
Sesampainya di rumah sakit, Daren langsung turun dan membawa tubuh Audrey. Daren langsung meletakkan Audrey di atas brangkar.
Tadi saat tadi di perjalanan, anak buah Cassandra sudah menelfon pihak rumah sakit. Jika ada pasien gawat yang menuju rumah sakit mereka.
Dan saat ini sudah banyak suster dan dokter yang sudah menunggu di depan rumah sakit. Kebetulan rumah sakit ini salah satu rumah sakit punya Cassandra yang ada di Jerman.
Manuel yang berada di sana segera menyuruh Dokter dan juga suster stanby di depan rumah sakit untuk menyambut pasien VVIP dan sekaligus teman dari pemilik rumah sakit tidak lain yaitu Cassandra.
"Dokter, Dokter tolong istri saya Dokter. Tolong selamatkan nyawa istri saya, berapapun biayanya pasti saya akan bayar. Tolong Dokter, tolong." Teriak Daren histeris melihat istri tercintanya terbaring lemah tak berdaya.
"Tuan tolong tenanglah, kami akan segera menangani istri Anda. Jadi saya mohon untuk Tuan tetap tenang dan serahkan semua pada kami dan berdoa lah pada Tuhan." Ucap Dokter menenangkan Daren yang panik.
Dokter segera membawa Audrey masuk ke ruang operasi. Di luar ruangan Daren yang duduk tidak tenang menunggu operasi Audrey pun tidak sabaran. Dia segera bangkit dan mondar-mandir di depan ruang operasi.
Kenan, Riko, Manuel, Riska, Angela Dan Arman yang sudah di tangani Dokter, berjalan ke tempat Daren berada. Mereka bertanya bagaimana keadaan Audrey.
"Ren bagaimana dengan keadaan Audrey." Tanya Riko pada Daren.
"Aku tidak tahu Ko, aku tidak ingin kehilangan Audrey Ko." Jawab Daren dengan sedu.
__ADS_1
"Aku juga tidak ingin kehilangan dia untuk yang kedua kalinya. Kita berdoa saja Ren pada Tuhan agar Audrey selamat dan baik-baik saja." Ucap Riko menyemangati Daren.
"Apa maksud mu kedua kalinya. Dan tadi juga dia bilang, jangan tinggalkan aku jika aku bukan Audrey. Apa maksud semua ini Ko?" tanya Daren bertubi-tubi pada Riko.
Kenan yang melihat Daren panik dia pun segera mendekati Daren dan menenangkannya. "Ren sudah jangan terlalu panik kita sabar saja dan menunggu sampai operasinya selesai." Kata Kenan menenangkan Daren yang panik dengan menepuk bahunya.
Sedangkan Riko yang di berondong pertanyaan Daren bertubi-tubi pun hanya diam dan menghela nafasnya. Dia berfikir apa ini sudah waktunya jika Daren harus tau siapa jiwa yang ada di tubuh Audrey sebenarnya.
"Ren ada yang harus kamu ketahui, ini semua tentang Audrey. Sebenarnya jiwa yang saat ini ada di tubuh Audrey bukan jiwa Audrey yang sebenarnya. Jiwa yang selama Audrey bangun dari komanya adalah jika sahabat kami Cassandra william Alexander. Yang mati karena penghianatan sahabat semasa SMP nya. Jiwanya tidak sengaja bangun di tubuh lemah Audrey. Mungkin Audrey yang sebenarnya sudah mati dan di gantikan dengan jiwa yang baru. Jika kau marah dan tidak ingin Cassandra kita berada di sisi mu. Kami akan membawa Cassandra kami pergi darimu." Terang Riko menjelaskan semuanya tentang Audrey dan membuat syok Daren.
Daren yang syok pun terduduk di lantai dan meratapi semua perbuatannya dulu terhadap Audrey yang asli. Dan apa ini jadi yang beberapa bulan ini yang menemaninya adalah jiwa Cassandra bukan Audrey yang asli. Dan berarti yang sudah membuatnya jatuh cinta adalah Cassandra bukan Audrey yang asli.
