
Saat ini Daren dan Audrey sudah berada di biang lala. Mereka menikmati keindahan kota yang menjelang malam. Senja terukir dengan epiknya, seakan menggambarkan hati kedua insan yang sudah menemukan tempat tujuannya.
Daren menggenggam tangan Audrey dengan lembut. Audrey yang merasa di perlakuan dengan lembut pun seakan bahagia. Dia merasa sudah yaman dengan Daren, tapi dia tidak ingin melihatkan sifat agresif dulu.
Dia masih berfikir untuk menjalani hubungan suami istri yang seutuhnya dengan Daren. Dia tidak ingin terburu buru, karena dia masih ingat betapa menderitanya Audrey setelah pernikahannya dengan Daren.
Selama sebulan dia berjuang untuk meluluhkan hati Daren yang keras seperti batu. Tapi semua perjuangan Audrey, sia sia saja.
Penolakan demi penolakan yang Daren lontarkan. Hinaan demi hinaan yang Audrey dapatkan dari Daren. Semua itu masih terekam jelas di fikiran Cassandra yang jadi Audrey sekarang.
Dia telah berjanji akan membuat Audrey merasakan bahagia. Sebenarnya ada rasa benci Cassandra pada Daren, tapi di hati yang paling dalam Audrey sudah ada nama Daren di hatinya.
Cassandra ingin menepis semua rasa Audrey pada Daren, tapi semua hanya sia sia belaka. Sekarang dia hanya bisa mengikuti alur yang sudah di tentukan oleh sang Pencipta.
"Neng maaf karena dulu aku selalu berbuat buruk padamu. Aku berjanji tidak akan pernah mengulangi itu semua dan aku juga akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia." Ucap tulus Daren dari lubuk hati yang paling dalam. Daren pun mengecup tangan Audrey.
Cup
"Aku tidak butuh janjimu Akang, tapi yang ku butuhkan adalah tindakan mu. Aku tidak mau terluka untuk yang ke sekian kalinya. Aku hanya ingin merasakan bahagia seperti orang lain. Dan satu yang harus Akang tau, aku tidak ingin ada penghianatan di dalam hubungan kita. " balas Audrey menginginkan kebahagiaan.
"Aku akan tunjukkan Neng, aku tidak akan mengingkarinya aku pastikan itu." Kata Daren dan langsung memeluk Audrey dengan sayang. Audrey yang awalnya kaget akan pelukan Daren, tapi saat merasakan pelukan itu dia merasa nyaman Audrey pun membalas pelukan Daren.
Senyum Daren mereka seperti indahnya senja yang sedikit demi sedikit berubah menjadi malam yang indah untuk sepasang muda dan mudi yang berusaha menemukan cintanya.
******
Di tempat lain tepatnya di area parkiran mobil yang ada di pasar malam pusat kota. Seorang wanita berumuran seperti Audrey 26 tahun. Dia di kejar kejar sekelompok preman berbadan besar sekitar 10 orang.
__ADS_1
Dia berhasil bersembunyi di salah satu mobil yang pintunya tidak di kunci. Saat wanita itu masuk di dalam mobil, otomatis penghuni mobil jadi terkejut karena tiba-tiba ada seorang wanita muda masuk kedalam mobilnya.
"Hey... Siapa kamu." Bentak Kenan pada wanita muda itu. Ya orang yang ada di mobil itu adalah Kenan.
"Tuan maaf, tolong bantu saya selamatkan saya dari para preman itu, tolong saya tuan." Ucap wanita itu memelas pada Kenan. Agar di tolong dari preman preman yang ingin menangkap dia.
"Apa urusannya dengan ku, cepat sana keluar aku tidak mau berurusan dengan mereka." Tolak Kenan tidak ingin menolong.
"Please tuan tolong saya, saya di jual bapak saya kepada bos preman itu tuan. Saya akan di jadikan wanita malam tuan. Saya tidak mau tuan, tolong selamatkan saya tuan." Mohon wanita itu dengan menangkup kan kedua tangannya di depan kepala yang tertunduk.
Saat Kenan ingin membalas ucapan wanita itu. Dari jarak beberapa meter dari mobil, Kenan melihat sekelompok preman seperti sedang mencari sesuatu. Dan Kenan seakan tersentuh dengan ucapan wanita itu yang ingin di jadikan ja**ng oleh ayahnya sendiri.
