
*
*
Ceklek.
Suara pintu kamar mandi terbuka, Nadine sudah selesai dengan rutinitasnya membersihkan diri.
Di saat dia melihat sekeliling kamar Kenan, terlihat tidak ada Kenan di sana. Nadine pun segera pergi ke ruang ganti yang berada di dalam kamar Kenan.
Dia pun segera mengganti baju yang sudah di persiapkan Kenan sebelumnya. Hanya dengan memakai kemeja lengan panjang Kenan yang berwarna cream dan celana pendek yang kebesaran milik Kenan. Tapi begitu cocok untuk Nadine yang badannya tidak terlalu kecil atau pas-pasan.
Setelah menganti bajunya, sekarang Nadine keluar dari kamar ganti. Dia mencari-cari sosok Kenan di dalam kamar itu, tapi tidak terlihat batang hidung Kenan.
Nadine pun melihat jika pintu balkon kamar Kenan terbuka, tak berfikir panjang Nadine segera ke arah balkon. Dan benar saja di sana ada Kenan yang sedang menata beberapa makanan di atas meja.
"Ternyata Lo di sini Nan, gue cari-cari dari tadi." Ucap Nadine.
"Cepat duduk, tadi kamu belum makan malam kan. Gara-gara si buaya buntung Lo ngelupain makan lo." Ujar Kenan pada Nadine.
"Gue nggak selera makan Nan. Lo aja yang makan Nan." Balas Nadine lesu.
"Udalah Din lo jangan kek gitu, buaya kek gitu aja lo sampek kayak gini. Lupain aja buaya itu, mending cari lagi yang setia kek gue." Ucap Kenan yang membanggakan dirinya.
"Ya sampek foto aja selalu di pajang di ruang tamu saking setianya. He he he." Balas Nadine yang ingat dengan foto Kenan dan seorang wanita di ruang tamu Kenan.
"Oh foto itu ya, lo cemburu ya Din dengan foto itu." Tanya Kenan.
"Ge er amat lo jadi orang Nan, siapa yang cemburu ngasal aja lo." Balas Nadine yang masih ngeles aja.
"Ya udah cepetan nih di makan, keburu dingin makanannya. Nggak usah mikirin orang lain lagi. Jangan siksa diri kamu sendiri." Ujar Kenan dan menyuapi Nadine.
"Aaaaaaa"
Karena Kenan sudah berbaik hati pada Nadine. Mau tidak mau Nadine pun menerima suapan dari Kenan.
"Aaamm" Nadine menerima suapan Kenan.
"Anak baik" ujar Kenan dengan mengusap puncak kepala Nadine dan tersenyum bahagia.
"Ihhhsss jangan kek gini dong Nan" balas Nadine dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Iiiihhh abisnya kamu ngegemesin banget deh, pingin nyubit tuh pipao." Ucap Kenan yang gemas dengan tingkah Nadine dan mencubit pipi bakpao nya Nadine.
__ADS_1
"Nan, gue lagi makan nih. Apaan tuh pipao." Ujar Nadine cemberut dengan tingkah Kenan.
"Pipao itu pipi bakpao Sayang." Balas Kenan dengan panggilan sayang. Dan berhasil membuat nadine tersipu malu, pipinya pun merah seperti tomat yang sudah matang.
"Udah ah jangan gombal napa Nan."
"Siapa yang gombal sayang, aku serius. Maaf jika ini dadakan kayak tahu bulat yang di goreng dadakan. Tapi aku serius sama kamu Nadine. Ntah sejak kapan aku punya rasa yang bukan hanya rasa untuk teman. Tapi rasa yang lbih ingin selalu ada untuk kamu, yang selalu bisa melindungi kamu dari orang-orang yang ingin mejahati kamu. Aku bukan lelaki yang romantis untuk pasangannya tapi aku akan berusaha untuk membahagiakan pasanganku. Yaitu kamu Nadine, dan aku juga tidak mencari pasangan untuk di jadikan pacar tapi melainkan sebagai seorang istri untuk dunia dan akhiratku. Maaf sbelumnya jika ini terlihat sangat terburu-buru, tapi ini dari lubuk hatiku yang paling dalam. Nadine Humairah mau kah kamu menjadi istriku, dan ibu dari anak-anakku. Will you marry me Nadine Humairah." Ungkapan hati yang paling dalam dari Kenan pada Nadine. Kenan pun berlutut di depan Nadine dan mengeluarkan cincin berlian yang sangat cantik untuk Nadine.
