
Audrey menyadari bahwa ada yang tidak beres. dia. Masih mengikuti alur mereka, Audrey hanya diam saja. Sekarang mobil yang di kendarai sudah keluar dari gerbang mension.
Dan benar perkiraan Audrey, bahwa mobil van yang ada di luar mension. Bergerak mengikuti mobil mereka.
Setelah tiba di tempat yang agak sepi. Sang sopir dan beberapa mobil yang mengikuti mereka pun beraksi.
Sopir itu memelankan mobilnya dan tak berselang lama beberapa mobil menyalip dan menghadang mobil mereka.
Dan otomatis sopir mobil Daren mengeram mendadak. Mereka beruntung tidak terjadi hal fatal, karena memang sudah di rencanakan oleh sang supir dan orang di balik itu semua.
"Apa yang terjadi Nan. Siapa mereka? " tanya Daren kepada Kenan.
"Nggak tau aku Ren." Balas Kenan yang tidak mengerti akan situasi ini.
Tak berselang lama beberapa orang keluar dari mobil dan menyuruh mereka keluar.
"Hei.... Kalian keluarlah, cepat" suruh salah satu orang yang turun dari mobil.
Audrey yang melihat itupun langsung menyuruh sang sopir keluar.
"Pak coba anda keluar dulu dan tanyakan ada apa ya Pak." Suruh Audrey kepada sopir itu karena Audrey melihat sang sopir memencet tombol buka kunci pintu. Untuk memudahkan orang orang yang di luar bisa membukanya.
"Tapi mereka menyuruh kita semua keluar Nona!" jawab sang sopir itu agar mereka keluar dari mobil.
"Bapak saja dulu. Sudah cepat " kekeh Audrey.
Daren dan Kenan seperti menyadari sesuatu. Mereka hanya diam saja dan tidak mau keluar mobil. Dan mau tidak mau sang sopir pun keluar dari mobil.
Audrey yang melihat itu, langsung bergegas pindah ke bangku pengemudi.
"Yupi aktif." Ucap Audrey
Daren dan Kenan melihat apa yang di lakukan Audrey, mereka kaget dan tak percaya. Darimana Audrey tau nama mobil ini adalah Yupi. Dan lebih kagetnya lagi, Audrey berbicara dengan Yupi.
"Heh apa yang kau lakukan. jangan macam macam kau" geram Daren kepada Audrey yang telah lancang memegang kemudi karena dia tahu Audrey tidak bisa menyetir mobil.
"Udah diam saja bos, kencangkan sabuk pengaman kalian. Let's Go to play." Jawab Audrey santai dan bersemangat.
"Selamat pagi semua." Sapa Yupi dan membuat Daren dan Kenan kaget bukan main. Ada suara lain dari suara mereka.
"Pagi Yupi, aktifkan mode perang sekarang." Ucap Audrey membalas sapaan Yupi.
"Baik Mis, mode perang di aktifkan." Balas Yupi melaksanakan perintah. Sebenarnya Audrey ingin melampiaskan kangennya pada Yupi, tapi dia masih enggan jati dirinya di ketahui orang lain. Dan Yupi pun mengerti akan hal itu makanya dia hanya diam saja
Yupi di program sedemikian canggihnya dan punya perasaan seperti manusia. Yupi adalah sebuah proyek besar antara Cassandra dan profesor Law. Mereka berdua menciptakan Yupi dari ide mereka yang menginginkan mobil canggih untuk melindungi mereka kapanpun di manapun saat berkendara.
sopir yang di paksa keluar oleh Audrey, dia bingung kenapa sekarang Nona itu ada di balik kemudi. Saat ingin membuka pintu mobil, dia kaget karena tidak bisa di buka.
__ADS_1
Pintu mobil itu di kunci dari dalam. "Bre****k kenapa di kunci, woi buka pintunya." Ucap sang sopir itu sambil mencoba untuk membuka pintu mobil. Rekannya pun segera ingin membantunya.
"Be*o, kenapa tadi lo keluar dari mobil ini." Marah salah satu orang orang yang menghadang.
"Tadi gue di paksa turun." Balas sopir itu. "Eh kenapa nih mobil kok ada yang aneh, awas." Lanjut sopir itu melihat ketika melihat mobil Daren yang ingin berubah.
Daren dan Kenan yang melihat orang - orang yang menghadang mereka ingin membuka pintu itu khawatir. Jika mereka berhasil membuka pintu itu maka perkelahian tidak seimbang akan terjadi.
"Kenan apa kau sudah bersiap melawan mereka." Tanya Daren yang was-was karena musuh mereka banyak, tepatnya puluhan orang yang menghadang.
"Siap tidak siap Ren kita harus siap. Dan tenang saja sebentar lagi akan ada bala bantuan datang." Jawab Kenan yang sudah siap menghadapi mereka dan memanggil bantuan datang.
