan menanyakan nama pada Cassandra.
"Oh ya nama saya Cassandra, dan tolong sampaikan pada Pak Daren jika Cassandra menunggu di loby." Jawab Cassandra.
__ADS_1
"Baik sebentar saya tanyakan pada sekertaris Tuan Daren." Ucap Kenita pada Cassandra.
Kenita pun segera menghubungi Luna sekertaris Daren guna menanyakan apa Tuan Daren bisa menemui nona Cassandra.
Tut tut tut
"Ya hallo" Jawab Luna sari sebrang telfon.
"Hallo mbak Luna, ini saya Kenita. Ada yang ingin bertemu dengan Tuan Daren." Ucap Kenita menyampaikan jika ada yang ingin bertemu dengan Tuan Daren.
"Maaf apakah sudah ada janji, sepertinya tidak ada janji selain dengan Xander tehcnolgy." Balas Luna.
"Belum ada janji tapi beiau bilang namanya adalah Cassandra." Ucap Kenita lagi.
"Kalau belum ada janji sepertinya tidak bisa. Baik nanti saya tanyakan pada Tuan Daren jika ada yang menunggunya di loby yang bernama Cassandra. Suruh tunggu sebentar, soalnya Tuan Daren belum selesai rapatnya." Balas Luna pada Kenita. Luna dan Kenita orang-orang yang berfikir positive. Tidak seperti Sella yang agak miring otaknya.
"Ya baikalah mbak Luna terimakasih." Ujar Kenita dan menutup telfonya.
"Gimana nggak mau nemuin ja*ang ini kan. Sok sok an sih jadi orang, bikin repot aja. Sini lo tempatmu itu di tempat sampah." Belum Kenita berbicara tapi Sella sudah menyela dan ingin menyeret Cassandra pergi dan membuang ke tempat sampah.
Cassandra yang di tarik tangannya oleh Sella pun hanya diam saja dan mengikuti langkah Sella. Sementara Kenita berlari ingin menyelamatkan Cassandra dari kekejaman Sella.
"Sell lo apa-apaan, nona Cassandra lagi hamil. Lo jangan sembrono, ntar kalau ada apa-apa dengan janinnya gimana. Apa lo mau tanggung jawab." Kata Kenita dan melepaskan tangan Sella yang mencengkeram tangan Cassandra.
"Persetan paling hamil nggak tau bapaknya. Asep, Togar sini kalian dan usir wanita jal*ng ini dari perusahaan ini dan jangan biarkan masuk lagi." Balas Sella dengan nada keras dan memanggil satpam yang berjaga di depan untuk mengusir Cassandra.
Sella pun kembali mencengkeram tangan Cassandra dan ingin menyeretnya karena para satpam masih punya perasaan prikemanusiaan. Tapi saat akan melangkah, langkah Sella di hentikan dengan suara yang menyeramkan dari belakang.
"Berhenti atau kamu mati."
Bersambung........
__ADS_1