
Daren yang melihat wajah Audrey memelas, Dia tidak tahan karena wajah itu sangat menggemaskan. Rasanya dia ingin mencubit pipi Audrey dengan gemas.
Akhirnya Daren pun mengabulkan permintaan Audrey. Tapi siapa lagi yang menjalankan itu semua kalau bukan Kenan seorang.
"Nan besok lo bawa Nadine ke apartemen di sebelah lo. Biarkan dia yang menempati unit itu. dan satu lagi, jadikan dia asisten mu biar pekerjaan mu tidak menumpuk banyak. Apa lagi mulai besok aku cuti. Setelah bertemu dengan klien." Kata Daren dan di tanggapi Kenan dengan memutar bola matanya malas. Lagi dan lagi harus dia yang melakukan.
Kenan yang mendengar apartemen di sebelah nya dia pun ada ide untuk menjahili Daren. Karena apartemen itu sebenarnya akan di berikan Daren untuk Liora. Ini adalah kesempatan Kenan untuk menjahi Daren.
"Oh apartemen yang akan lo kasih buat kekasih terindah lo itu ya si Liondel ondel. Ok besok akan aku antar Nadine ke apartemen itu dan mulai besok, kamu Ndine bekerja jadi asisten saya. mengerti !" balas Kenan jahil dan menaik turun kan alisnya ke pada Daren.
"Mengerti tuan." Balas Nadine.
Daren yang mendengar itu langsung kelimpungan, dia takut Audrey akan marah. Dan benar saja wajah Audrey berubah sendu dan memerah. Daren yang melihat itu langsung mendekati Audrey dan memeluk Audrey.
"Sayang maaf, itu...." Belum Daren menyelesaikan ucapannya, Audrey melepas pelukan Daren dan pergi meninggalkan Daren begitu saja dan dia langsung pergi ke kamarnya.
"Si**t sia**n lo Nan. Kenapa lo bilang itu. Jadi marahkan bini gue sama gue." Umpat Daren marah.
"Ha ha ha sabar bro." Jawab Kenan malah tertawa terbahak bahak.
"Si***n lo." Ucap Daren dan melemparkan bantal ke muka Kenan. Dia pun langsung pergi ke kamar dan ingin membujuk Audrey.
Nadine yang melihat itu bingung akan apa yang terjadi. kenapa dengan Audrey dan Daren. Dan kenapa malah Kenan tertawa seperti itu.
Saat Daren tiba di kamar mereka dia tidak melihat Audrey berada di dalam kamar. Daren sempat merasa takut bila Audrey pergi meninggalkannya.
Tapi saat pintu kamar mandi terbuka dan melihat Audrey yang sedang mengenakan handuk putih yang hanya menutup d**a nya sampai hanya sebatas pa*a atas saja.
Glek
Daren bersusah payah menelan salivanya. Dia melihat betapa cantik dan se*inya bidadari surganya itu.
__ADS_1
"Betapa bod*hnya aku telah menyia nyiakan ciptaan Tuhan yang paling indah ini. Bod*h bod*h lo Ren." Monolog Daren dalam hati karena menyesali apa yang sudah dia perbuat.
Audrey yang lupa jika dia tidak lagi di kamar yang di tempati satu orang pun kaget bukan main. Apalagi sekarang dia hanya memakai handuk saja.
Dan tatapan mata Daren yang ingin menerkamnya, membuat Audrey takut akan di terkam oleh Daren. Dia masih belum bisa memberikan apa yang Audrey pertahankan selama ini.
Daren yang sudah di kuasai oleh hawa na**u nya dia sudah tidak tahan lagi. Dia berjalan mendekati Audrey, Audrey yang ketakutan dia pun berjalan mundur. Aneh bener ya Audrey padahal yang ada di raga Audrey adalah Cassandra.
Cassandra kan mempunyai ilmu bela diri yang tinggi. Tapi ntah apa yang sudah terjadi, kenapa tubuhnya seakan tidak punya tenaga. Yang ada hanya tubuh kaku tak bisa berbuat apa-apa.
