
*
*
Besok adalah pemeriksaan rutin Cassandra ke Dokter. Dokter Inggrid yang sekarang bekerja di rumah sakit milik Daren pun sudah mempersiapkan semua keperluan yang di perlukan dan menutup poli kandungan untuk sementara saat pemeriksaan berlangsung.
Saat ini Cassandra dan Nadine akan pergi ke tempat suami mereka bekerja. Kenan dan Nadine sudah menikah hampir 2 bulan yang lalu setelah kejadian malam pertama duluan dan ngidam extrem Cassandra.
Nadine yang sejak pagi sudah berada di rumah Cassandra. Kini mereka berdua pergi ke perusahaan Daren di antar oleh supir.
mereka berdua ingin makan siang bersama dengan suami masing-masing. Cassandra yang membawakan makanan kesukaan Daren begitu pula dengan Nadine.
"Cass kapan pemeriksaan si kembar, boleh nggak gue ikut. Pingin ngeliat mereka berbagi tempat dan jenis kelamin kelimanya." Tanya Nadine antusias.
"Besok jam 10 pagi, aku juga sudah nggak sabar Ndin. Ingin ketemu lagi sama mereka, kalo Lo mau ikut datang aja ya." Jawab Cassandra sambil mengelus perutnya.
"Ok, gue akan datang pagi-pagi sekali. He he he"
Saat Cassandra dan Nadine berbincang-bincang, Rama supir pribadi Cassandra. Merasa ada yang membuntuti mereka dan yang di lihat Rama ada banyak mobil yang mengikutinya.
"Maaf Bos, sepertinya ada tikus yang mengikuti kita." Kata Rama pada Cassandra. Rama adalah salah satu anak buah Cassandra yang di tugaskan untuk menjadi bodyguard sekaligus supir pribadi.
Cassandra yang mendengar itu pun langsung menoleh ke belakang. Dan benar saja Cassandra melihat beberapa mobil sedang membuntuti mereka.Nadine yang juga melihat banyak mobil yang mengejar mereka pun ketakutan.
"Kita ikuti permainan mereka Ram. Kita akan akhiri mereka, aku sudah bosan dengan mereka semua. Apalagi nenek lampir itu, biar Papa terbebas dari mereka." Kata Cassandra santai pada Rama.
"Baik Bos, saya juga sudah mengirimkan sinyal bahaya ke ketua klan yang lain. Dan para pimpinan yang lainnya, mereka segera melakukan tugasnya." Balas Rama yang masih fokus pada kemudinya.
"Hah apa yang akan terjadi Cass, apa kita akan baik-baik saja. Aku takut Cass, aku akan menelfon suamiku." Panik Nadine yang sudah gemetar ketakutan.
"Lo tenang aja Ndin, dan jangan keluar dari mobil. Jangan hubungi Kenan dulu, karena sudah ada yang menjemput mereka." Ucap Cassandra menenangkan Nadine.
"Tapi Cass..." Sebelum Nadine menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba Rama menyela.
"Maaf Bos sepertinya Nona Nadine harus kita amankan terlebih dahulu. Mereka sudah bertindak bos." Kata Rama menyela ucapan Nadine.
Saat itu mobil yang berada di belakang mereka pun segera mendahului mereka dan menghadang mobil yang di tumpangi Cassandra dan sahabatnya.
Disaat itu pula Cassandra memukul tengkuk Nadine dan Nadine pun pingsan seketika. Cassandra sengaja melakukan itu agar dia dan Rama bisa menjalankan rencana mereka.
Cekiiiiiiiiit.
Suara rem mobil Cassandra yang berhenti mendadak. Rama dan Cassandra yang sudah tahu akan terjadi penghadangan pun, sudah bersiap dengan benturan yang akan terjadi.
"Are you ready Ram"
__ADS_1
"Yes, Im ready"
"Ok let's get play"
Beberapa orang berbadan kekar pun keluar dari masing-masing mobil yang mengepung mobil Cassandra.
"Hei keluar kalian atau aku akan pecahkan kaca mobil kalian." Suara salah satu orang berbadan kekar itu.
Duhhhg
Duhhhg
Duhhhhg
Suara kaca yang di gedor para orang-orang itu. Sementara Rama dan Cassandra bersiap untuk keluar dan akan mengunci mobil secara otomatis dari luar. Agar Nadine tidak bisa keluar dari mobil.
"Hei kenapa kalian menghadang mobil kami." Tanya Rama yang pura-pura bodoh.
"Serahkan wanita hamil itu, dan nyawamu akan kami ampuni. Cepat serahkan" jawab sengit ketua dari salah satu klan Mafioso dari Black Skull. Yang bertugas untuk menculik Cassandra.
"Cuih, dalam mimpi mu" ucap Rama tak kalah sengit.
"Oh, tidak takut mati rupanya dia."
"Serang, dan bawa wanita hamil itu ke mobil." Perintah Danang pada bawahnya. Ya Danang lah ketua dari para mafioso itu.
Karena memang tidak ada pengawal lain yang mendampingi Cassandra. Cassandra sudah curiga akan hal ini. Makanya dia ingin mempermudah langkah mereka dan akan menghancurkan para mafioso itu.
Lima orang langsung menyerang Rama secara bersamaan, tapi Rama masih bisa melawan mereka berlima.
Buhhhg
Buhhg
Ahhh
Klek
Ahhh
Bughh
Rama menangkis serangan salah satu dari mereka dan mematahkan tangan itu. Saat kelima orang itu kalah dari Rama, yang lainnya pun tidak tinggal diam dan segera melawan Rama secara bersamaan.
"Hei baji*ngan kecil, tidak akan aku biarkan kamu hidup." Danang yang sudah tidak sabar lagi pun segera menyerang Rama secara brutal.
__ADS_1
Danang pun melayangkan pukulan ke wajah Rama, tapi dengan gesit Rama menghindar dan membalas pukulan Danang dengan meninju perut Danang.
Buhhg
ahhhhk
"Si*alan" umpat Danang.
Tak mau mengalah Danang membalas lagi dan serangan Danang yang brutal pun mengenai Rama.
Krakkk
ahhhhk
Shhhiiiitttt
"Ha ha ha cuma begitu saja ya kemampuan mu baji*ngan kecil." Tawa Danang meremehkan Rama.
"Bereskan Dia" lanjut Danang menyuruh anak buahnya dan segera membawa Cassandra pergi dari sana.
"ahhhhk, apa yang kamu lakukan. Lepaskan saya, tolong jangan bawa saya." Teriak Cassandra memohon agar tidak membawanya pergi.
"Jangan banyak melawan jika tidak ingin terjadi apa-apa pada anak-anak dalam kandungan mu. Cepat ikut aku sekarang juga." Kata Danang sengit dan segera membawa Cassandra ke dalam mobil Van mereka.
Rama sudah tergeletak tak berdaya di jalan raya. Mobil yang membawa Cassandra sudah menjauh dan tak terlihat lagi. Rama yang memang pura-pura kalah pun segera bangkit dan langsung memberi tahu pada Daren.
Tuut tuut.
Hallo
"Tuan, maaf Nyonya di culik."
APA, bagaimana bisa terjadi. Kenapa tidak becus menjaga istriku. Sekarang kamu dimana.
"Saya berada di jalan XX Tuan. Sekarang Yupi sudah berada di lobi perusahaan Tuan."
Yupi sudah di lobi
"Ya Tuan"
Baiklah aku mengerti
*
*
__ADS_1
Bersambung......