"Audrey maafkan aku yang dulu tidak pernah memperdulikan sampai ajal menjemputmu. Maafkan aku Tuhan telah berbuat salah pada Audrey. Dan sekarang aku sudah menemukan cinta yang sesungguhnya, aku tidak ingin kehilangannya lagi Tuhan. Izinkan aku sekali ini memperbaiki semua kesalahan ku, Dan aku hanya ingin jiwa yang sekarang sedang berjuang dalam tubuh Audrey terselamatkan Tuhan. Jangan ambil dia dari ku Tuhan aku mohon." Ucap Daren memohon pada Tuhan dan menagis sejadi-jadinya.
"Baik akan aku pegang kata-kata mu dan disaat kamu menyakitinya kupastikan kami akan membawanya pergi dan kupastikan kamu tidak akan bisa bertemu dengannya lagi." Jawab Riko tak kalah tegasnya.
Tak berselang lama Suster berlari keluar ruangan dan memberitahu jika Audrey sangat membutuhkan golongan darah AB positif.
"Maaf Tuan-tuan pasien membutuhkan golongan darah AB positif dan di rumah sakit ini kebetulan hanya tersisa satu kantong saja. Sementara pasien membutuhkan tiga kantong darah sekaligus. Jadi saya minta tolong jika ada di antara kalian yang memiliki golongan darah tersebut segera ikut saya." Terang Suster memberitahu keadaan sebenarnya.
__ADS_1
"Suster golongan darah saya AB positif. Ambil saja darah saya." Ucap Daren yang kebetulan golongan darahnya sama seperti Audrey.
"Saya juga Suster, saya mempunyai golongan yang sama dengan pasien." Ucap Riko yang kebetulan golongan darahnya sama dengan Audrey dan Daren.
Kini Daren dan Riko berada di ruangan untuk pendonor darah. Masing-masing dari mereka mendonorkan dua kantong darah. Berjaga-jaga jika di butuhkan lebih.
Setelah Daren dan Riko mendonorkan darahnya, mereka berdua segera kembali ke depan ruang operasi. Kenan, Riska, Manuel, Angela dan Arman terlihat saling menguatkan.
Mereka saling bergenggaman tangan dan berdoa bersama-sama untuk keberhasilan operasi Audrey.
"Aku sangat bangga jika seorang Cassandra mempunyai sahabat-sahabat seperti kalian. Yang sangat solit terhadap Cassandra, yang notabenenya dia sudah tidak ada di samping kalian. Dari mana kalian tahu kalau Audrey adalah Cassandra kalian, apa dia memberi tahu kalian semua." Kata Daren dan bertanya pada Riko Cs.
"Awalnya dia pernah mengirim e-mail pada ku dengan sandi yang hanya kami para sahabat Cassandra yang tahu. Awalnya pun kami tidak tahu apa benar dia Cass kita atau hanya orang yang iseng pada kami. Tapi saat pertemuan kita yang pertama saat pertemuan dengan mu di restoran itu. Saat kami melihat Audrey, kami seakan melihat Cassandra dalam tubuh Audrey. Aura Cassandra ada di dalam tubuh Audrey." Balas Riko.
Operasi yang memakan waktu kurang lebih dua jam itu kini sudah selesai. Dengan matinya lampu ruangan operasi itu. Dokter pun keluar ruangan dan menyambung kabar yang sedikit tidak baik tentang kabar Audrey.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?. Apa operasinya berhasil?" tanya Daren panik.
"Operasinya berjalan dengan lancar walau tadi ada sedikit kendala. Dan maaf karena yang tertembak ada di bagian dada sebelah kiri dan hampir mengenai jantungnya pasien. Sekarang kondisi pasien koma, berdo'alah agar pasien cepat sadar dari komanya." Terang dokter menjelaskan kondisi pasien pada suaminya dan rekannya.
__ADS_1
"Apa KOMA." Jawab mereka serentak.
Bersambung......