"Kalian ini lo pasrah amat sih, kan sudah aku bilang bos kalian kencangkan sabuk pengaman kalian. Kita akan beraksi." Kata Audrey memerintahkan Daren dan Kenan mengencangkan sabuk pengaman mereka.
"Heh apa kamu sudah gila, kenapa malah....." Ucapan Daren terpotong karena Audrey sudah beraksi.
"Yupi apa kamu siap bertempur" ucap Audrey sambil menggeber Yupi "brum brum brum." Daren pun kaget dan tak percaya jika Yupi sudah berubah tidak seperti mobil yang tadi di naiki.
"Siap Mis" jawab Audrey.
Tak berselang lama Audrey pun memundurkan Yupi dan menabrak satu mobil di belakang untuk membuka jalan. Mereka yang melihat mobil bergerak ke belakang secara brutal tak tinggal diam.
Semua orang yang ada di luar pun langsung masuk mobil masing-masing untuk menghadang dan mengejar mobil Daren yang di kendarai Audrey.
Sementara di dalam mobil, Audrey yang tanpa aba aba mundur kebelakang. Membuat Daren dan Kenan kaget dan terjengkang karena mereka tidak mendengarkan Audrey untuk memakai sabuk pengaman mereka.
"Tenang Yupi tidak akan kenapa kenapa, dia akan aman. Anda mau saya berhenti sekarang apa anda yakin bos. Jika kita berhenti, mereka akan dengan mudahnya menangkap kita bos. Sudah bos tenang saja dan duduk manis. Serahkan semuanya kepada saya, saya akan membawa sampai kantor dengan selamat." Balas Audrey dan mulai memutar lagu
kemudi agar berbalik dan mengarah ke depan. Dan langsung meluncur meninggalkan mereka yang menghadang.
"Yupi nyalakan musik. Seperti mati lampu." Lanjut Audrey dan di turuti oleh Yupi.
"Siap Mis laksanakan." Balas Yupi menyalakan musik dangdut yang di request Audrey. Dan Audrey pun mengemudi dengan lincah sambil sesekali ikut berdendang.
Daren masih bingung darimana Audrey bisa tau kalau mobil itu adalah Yupi dan sejak kapan Audrey bisa mengemudi mobil selincah ini. Fikiran itu akan dia ungkapkan setelah semua ini selesai.
Kenan yang tau kalau Audrey suka bernyanyi dangdut dia hanya bisa menikmati mati dan sesekali mengikuti Audrey bernyanyi.
"Ayo Nan, tariik maaaaaang." Ucap Audrey mengajak Kenan untuk ikut bernyanyi. Kenan pun ikut bernyanyi dan Daren hanya bisa menggelengkan kepala.
******
Janganlah kau tanyakan besarnya cintaku
ku persembahkan untukmu, hanya kepadam
oh dan janganlah kau ragukan luasnya cintaku
__ADS_1
yang putih tulus untukmu hanya kepadamu
Di sela Audrey dan Kenan asik bernyanyi, Ada satu mobil yang berhasil mengejar Audrey. mobil itupun langsung menabrak bemper belakang Yupi.
"Auh" keluh Yupi yang bemper belakangnya di tabrak. Audrey yang merasakan ada sedikit dorongan pun, tak tinggal diam.
"Yupi siapkan amunisi rudal kecil dan tembak. " perintah Audrey kepada Yupi.
"Ok Mis siap laksanakan." Balas Yupi dan menembak.
Shuuuut
Shuuuut
Bummmm
Bummmm
Braaaaak
Br aaaak
Suara tembakan rudal kecil yang mengenai mobil lawan dan terguling.
"Goccah" riang Audrey dan dia melakukan tos dengan Kenan. Awalnya Kenan merasa sungkan karena ada Daren di bangku belakang. tapi apa boleh buat sudah terjadi dan dia hanya tersenyum untuk menetralisir keadaan.
Audrey mengemudi mobil bagai pembalap profesional dan slalu bisa menumbangkan lawannya dengan lihai.
"Waw Audrey ini benar kau Drey, aku sungguh tak percaya. Kau seperti pembalap wanita profesional." Kata Kenan yang kagum akan keahlian Audrey dan mengacungkan 2 jempol nya.
"Ah kau bisa saja Nan, aku masih awam dalam mengemudi." Balas Audrey yang tidak mau di ketahui kalau dia memang sudah jagonya dalam hal balap membalap.
"Lanjut nyanyi lagi yuk Nan sambil kita bermain dengan mereka." Lanjut Audrey yang masih mengemudi dan melawan dengan Yupi yang masi menembaki mereka.
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang, bagai malam tanpa berlalu
Mereka pun masih bernyanyi sambil melawan mereka. Walaupun Kenan tidak ikut andil tapi dia memberi semangat Audrey.
Daren yang merasa di cuekin hanya bisa diam dan berusaha menghubungi anak buahnya untuk membantu Audrey.
" Ehemmmm"............
*****
Lanjut besok lagi ya jangan lupa beri dukungan buat autor y... Agar semangat bikin cerita nya lagi..
__ADS_1