
*
*
"He he he, ini gara-gara anda bos. Jadi saya nggak tahan nyikat anak orang." Kata Kenan dengan cengiranya.
"Besok datang ke KUA ya Bos, buat jadi saksi pernikahan kilat saya." Lanjut Kenan lagi.
"Udah bicara kayak biasanya aja. Lo nggak cocok ngomong formal kek gitu." Balas Daren kesel.
"Lo udah apain anak orang hah. Sampek nggak di anterin pulang, noh urusan Lo ama bini gue." Lanjut Daren dan menunjuk dengan dagunya ke arah Cassandra yang sudah mode Dewi kematian.
Mata Kenan yang langsung tertuju pada Cassandra yang sedang duduk di sebelah Papi Hilton. Bulu kuduk Kenan pun langsung berdiri, merinding tak karuan.
Belum juga kekesalan Cassandra pada suaminya, kini bertambah lagi dengan Kenan yang membawa Nadine dan tidak di pulangkan. Dan apa tadi dia dengar, besok Kenan akan menikahi Nadine.
"He he he, maaf Cass" Ujar Kenan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"What, sini Lo semprul. Lo udah apain anak orang hah. Main nikah-nikah aja Lo, mana nggak ijin juga Lo ama gue." Garang Cassandra pada Kenan.
"Udah tak cicipin Cass, gila enak bener tau nggak rasanya. Makanya Daren bucin amat Ama Lo ya. Ternyata emang nikmat banget, rasanya mau lagi mau lagi. He he he." Ceplos Kenan, Cassandra yang mendengar itu pun langsung naik pitam.
Sahabatnya udah di rusak sama asisten semprul suaminya. Dia pun tak pandang bulu langsung menyerang Kenan dengan membabi-buta.
Bughhh.
Bughhh.
Brakkk.
Ahhhhk.
"Ampun Cass, ampun. Udah jangan pukul lagi, besok aku mau nikah. Kan nggak bagus ntar kalau mempelai prianya babak belur bonyok kek gini." Teriak Kenan memohon ampunan pada Cassandra. Dengan menahan sakit di wajah dan perutnya.
"Sayang, Baby" ucap Tuan Hilton dan Daren bersamaan.
Mereka syok dengan kecepatan bumil itu. Walaupun dengan perut yang sudah membesar tapi kecepatannya malam bertambah gesit.
"Baby kamu tidak apa-apa kan, udah kamu jangan turun tangan ya. Biarkan aku yang akan menghukum semprul itu." Ucap Daren khawatir dengan keadaan istrinya dan memperhatikan sampai memutar badan Cassandra dan meneliti ada yang terluka atau tidak.
Padahal di sini yang harus di khawatirkan adalah Kenan. Kenan yang babak belur di hajar oleh Cassandra. Cassandra benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.
__ADS_1
Kenan kapok dengan Cassandra, dia tidak akan berani-berani lagi mengusik Cassandra dan orang terdekatnya. Dia pun berjanji dalam hatinya tidak akan menyakiti hati Nadine. Jika itu terjadi, mungkin kematian lah yang akan Kenan dapatkan.
Luna, Stoner dan Margaretha yang melihat betapa ganasnya istri dari Bosnya dan keponakan dari bos Stoner dan Margaretha. Mereka bertiga ngeri dan tidak ingin menjadi sasaran Cassandra di suatu hari nanti.
"Iya Sayang kamu harus dengar apa kata suamimu, kamu tidak apa-apa kan. Papi khawatir dengan keadaan mu. Serahkan semuanya pada suamimu Ok. Ingat kamu nggak sendiri lagi, kamu bawa 6 nyawa sekaligus loh ya." Ujar Papi Hilton khawatir juga dengan keadaan Cassandra.
"Ih Sayang dan Papi, ini keinginan dari para bocil di dalam sini. Mereka ingin sekali menghajar semprul itu Sayang." Balas Cassandra manja pada Daren dan Papinya. Dan menunjuk perutnya yang sudah membuncit itu.
