Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Berlin


__ADS_3

Tak terasa Trio somplak sudah tiba di Berlin Jerman tepatnya di bandara internasional Berlin Tempelhof. Sudah ada beberapa mobil yang menunggu mereka.


Kini ketiganya sudah dalam perjalanan ke perusahaan Daren yang berada di pusat kota Berlin. Sa'at di perjalanan, Kenan mendapatkan telfon dari asistennya Arman yaitu Gino (bacanya jino ya).


"Halo." Ucap Kenan.


"Halo Tuan, perkenalkan saya adalah asisten pribadi Tuan Arman. Sekarang beliau sudah berada di hotel pusat kota Berlin. Kapan kita bisa bertemu." Ucap asisten pribadi Arman dari sebrang.


"Apa? Tuan Arman sudah ada di Berlin." Kaget Kenan.


"Iya Tuan. Dan kapan kita bisa bertemu?." Tanya asisten pribadi Arman.


"Baiklah nanti saya akan kabari pertemuan kita dimana." Balas Kenan.


"Baik terima kasih Tuan. Sampai jumpa di pertemuan kita." Pamit Gino dan menutup telfonnya.


"Siapa Nan?" tanya Daren.


"Gino, asistennya Arman. Mereka sudah sampai di Berlin dan meminta bertemu dengan kita." Jawab kenan.


"Cepat juga mereka sampainya. Baiklah atur pertemuan kita setelah kita makan siang." Ucap Daren.


Audrey yang berada dalam pelukan Daren pun tersenyum, karena dia tau pasti mereka sampai duluan. Pesawat yang di gunakan Arman serta rombongan kan, pesawat jet tercepat di dunia.


Pesawat komersil biasa, menempuh jarak paling lama yaitu 16 jam. Tapi kalau privat jet hanya menempuh waktu 13 jam. Dan pesawat yang di tumpangi Arman cs hanya menempuh waktu 11 jam saja.


Makanya sekarang Arman cs sudah berada di hotel. Daren tidak mengetahui kalau yang datang bukan hanya Arman dan asistennya. Tapi Riko, Riska, Angela dan Manuel.


Para peretas dan ahli dalam senjata. Audrey sudah tau pasti mereka akan ikut. Karena kebiasaan dari mereka jika Cassandra butuh bantuan, pasti mereka akan kompak untuk membantu.


"Nan kita cari restoran dulu, aku lapar." Kata Daren. "Sayang kamu mau makan apa?." Lanjut Daren lembut pada Audrey.


"Emmmm." Audrey sambil berfikir mau makan apa. Mumpung dia ada di Jerman.


"Aku mau kartoffelsalat, falscher hase, rouladen dan satu lagi schwarzwalder kirschtorte." Jawab Audrey yang membuat Daren bingung, kenapa Audrey tau makanan khas Jerman.

__ADS_1


Seperti Audrey pernah datang ke Jerman. Tapi yang Daren tau, dulu Audrey tidak pernah pergi ke luar negeri. Tapi apa ini, kenapa seakan-akan Audrey pernah tinggal lama disini.


"Sayang itu semua makanan kesukaan kamu ya?." Tanya Daren penasaran.


"Hu um, aku kangen dengan makanan itu. Nggak boleh ya, aku maruk ya makan segitu banyak. Ih Akang perhitungan banget." Jawab Audrey dengan kesalnya. Sambil memajukan bibir nya dan menjauh dari Daren.


Daren yang melihat tingkah Audrey merasa gemas. jika tidak ada Kenan dan sang sopir, pasti dia sudah menerkam Audrey. saking gemesnya melihat tingkah Audrey yang ngambek.


"Ih kamu ya sayang, jangan ngambek dong. Iya kita akan makan di restoran yang menyediakan menu kesukaan mu. Tapi ada syaratnya, kamu nggak boleh ngambek lagi dan nanti malam aku mau makanan sepesial dari kamu sayang." Kata Daren yang mendekat ke Audrey dan mencolek hidung Audrey gemas, tak lupa juga dengan alis yang sudah naik turun.