Dia tidak suka dengan itu. Kenapa ada ayah yang tega menjual anaknya sendiri dan di jadikan pemuas na**u bi**ap dari pria hidung belang.
"Yupi rubah mode tidak ada orang di dalam." Kata Kenan ke Yupi untuk merubah seperti tidak ada orang di dalam. Yupi yang sudah di program ulang Audrey untuk mematuhi perintah Daren dan Kenan.
Yupi pun merubah di dalam mobil seperti kosong tidak ada orang di dalamnya. Wanita yang ada di dalam mobil terkejut saat Kenan berbicara dengan seseorang tapi hanya suara saja yang terdengar.
Dia sempat merinding tapi bagaimana manapun dia harus berdiam diri di mobil itu. Sampai para preman pergi dari area itu.
"Hey.. Kalian menemukannya tidak." Teriak salah satu preman ke preman lainnya. Saat itu mereka sedang berada di dekat mobil Kenan.
Mereka melihat mobil Kenan kosong, tidak ada orang di dalam mobil. "Aneh wanita itu tadi kan larinya ke arah sini, tapi kok tidak ada dan hanya ada mobil ini yang ada disini, tapi mobil ini kosong Bos." Ucap salah satu preman kepada bos mereka.
"Eh sobri sini kau, lari kemana anakmu itu hah!. kalau anak mu tidak ketemu, aku akan ambil anak gadis mu yang satu lagi." Ancam bos dari preman yang mengejar Nadine. Ya wanita yang ada di dalam mobil Kenan adalah Nadine.
Anak tiri dari Sobri, Sobri menikah dengan ibu Nadine ketika Nadine berumur 20 tahun. sekarang Nadine hanya sendirian karena ibu kandungnya meninggal 2 bulan lalu. Sobri juga memiliki anak gadisnya sendiri, namanya Niken.
__ADS_1
" Jangan bos jangan ambil Niken. tolong bos jangan...." Ucap Sobri memelas, tapi saat Sobri memohon kepada Bos preman itu. dia tak sengaja melihat Audrey sahabat baik anknya.
Dia yang tau jika Audrey juga tidak di harapkan oleh ibu tirinya dan selalu di siksa. Dengan otak liciknya dia malah menawarkan Audrey kepada bos preman itu.
Penampilan Audrey yang cantik dan mempesona, yang membuat Sobri pun menginginkan Audrey. Dia tidak tau bahaya apa yang akan dia terima.
"Bos lihat wanita itu." Tunjuk Sobri ke arah Audrey yang berjalan dengan Daren, tapi wajah Daren tidak terlihat dari arah Sobri. "Dia sahabat baik anak tiri saya, kalau Bos mau saya akan berikan wanita cantik itu kepada Bos. Asalkan aku juga mencicipinya." Lanjutnya dengan melihat Audrey penuh na**u.
Bos preman yang melihat Audrey sangat cantik dan se*i pun langsung mengiyakan ucapan Sobri, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi.
"Wow se*i banget. Ok aku mau bawa wanita itu kemari sekarang juga." Balas bos preman mengiyakan tawaran Sobri. Dengan mata yang jelalatan memandang Audrey yang sedang berjalan bersama Daren ke arah mereka.
Audrey dan Daren yang tidak tahu apa apa pun berjalan dengan santainya melewati para preman yang sedang memandang ke arah mereka.
"Audrey... Tunggu! " teriak Sobri memanggil Audrey.
Audrey merasa ada yang memanggilnya pun berhenti dan Daren yang ada di sampingnya pun juga ikut berhenti.
"Siapa?" tanya Daren ke Audrey.
Audrey yang sedang mengingat pun kaget dengan orang itu. "Ayah tiri sahabat ku." Jawab Audrey ke Daren.
"Ada apa Paman memanggilku? " tanya Audrey ke Sobri.
"Begini... aku kan sudah menjual Nadine ke tuan Bram, tapi si Nadine si**an itu. Dia kabur dan sebagai gantinya Nadine, karena kamu adalah sahabat baik Nadine. Jadi kamu yang harus menggantikan Nadine untuk tuan Bram." Jawab Sobri santai langsung to the poin ke Audrey.
" APA......
__ADS_1
Bersambung.....