Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Nadine Patah Hati


__ADS_3

*


*


Yoyo yang merindukan Mamunya pun tak pernah mau lepas dari Mamunya. Yoyo selalu lengket sama Mamunya, sekarang Yoyo juga punya Papu.


Tadi saat Cassandra sudah masuk ke kandang Yoyo, tak lama Cassandra mengenalkan Daren pada Yoyo. Yoyo pun tak keberatan jika Daren menjadi Papunya.


Tak terasa waktunya makan malam tiba, kini Cassandra dan Daren sudah berada di meja makan. Tak ketinggalan Scorpion Cs ada di sana juga, mereka sudah ingin sekali menonton drama di dalam kandang Yoyo.


Karena kebiasaan di rumah Daren yang tidak boleh berbicara saat sedang makan. Jadi semua orang makan dengan diam, itu yang membuat Arman dan Manuel tidak terbiasa.


Mereka berdua duduk berdampingan dan saling bersenggolan. Sifat yang sama-sama tidak bisa diam, yang membuat mereka bosan dan ingin sekali teriak karena tersiksa. Emang dasar ya Duo kecebong di suruh diam sedikit aja nggak mau, aduh deh pusing othornya.


"Man cepetan abisin makanannya trs kita ke tempat si Yoyo. Gue udah tersiksa kalo makan kayak gini." Bisik Manuel pada Arman.


"Iya bentar bawel." Balas Arman dengan berbisik juga.


"Ehemmm. Bila makan di tempat ku kalian harus patuhi peraturanku, Paham." Tegur Daren pada Arman dan Manuel yang terlihat sedang berbisik-bisik.


Arman dan Manuel pun terkejut dan langsung diam. Mereka segera makan dan langsung menghabiskan makanan itu. Setelah selesai, mereka pun segera pamit pergi.


"Sayang" panggil Cassandra manja.


"Ada apa Baby?" tanya Daren penasaran.


"Pengen ke pasar malam yang dulu kita naik kincir angin." Jawab Cassandra yang tiba-tiba ingin pergi ke pasar malam.


"Katanya mau menghukum ulet bulu dulu Baby. Apa sudah berubah fikiran, Sayang." Ucap Daren lagi dan mempertanyakan tentang menghukum ulet bulu.


"Untuk ulet bulu nantilah Sayang. Kenapa apa kamu senang ya kalau aku berubah fikiran dan tidak jadi menghukum si ulet gatel itu. Apa emang bener kamu suka sama ulet gatel itu. Ya udah sana pergi ulet gatel itu dan temani dia di kandang Yoyo." Sewot Cassandra yang tiba-tiba kesel pada Daren yang bertanya seperti itu.

__ADS_1


Cassandra pun segera berdiri dari kursinya dan langsung naik ke lantai atas naik lift. Daren yang tidak ingin tidur di luar kamar pun segera mengejar Cassandra.


"Baby, tunggu kamu salah paham." Teriak Daren dan mengejar Cassandra dengan menaiki tangga.


Cassandra yang menaiki lift pun sudah sampai duluan di depan kamar mereka. Tapi saat ingin membuka pintu kamarnya, Cassandra terkejut karena tangannya di cekal oleh Daren.


"Baby, please kamu kenapa. Jangan salah paham, aku hanya mengingatkan mu Sayang. Tentang hukuman ulet bulu itu. Cintaku hanya untukmu Sayangku Cassandra Wilson Alexander. Cup." Ucap Daren dan mengambil kedua tangan Cassandra. Dan di akhir katanya Daren mencium kedua tangan Cassandra. Dan di balas senyuman indah di bibir seksi Cassandra.


Cassandra yang memang moodnya agak tidak bisa di kontrol karena ke hamilnya. Kadang sensitif dan terkadang jika sudah mendapatkan perhatian dari Daren. Moodnya pun akan kembali membaik.


Ibu hamil ya kek gitu ya, dikit-dikit kalau kemauannya di skak seseorang pasti dia akan uring-uringan. Tapi kalau udah di gombalin dikit dan di baikin, pasti langsung luluh. Mood bumil kayak naik roler koster. Naik turun berkelok dengan begitu cepatnya.


"Jadi nggak kita ke pasar malam Baby." Tanya Daren.


"Emmm." Jawab singkat Cassandra.


"Kok emm doang sih Baby. Jangan marah lagi ya, Sayangku." Kata Daren dan memeluk Cassandra.


Nadine yang baru balik dari tempat kerjanya yang sekarang. Ya sekarang Nadine bekerja di perusahaannya Daren sebagai karyawan di divisi keuangan.


Sengaja Daren dan Cassandra tidak memberitahu Kenan, karena mereka berdua ingin mengerjai Kenan. Tapi saat sudah mendekat dengan Nadine, Cassandra seperti melihat Nadine habis menangis.


