Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Bukti


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk" Daren menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu.


Setelah di suruh masuk, orang itu langsung masuk. Orang itu tak lain adalah Riko dan Arman yang mengantarkan Yola ke Cassandra.


"Ada apa lo nyuruh gue bawa Yola ke sini. apa ada hal yang penting, sehingga lo butuh Yola." Tanya Riko penasaran. "Eh tunggu, apa ini ada hubungannya dengan rubah betina itu." Lanjut Riko lagi.


"Ya, ini emang karena rubah itu. Gue mau mencari bukti untuk membungkam mulut ularnya itu." Jawab Cassandra.


"Ya udah nih Yola buat lo. Oya Ren kapan kalian keluar dari rumah sakit." Riko menyerahkannya Yola pada Cassandra dan bertanya pada Daren.


"Mungkin besok baru keluar dari rumah sakit ini. karena besok ada rapat pemegang saham di perusahaan gue. Emang ada apa tumben lo nanya gue." Balas Daren.


"Nggak ada apa-apa, cuma Cassandra juga lusa ada rapat dengan Gama grup. Tuan Frans Gama ingin bertemu dengan CEO baru WA grup. Karena gue udah umumin kemarin kalo Cassandra Audrey William adalah CEO baru dari WA grup." Terang Riko pada Daren.


"Kenapa lo nggak kasih tau gue, sebagai suaminya Cassandra gue berhak tau dan boleh nggak istri gue bekerja." Ketus Daren pada Riko.


"Ren maaf tapi para pemegang saham nggak setuju kalau gue yang pegang perusahaan tanpa gue punya Blue Rose. Sedangkan Cassandra punya Blue Rose dan mereka tidak akan bisa berkutik. Walaupun mereka hanya memegang saham sedikit dari Cassandra. Tapi saat Cassandra di nyatakan meninggal, mereka semua ingin menjadi CEO WA grup. Mereka semua menentang jika aku yang menggantikan Cassandra jadi CEO nya." Terang Riko menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Emang berapa saham yang di miliki para tikus itu." Tanya Daren pada Riko.


"Saham mereka semua berjumlah dua puluh lima persen. Di antara ketiga orang itu, tuan Broto memegang lima belas persen dan dia yang menginginkan menjabat menjadi CEO WA grup." Balas Riko.


"Baiklah kalau begitu gue akan meminta Kenan untuk membeli dua puluh lima persen saham yang tersisa. Gue tidak ingin tikus-tikus itu mempersulit bini gue. Dan lo bilang sama Broto, jika dia nggak mau ngejual saham dia dan teman-temannya lo bilang aja kalau yang beli saham mereka adalah Daren Jonathan Alvaro. Ntar Broto pasti akan segera menjualnya." Ucap Daren penuh percaya diri.

__ADS_1


"Emang mempan tu si Broto cuma sama nama lo hah." Ujar Arman seenak jidatnya dan mulut penuh dengan makanan. Ya karena sejak dari tadi dia hanya diam karena sedang menikmati makanan yang ada di meja depan sofa yang mereka duduki.


Katanya sih mubadzir kalau nggak di makan. Emang dasar ya para sahabat Cassandra nggak ada yang bener. Ada yang tukang makan, tukang ngilang dan lain-lain pokoknya.


"Kucrit lo, dasar tukang makan. Ya mempan lah karena gue punya kartu As nya si Broto." Jawab Daren kesal pada Arman yang meragukannya.


"Wuih gila lo, lo punya kartu As yang katanya Mr prefect itu." Tanya Arman masih dengan mulut banyak makanan.


"Eh telen dulu tuh makanan yang ada di mulut lo." Ujar Cassandra sambil melempar bantal sofa. Dan membuat Arman tersedak makanan.


"Uhuk uhuk uhuk. Gila lo Cass, gue bisa mati tau nggak. Kan sayang kalo gue mati tapi belum tau rasanya apem muda. Ha ha ha." Balas Arman dengan banyolannya.


"Ihss yang ada di otak lo tu cuma apem muda aja. Dasar omes." Celetuk Riko yang ada di samping Arman. "Pletak" tak lupa dengan jitakan khas Riko.


"Auugh gila lo ya Ko."


"Ya Ko, twins five udah nggak rewel." Balas Cassandra.


"Makanya lo kalo ngidam jangan nyiksa kita-kita yang nggak doyan pedas. Kejadian kan seperti kemarin." Cerocos Riko pada Cassandra.


"He he he nggak lagi deh yang pedes-pedes tapi yang lain bolehkan." Balas Cassandra cengengesan.


"TIDAK... " Teriak Daren, Riko dan Arman berbarengan.


"Ihhs kalian nggak suka ya sama twins five. Hikss hikss hikss. Kalian kejam. Hwaa hwa hwa." Sebal Cassandra dan menangis kejer di hadapan ketiga pria di depannya.

__ADS_1


Mood bumil emang extrem ya gays. Apapun pasti pengennya di turutin tapi kalau nggak di turutin pasti bakal ngambek, ngamuk dan nangis. Itulah senjata bumil biar di turutin. Ada yang seperti itu disini.


"Baby jangan nangis dong, iya iya kita akan nurutin apa yang di mau bumil cantik ini ok. Kalian berdua harus mau ya nurutin apa maunya bumil cantik satu ini ok. Awas aja kalau kalian nggak mau." Ancam Daren pada Riko dan Arman.


"Siap Bos." Jawab mereka berdua.


"Janji ya Sayang ku." Ujar Cassandra manja.


"Iya Baby. Cintaku manisku sayangku. Mmmuach." Balas Daren dan memberikan kecupan di bibir se*i Cassandra. Adegan dewasa itu tak luput dari mereka berdua, Riko dan Arman hanya bisa gigit jari saja saat melihat kemesraan antara Daren dan Cassandra.


"Sayang lihat lah ini, aku sudah masuk ke sistem CCTV di rumah Audrey. Dan aku akan mencari kejadian-kejadian setahun yang lalu. Dan beberapa tahun silam, aku harus mendapatkan bukti akan kejahatan nenek lampir dan rubah betina itu." Tunjuk Cassandra saat sudah bisa menembus sistem CCTV di kediaman Antoni.


"Good job Baby, jangan terlalu terburu-buru agar kita bisa menemukan bukti yang akurat, tajam dan terpercaya......" Ujar Daren tapi langsung di potong oleh Arman.


"Ren, gue jadi ingat moto salah satu televisi swasta di sini kayak omongan lo tadi. Ha ha ha." Ledek Arman pada Daren.


"Si***n lo tukang makan. Awas aja lo ya gue nggak bakal kasih lo jatah makan lagi." Umpat Daren dan mengancam Arman nggak di kasih jatah makan lagi.


"Bro jangan dong, gratisan gue hilang dong. Amsyong deh." Rengek Arman pada Daren.


"Hay gays nih kalian liat, gue dapat bukti yang akan menghancurkan mereka semua." Teriak Cassandra pada mereka yang sedang berdebat tentang makanan.


"Mana Baby, aku mau liat juga." Daren penasaran tentang bukti apa yang di dapat oleh Cassandra.


Apa kalian juga penasaran dengan bukti apa yang di dapatkan oleh Cassandra. Nantikan episode berikut nya ya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2