
Setibanya Manuel dan Arman di club malam itu, mereka berdua dan beberapa anak buah Daren dan Riko sudah berpencar ke dalam club malam.
Untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi. Arman masuk duluan, dia melihat situasi di dalam club. Dia melihat target sudah ada di sana, sedang bermain-main dengan banyak wanita muda dan se*i.
Arman bergegas mencari tempat duduk yang agak jauh dari posisi target berada. Sebelumnya dia sudah memesan minuman ke bartender.
"Koktail satu" pinta Arman pada bartender di sana.
"Baik Tuan, Tuan baru datang ke sini ya." Tanya bartender itu.
"Ya" jawab Arman datar.
Bartender pun tak memperdulikan lagi Arman. Dan sekarang dia sedang mengawasi situasi yang aman agar Manuel segera masuk ke dalam club.
Setelah mengamati situasi yang memang sebagian besar juga sudah banyak orang-orang Louis yang berjaga. Tapi tidak menciut kan niat Arman untuk memulai misi. Segera dia menyuruh Manuel masuk.
^^^Arman📲📩^^^
^^^Ela segera masuk target sudah terkunci. Kita segera mainkan peran kita.^^^
"Ck dasar Arman si***n" umpat Manuel.
Manuel 📲📩
Siap dan persiapkan dirimu juga Sayang.
"Ba*ngke lo Manuel ba**i." Umpat Arman geram. Tapi hanya bisa di dengar oleh Arman saja.
Di luar club, Manuel tertawa terbahak-bahak membayangkan bagaimana kesalnya Arman membaca pesan darinya.
Manuel pun segera masuk ke dalam club. Manuel yang di dandani layaknya seorang wa**a. Tapi anehnya Manuel terlihat sangat alami, Cantik dan se*i seperti wanita sungguhan.
Hingar bingar club memenuhi ruangan. Manuel berjalan melenggak lenggokkan pinggulnya yang se*i. Tidak sia-sia, Audrey, Riska dan Angela melatih Manuel berjalan dan bersikap layaknya wanita tulen.
Dia melihat-lihat dan mencari seorang yang sudah menunggunya. Ya Manuel mencari di mana tempat duduk Arman. Karena mereka akan berperan sebagai sepasang kekasih pedang cantik.
Arman yang sudah melihat batang hidung Manuel. Dia langsung melambaikan tangannya ke arah Manuel.
"Hai disini." Teriak Arman sengaja agar Robert melihat kearahnya. Dan benar perkiraan Arman, jika Robert dan Louis melihat kearahnya. Dan melihat Manuel berjalan kearah Arman.
Robert yang notabenenya memang suka dengan cewek pedang cantik pun langsung tertarik dan ingin memiliki Manuel seutuhnya.
__ADS_1
"Hai honey, nunggu lama ya. Maaf ya tadi akunya nyasar abis kamunya nggak jemput aku sih." Ucap Manuel manis manja dan suaranya di rubah selembut mungkin seperti wanita pada umumnya. Mereka pun bercipika cipiki dan saling memeluk seperti pasangan beneran.
"An**r nih ba**i aktingnya prefect dan mendalami banget." Umpat Arman dalam hati.
Manuel yang sekarang sudah duduk di samping Arman dan bergelayut manja di lengan kekar Arman.
Arman yang sebenarnya risih pada Manuel, tapi mau gimana lagi. Ini semua peran yang harus mereka jalankan. Ya harus di lakukan dengan sempurna.
"Nggak kok Sayang, aku juga baru nyampe. Kamu mau minum apa biar aku yang ambilkan." Ucap Arman dan memulai aktingnya.
"Samain kayak punya kamu ya honey." Balas Manuel manja pada Arman. Sampai-sampai membuat Arman bergidik ngeri melihat tingkah Manuel. Tapi mencoba untuk bertahan sampai misi selesai.
"Ya Sayang, aku pergi dulu ya. Ingat jangan kemana-mana ok." Arman langsung meninggalkan Manuel sendirian.