"Ihss kamu mah Akang, maunya ada maunya hehehe." Manja Audrey yang masih malu-malu.


Audrey dan Daren kembali berpelukan seperti perangko. Jodoh, maut dan rezeki tidak ada yang tau. Dulu nggak mau lihat, nggak mau ngakuin dan sekarang apa hayo. Udah bucin akut merekanya.


Cassandra pun sudah lupa apa tujuannya, katanya akan balas dendam tapi apa malah terhanyut dalam perasaan. Eh kayak judul lagu, musiiiik.


Masalah hati itu memang nggak ada yang tau. Jadi biarkan saja mereka bucin, kasihan Audrey masa nggak ada bahagianya.


"Nan kita ke restoran Kurpfalz-Weinstuben." Perintah Daren dan langsung di angguki oleh Daren.


Cup


Daren yang mendapatkan kecupan dari Audrey dia menahan tengkuk Audrey dan langsung melahap bibir merah cerry yang sejak dari tadi menggoda iman Daren yang secetek kali asat (Kali yang mengering).


Audrey yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba pun awalnya malu. Karena masih ada Kenan dan sopir.


Tapi Kenan yang pengertian jika sahabat somplaknya sedang menikmati madu manis. Dia langsung berinisiatif meminta sopir mobil untuk menurunkan penghalang antara penumpang dan bagian depan.


Jadi Kenan masih aman agar tidak mendengar suara yang aneh dari duo bucin itu. Jiwa jones Kenan meronta ronta ingin cepat dapat pasangan.


Gimana mau dapat pasangan? hidupnya saja slalu nempel sama Daren. Amsyong lo Nan Nan. :)


*****


Saat ini trio somplak sudah berada di restoran kesukaan Audrey. Dan menu yang di inginkan Audrey sudah ada di meja mereka.

__ADS_1


Betapa sukanya Audrey ketika melihat makanan yang sudah Ia rindukan. Sudah setahun yang lalu Cassandra datang ke restoran itu. Dan sekarang adalah pengobat rindu Audrey.


"Akang terima kasih ya. Sudah mau nurutin keinginan aku." Ucap Audrey pada Daren.


"Sudahlah sayang jangan berterima kasih gitu. Kayak sama siapa sih, aku kan suami kamu. Jadi ya wajarlah jika aku membahagiakan mu dengan cara sederhana seperti ini." Balas Daren bangga.


Audrey pun langsung memeluk erat pinggang Daren. Mereka bergegas untuk menyelesaikan makan siang mereka.


Tanpa mereka sadari bahwa ada yang memperhatikan gerak-gerik mereka yang sedang menikmati makanan di atas meja.


"Bos, mereka sudah berada di Berlin dan sekarang mereka sedang makan siang bersama." Lapor si mata-mata kepada bosnya.


"Awasi mereka semua jangan sampai kehilangan jejak mereka." Perintah bos mata-mata itu.


"Ha ha ha kau akan habis di tanganku bocah." Ucap Louis dan menyeringai bagaikan iblis.


Ya dia bos dari orang yang memata-matai Daren dan Kenan. Dia sudah memprediksi bahwa Daren akan datang. Pancingannya pun berhasil.


Louis tidak tahu bahwa malaikat mautnya sudah datang. Audrey sudah menunggu lama untuk membalaskan dendamnya.


Mata-mata suruhan Louis tidak tahu jika Audrey tahu keberadaannya. Dia menunggu waktu yang tepat untuk melenyapkan mata-mata itu.


"Heh mau bermain-main denganku ya." Monolog Audrey dalam hati.


Saat ini Daren, Kenan dan Audrey sudah menyelesaikan makannya. Tapi Daren yang sekarang slalu perhatian untuk Audrey.


"Sayang mau apa lagi? mau nambah makannya apa mau kemana dulu." Tanya Daren pada Audrey dengan penuh perhatian.


"Sudah Akang, aku sudah kenyang. Aku mau ke toilet dulu boleh!." Jawab Audrey.


"Ya, ayo aku antar." balas Daren.


"Tidak usah Akang, aku bisa sendiri." Tolak halus Audrey.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2