Apa ini memang respon dari tubuh Audrey yang asli ketika berhadapan langsung dengan Daren. Daren yang berhasil memojokkan Audrey di dinding pun segera mencekal tangan Audrey yang ingin mendorong Daren.
Tapi Daren yang seorang lelaki berbadan kekar dan atletis dia langsung menahan kedua tangan Audrey dan di cekal di atas kepala Audrey.
Daren yang gair*hnya sudah berada di ubun ubun tidak bisa menahannya. Ketika Audrey ingin bicara tapi sudah di bungkam oleh Daren.
"Emmmm" bibir Audrey yang se*i membuat Daren tidak tahan dan langsung me**ma*nya dengan lembut. Audrey yang terkejut dia hanya diam saja tidak bisa berkutik.
Daren mengigit pelan bibir bawah Audrey dan memperdalam cium*n nya. Sementara Audrey yang sudah terbawa arus oleh Daren. Dengan instingnya dia pun mengikuti apa yang Daren lakukan padanya.
Dia juga membalas cium*n mesra Daren. Daren pun melepaskan tangan Audrey yang di cekalnya. Kini tangan Audrey berada di leher Daren, dan tangan Daren berada di pinggang Audrey dan memeluknya dengan erat. Merapatkan posisi mereka seperti perangko.
Di saat nafas keduanya sudah hampir habis, barulah cium*n mereka terlepas.
Hah
Hah
Audrey mengatur nafas nya. Dia ingin bicara lagi tapi lagi dan lagi langsung di bungkam Daren dengan melu**t lagi bibir se*i Audrey. Dan langsung turun ke leher Daren mengecupinya dan meninggalkan jejak kepemilikan di leher jenjang Audrey.
Audrey yang baru merasakan apa yang di lakukan Daren, dia tidak bisa bicara apapun. Dia hanya bisa menikmati apa yang Daren lakukan padanya.
__ADS_1
Daren langsung membuka lilitan handuk Audrey dan sekarang terpampang jelas buah kesukaannya yaitu buah semangka yang lezat. Saat ini Daren pun sudah berada di buah kesukaannya, apa lagi kalau bukan buah semangka.
Dia melahap buah semangka itu dengan lahapnya. Bagaikan anak kecil yang dapat mainan baru. Audrey yang merasa kenikmatan pun mere*as rambut Daren. Tidak ada penolakan dari Audrey.
Tapi hanya de***** dan er**** saja yang terdengar dari mulut Audrey. Daren yang mendengar itu pun merasakan jika si Toing sudah tidak bisa tahan lagi karena sudah berdiri dengan tegaknya.
Apalagi sudah melihat bidadari yang sudah polos di depannya. Daren pun langsung menggendong Audrey ke tempat tidurnya.
Audrey yang seakan pasrah pun tak bisa berbuat apa-apa karena dia juga sudah merasakan sudah tidak tahan di bawahnya.
Daren kembali mencu** Audrey dengan lembutnya. Dia merasa bahagia karena Audrey tidak menolaknya sama sekali.
"Sayang boleh ya... Si To ing sudah tidak sabar untuk merasakan mambajak sawahnya sayang." Ucap Daren serak karena sudah berada di puncak ha***nya.
"Iya baiklah Akang." Ucap Audrey malu malu dan menoleh ke samping menghindari tatapan penuh damba Daren. Sejak kapan Cassandra malu malu begini. Haduh deh othor tepuk jidat deh ah.
Tak ingin memakan waktu lama Daren pun bergegas melucuti semua pakaiannya tanpa bersisa. Dia dan Audrey sama-sama polosnya.
"Sayang kita mulai ya. Tahan sebentar ya sayang ini akan sakit sebentar saja kok. Nanti lama kelamaan akan terasa nikmat." Ucap Daren menenangkan Audrey.
Tapi amsyong buat Daren karena saat ingin mempertemukan si To ing dan sawahnya panggilan tidak terduga dari sahabat somplaknya pun terdengar.
Drt
Drt
Drt
*****
Nih buat riders ku yang budiman. Aku kasih 1 bab lagi... Jangan lupa tinggalkan komen, like dan vote ya pleeas...
__ADS_1
Makasih yang udah kasih like nya....