Dari kejauhan Robert sudah melihat Manuel sejak tadi. Dan ini kesempatan untuknya mendekati Manuel.
"Hai se*i sendiri aja." Tegur Robert mendekati Manuel.
"Monster sudah masuk perangkap." Gumam Manuel dalam hati.
"Eh iya, mau temenin aku ya Tuan." Balas Manuel manja. Dan membuat Robert gemas di buatnya.
"Robert, panggil aku Robert saja jangan Tuan ya baby." Robert memperkenalkan diri.
Robert yang mendengar Manuel centil padanya pun senangnya bukan main. Robert duduk di samping Manuel dan memegang paha mulus Manuel.
"Hiss dasar monster, mimpi apa akh aku semalem Tuhan. Harus bersama orang seperti ini." Gumam Manuel dalam hati. "Lo harus membayar mahal jasa gue Audrey." Lanjutnya lagi dalam hati.
"Lelaki tadi siapa cantik." Tanya Robert.
"Dia kekasihku" jawab jujur Manuel.
"Kamu sudah punya kekasih ya. Ya sayang dong gue keduluan ma tu orang." Balas Robert kecewa.
"Emangnya kenapa kalau pria tadi kekasihku. Eh ya mau minum apa, aku ambilkan ya" tanya Manuel dan menawarkan minuman untuk Robert.
"Biar aku saja yang ambilkan, kamu di sini saja." Balas Robert dan tidak mau di ambilkan.
"Nggak apa-apa biar aku saja ok." Kekeh Manuel dan langsung berdiri.
Robert hanya bisa pasrah saja. Di saat Ela pergi mengambil minuman, Robert menghampiri Louis dan meminta izin untuk bersenang-senang.
__ADS_1
"Tuan maaf, bolehkah saya izin untuk bersenang-senang Tuan." Kata Robert meminta izin pada Louis.
"Ya baiklah" balas Louis.
"Terima kasih Tuan." Balas Robert dengan senang hati.
Di sudut lain saat Robert meminta izin pada Louis. Kesempatan itu di gunakan sebaik mungkin Manuel untuk memasukkan obat yang sudah di berikan oleh Audrey.
Manuel berhasil memasukkan obat itu dan segera menuju meja yang sebelumnya dia berada.
"Hai, lama ya." Ucap Manuel.
"Tidak terlalu lama baby." Balas Robert genit.
"Ini minumlah" Manuel memberikan gelas minuman pada Robert.
"Terima kasih" sahut Robert dan langsung menenggak habis minuman itu. Setelah minuman itu habis, Robert sudah tidak tahan dan langsung ingin mengajak Ela ke ruangan VVIP.
"Baby aku sudah tidak tahan, mau kan ikut denganku." Pinta Robert yang sudah terbakar ga**ah.
Manuel tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya. Hanya jawaban seperti itu pun Robert sudah bahagia sekali. Apalagi nanti saat di VVIP room.
Segera Robert membawa Manuel ke tempat VVIP room dan segera mengeksekusi Ela di ranjang.
Tetapi saat akan melepas pakaiannya, tiba-tiba Robert mendadak terjatuh menimpa tubuh Ela. saat itu Manuel pun reflek dengan langsung berdiri karena tidak ingin lama-lama bersama Robert.
"A.. Ada apa i.. Ini kenapa tubuhku tidak bisa di gerakan." Ucap Robert agak gagap.
"Hai Tuan Robert, bagaimana enak kan terbaring tidak bisa bergerak sana sekali." Kata Manuel yang sudah kembali bersuara seperti lelaki tulen.
Dan membuat Robert syoc bukan main. "Jadi ini semua jebakan dari mereka, siapa kau sebenarnya." Tanya Robert marah.
"Ha ha ha baru kau sadari ya. Siapa aku tidak penting bagimu. Yang terpenting kau sudah akan aku lumpuhkan." Balas Manuel.
Manuel pun segera menelepon Audrey dan mengabarkan juka kelinci sudah ketemu.
Tuuut tuuut..
Halo...
Halo nona kelinci sudah berada dalam gengs.
__ADS_1
Bersambung....