Nadine yang tiba-tiba mendengar seorang pria tidak ada angin tidak ada hujan melamarnya dengan kata-kata yang panjangnya kek rel kereta api yang nggak putus-putus. Dan terpangpang nyata ada sebuah cincin bertahtakan berlian yang sangat cantik. Dia pun syok dan hanya bisa bengong, dan terkejut dengan dehaman Kenan.
"Hemm" deham Kenan. "Din kok bengong sih, apa aku harus selamanya seperti ini." Lanjut Kenan yang sudah pegal dengan posisi yang berlutut.
"Eh em iya Nan, sorry tapi ini terlalu terburu-buru. Dan kamu pasti sudah tau tadi kan aku baru saja putus cinta. Dan aku juga takut ada orang yang akan marah dan sakit hati karenaku. Aku hanya wanita biasa yang tidak pantas untuk lelaki kaya seperti mu. Aku.." Balas Nadine pada Kenan, tapi sebelum Nadine menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Kenan.
"Sst" Kenan menempelkan jari telunjuknya ke mulut Nadine agar menghentikan ucapanya.
"Tidak akan ada orang yang terluka karena kita. Karna aku dan kamu sama, sama-sama pernah merasakan dikhianati. Aku bukan orang kaya, aku hanyalah lelaki biasa bukan siapa-siapa tanpa Daren di sisiku. Aku tidak tahu sejak kapan dan bagaimana aku bisa mempunyai perasaan ini padamu Din. Aku tahu ini terlalu terburu-buru untukmu, tapi Nadine ini adalah perasaanku yang sesungguhnya. Nadine Humairah I love you." Potong Kenan dan meraih tangan Nadine lalu menciumnya.
Hati wanita mana yang tidak meleleh di buatnya. Nadine yang sebenarnya memang sudah menaruh rasa pada Kenan saat pertemuan pertama dulu. Kini hatinya serasa berbunga rasa yang tadi berkecamuk di dada seakan hilang begitu saja.
"Aku ti...Emmmp" Nadine yang ingin membalas ucapan Kenan pun tidak bisa terucapkan. Karena Kenan segera menyambar bibir seksi Nadine dan langsung melu*matnya dengan lembut dan memabukkan.
Nadine yang awalnya terkejut dengan serangan dadakan Kenan pun perlahan mulai masuk dalam suasana yang di ciptakan oleh Kenan. Nadine pun mulai membalas serangan Kenan dengan susah payah karena ini adalah ciuman pertama bagi Nadine.
"Hah hah hah."
"Sayang maaf, habisnya sih kamu ngegemesin banget." Kata Kenan mendekap Nadine dalam pelukanya dan mencium puncak kepala Nadine dengan penuh kasih sayang.
Jangan tanyakan bagaimana wajah Nadine, wajahnya berubah jadi buah tomat yang matang. He hehe.
"Kenan apa memang bener kamu cinta sama aku. Aku hanya wanita biasa yang sudah tidak mempunyai orang tua. Aku gadis sebatang kara. Aku juga.." Lagi-lagi ucapan Nadine di potong oleh Kenan.
"Sudah aku bilang jangan bilang seperti itu. Karena aku tulus mencintaimu apa adanya dirimu Din. Jadi jangan kamu ungkit lagi siapa dirimu, karena bagiku kamu adalah berlian yang harus aku jaga dengan segenap jiwaku." Kata Kenan dengan penuh cinta.
Nadine yang mendengar kata-kata Kenan, dia pun semakin membenamkan dirinya dalam pelukan Kenan semakin erat. Dan Nadine pun berfikir sejenak apakah ini memang takdir tuhan yang diberikan untuknya saat dirinya sedang patah hati.