"Hai Ndine kenapa lo kok sembab semua tu mata." Tanya Cassandra yang penasaran pada Nadine.


Nadine tak menjawab tapi malah langsung memeluk Cassandra begitu erat. Dia menumpahkan segala rasa sedihnya bersama sahabat kecilnya Audrey. Tapi sekarang sudah di panggil Cassandra.


"Ndine kenapa lo, coba cerita. Sayang tolong panggil Mbok Sumi, minta antarkan air putih." Tanya Cassandra pada Nadine dan meminta tolong pada Daren untuk memanggil Mbok Sumi.


"Hiks... Hiks Idar, Cass." Ujar Nadine dengan tangisnya.


"Ya kenapa dengan Idar, apa dia menyakitimu. Katakan Ndine. Tenang ya relaks Ok." Tanya Cassandra. "Tarik nafas dari hidung keluarkan dari mulut huuuffs haaaah." Lanjut Cassandra lagi.

__ADS_1


Cassandra pun membawa Nadine ke sofa ruang tengah. Daren yang sudah memanggil Mbok Sumi segera menyusul Cassandra dan Nadine di ruang tengah.


Sedangkan Nadine sudah agak tenang, dia pun mulai bercerita tentang semua yang sudah di lihatnya.


"Cass, Idar dia selingkuh dengan anak si sobri. Katanya dia mau ngelamar aku, tapi apa ini Cass. Dia selingkuh dengan Rosa anaknya si Sobri, dia keterlaluan Cass. Hiks hiks." Jawab Nadine dengan sesenggukan.


"Apa dengan anak si Sobri. Emang keterlaluan ya si Rosa itu, sama persis dengan si rubah betina itu. Apa yang kita miliki selalu ingin mereka rebut dari kita. Kamu jangan kuatir mati satu tumbuh seribu. Kan masih ada yayang beb Kenan. He he he." Kata Cassandra dan sedikit meledek Nadine.


"Iya benar kamu Cass, mati satu tumbuh seribu. Tapi, hiss Idar yang hanya karyawan biasa aja bisa selingkuh gimana lagi kalau Kenan. Dia kan termasuk orang kaya, aku minder tau Cass jangan ngada-ngada kamu. Sudahlah emang nasib cintaku seperti ini, biarkan saja aku melajang selamanya." Ujar Nadine yang pasrah akan keadaan.


"Ya sudahlah kalau pikiran mu seperti itu. Oh ya, mau nggak lo ikut kita ke pasar malam yang dulu. Rencananya aku sama Daren mau kesana. Soalnya twins five mau naik biang lala." Ajak Cassandra.


"Nggak ah nanti ganggu kalian lagi." Balas Nadine yang sungkan.


"Baby, biarkan Nadine di rumah. Kita pergi berdua aja ya Sayang." Ujar Daren yang ingin berdua saja bersama istri tercinta.


"Siapa bilang sama Nadine doang. Sayang, ini kesempatan Kenan untuk mendekati Nadine. Jadi sono telfon Kenan kesini, lagian tadi pada kemana si." Bisik Cassandra pada Daren, yang berniat untuk mendekatkan Nadine dan Kenan.


"Baiklah Baby, kalau niat kamu seperti itu. Aku akan mendukungmu Sayang. Lagian juga si Kenan sudah ngebet mau nikahan Nadine." Balas Daren yang berbisik juga pada Cassandra.


Daren pun segera menghubungi Kenan yang berada di halaman belakang bersama Scorpion Cs. Kenan yang awalnya malas di ajak Daren pergi ke pasar malam, tapi di saat sampai di dalam mobil dan dia melihat ada seorang wanita yang sangat dia rindukan.


Kenan pun sangat bahagia, Kenan yang mengemudi dan Nadine di sampingnya. Tapi di saat Kenan melihat raut wajah Nadine yang bersedih Kenan pun terasa sakit hatinya.


Sementara pasangan bucin akut mereka masa bodo dengan Kenan yang hanya diam. Toh nanti dia juga nggak akan betah hanya diam saja. Dan benar saja belum saja lama terdiam Kenan sudah tidak bisa diam saja.


"Ada apa dengan mu Nadine. Kenapa kamu seperti habis menangis, apa ada terjadi." Tanya Kenan penasaran.


"Tidak ada apa-apa, ini hanya kelilipan debu saja. Jangan khawatir, aku baik-baik saja." Balas Nadine dengan memaksakan senyumnya.


Kenan yang tau akan kondisi Nadine yang tidak baik-baik saja pun hanya bisa diam dulu untuk sementara. Agar memberikan waktu untuk Nadine tenang.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2