"Terima kasih karena sudah mau menerima aku dalam hidupmu. Jangan pernah menyesal dalam hubungan kita nantinya dan jangan pernah kecewakan aku dan menghianati aku." Balas Nadine yang tidak bisa berkata-kata lagi karena masih syok dengan apa yang telah terjadi.
Putus karena penghianatan dan menjalin hubungan serius dengan orang yang berbeda dan di hari yang sama pula dengan hari putusnya. Semua terasa instan kayak mie yang instan, semoga cinta mereka nggak instan kayak mie instan ya riders.
"Ya Sayang aku janji nggak bakalan nyakitin kamu, aku akan selalu menjagamu sampai akhir hayatku. Dan jangan ucapkan terima kasih padaku, karena kita sekarang sudah menjadi satu dan besok aku akan daftarkan pernikahan kita ke KUA. Aku hanya minta satu darimu setialah bersamaku. Susah maupun senang kita harus jalani berdua." Kata Kenan dan kembali melu*mat bibir ranum Nadine.
Nadine yang ingin membalas perkataan Kenan pun hanya pasrah dan mulai mengimbangi ciuman penuh hasraat oleh Kenan. Nadine yang mulai terbakar apa gai*ah pun mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan.
__ADS_1
Kenan pun juga segera melingkarkan tanganya di pinggang Nadine untuk menopang tubuh Nadine yang ingin merosot ke bawah karena lemas.
Hasraat keduanya yang sudah berada di ubun-ubun telah membuat mereka berdua lupa segalanya. Dengan masih berciuman dan Nadine berada di gendongan kenan seperti koala. Kenan berjalan ke arah kamarnya dan menutup pintu balkon.
Kenan meletakkan Nadine di ranjang dengan hati-hati. Dia masih mencumbu Nadine dengan lembut, Nadine pun sudah tidak tahan dan ada rasa aneh dalam dirinya yang seperti menggelitiknya.
Kenan juga seperti sudah tidak tahan menahan hasraatnya yang menggebu. Dia pun meminta izin pada Nadine, Nadine yang juga sudah tidak tahan pun hanya menganggukkan kepalanya saja untuk memberikan izin pada Kenan untuk menyentuhnya.
Kenan yang mendapatkan lampu hijau dari Nadine pun langsung semangat empat lima yang membara.
"Sayang katanya saat awal akan sedikit sakit tapi nanti akan berubah jadi nikmat. Jadi tahan ya sayang kamu boleh cakar punggung aku." Kata Kenan yang membuat Nadine bersemu merah.
Ntah sejak kapan dan siapa yang mulai, Kenan dan Nadine sudah sama-sama polos. Pakaian yang tadi di pakai sudah berserakan di lantai kamar Kenan.
"Ahhhh" suara des*ahan Nadine dan membuat Kenan sudah tidak sabar segera ingin menancapkan pedangnya yang sudah menjulang tinggi ke sarung pedangnya.
"Sayang aku mulai ya" ucap Kenan dengan suara beratnya.
"Ya" balas Nadine yang malu-malu tapi mau.
"Tahan ya sayang" Kenan yang langsung menancapkan pedangnya ke sarung pedangnya yang masih tersegel.
"Ssss ahh sa... Kit." Teriak Nadine kesakitan.
"Maaf sayang."
Dan lanjutnya ya begitulah hubungan suami istri yang sewajarnya. Kenan nyicil dulu sebelum sah.
***
Pagi harinya.
"Ssss aduh kok tubuhku rasanya remuk kek gini ya." Gumam Nadine saat terbangun dari tidur nyenyaknya semalam. Nadine belum sadar dari kondisinya saat ini.
"Pagi sweety." Sapa Kenan dengan full senyumnya.
"Pa gi Nan." Nadine yang baru tersadar jika ada Kenan si sampingnya.
Dan bayangan tentang semalam pun bersliweran di benaknya.Tentang ganasnya mereka berdua, sampai-sampai semalaman suntuk mereka tidak tidur. Rasanya Nadine ingin pergi ke planet mars saking malunya.
"Sayang kamu jangan menggodaku dong."
Bersambung.......
__ADS_1