"Twinsnya Daddy yang mau ya. Ya udah sekarang kan udah mukulin unclenya. Sekarang anak-anak Daddy mau apa lagi. Tapi jangan yang extrem kayak kemarin ya Baby." Kata Daren lembut dan mengelus perut buncit Cassandra. "Baby inikan udah jalan 3 bulan lebih kok aku nggak pernah liat kamu kayak orang ngidam ya. Biasanya kan orang hamil muda pasti mual muntah dan bawaannya mager, seperti artikel yang aku baca. Tapi kok kamu kayak orang yang nggak hamil ya Sayang." Lanjut Daren penasaran dengan apa yang terjadi dengan istrinya.
Daren yang merasa bingung dengan keadaan istrinya. Istrinya hamil tapi kayak orang yang tidak hamil. Nggak mual, muntah tapi normal layaknya orang normal biasa.
Daren sudah mempersiapkan dirinya semenjak tahu jika istri tercintanya sedang hamil, apalagi hamil kembar 5 yang tidak biasa. Dia pun mencari-cari artikel tentang kehamilan kembar.
"Sayang kebetulan sekali, aku mau telur gulung yang ada di depan sekolah SD xx di jalan Soedirman. Emmm ngebayangin aja udah mau keluar nih air liurnya." Jawab Cassandra cepat. Moodnya sudah kembali normal lagi, sudah nggak sebel dengan masa lalunya dan sekarang dia semangat lagi.
"What telur gulung, apaan itu Baby." Kaget Daren dan menanyakan telur gulung itu apa. Maklumlah Daren yang lama tinggal di luar negeri dan anti dengan jajanan SD seperti itu.
"Ihh masak nggak tahu si telur gulung itu apa Sayang. Itu jajanan anak SD, dan aku lagi mau telur gulung, terus sate pentol, emm pokoknya yang di jual di SD xx jalan Soedirman. Nggak mau yang lain, titik nggak pake koma." Kekeh Cassandra yang mau jajanan SD yang kekinian.
"Tapi..." Sebelum Daren menyelesaikan ucapannya, keburu di potong oleh Cassandra.
"Hah Apa, kok KALIAN. Emang siapa lagi Cass, jangan bilang kami para lelaki." Tanya Kenan yang syok dengan keinginan Cassandra yang absurd.
"He he he iya, emang kalian semua. Para laki-laki bawa daster sama wig nya dan kalau yang wanitanya kalian harus pake sarung dan peci terus harus pake kumis palsu." Ujar Cassandra dengan cengiranya.
"Termasuk Papi juga ya, Papi harus pake daster. Dan untuk kamu Nan, pesankan 4 daster sama wig nya dan 3 sarung sama peci dan nggak ketinggalan sama kumisnya ya. Cepat nggak pake lama Ok." Kata Cassandra pada Papinya dan memerintahkan Kenan untuk membeli perlengkapan itu semua.
"Hah, baiklah. Sepertinya kita akan karnaval lebih dulu nih." Hela nafas Kenan dan menepuk jidatnya.
Kenan pun bergegas menyuruh anak buahnya untuk membeli perlengkapan karnaval yang di mau.
Daren yang sudah lemas ketika mendengar permintaan istrinya yang absurd pun hanya bersandar lemas di sandaran sofa. Menerima apa yang akan terjadi, dan para sekertaris dan asisten pun juga pasrah dengan permintaan Nyonya nya itu.
"Baiklah Papi akan turuti ngidam kamu Sayang, walaupun Papi harus rela karnaval duluan." Pasrah Papi Hilton pada putri tersayang nya.
"Yey makasih ya Pap." Riang cast dan memeluk Papinya.
"Kamu lupa sama aku ya Baby." Lesu Daren yang cemburu melihat istrinya yang bermanja-manja dengan Papinya.
"He he he" cengir Cassandra.
__ADS_1
"Maaf Sayangku. Muahc muahc. Aku nggak akan lupain kamu kok Sayang." Lanjut Cassandra dan menciumi pipi Daren kanan dan kiri. Dan itu membuat pipi Daren berubah memerah seperti tomat.
Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu. Yang tak lain adalah orang suruhan Kenan yang di suruh untuk membeli perlengkapan baju untuk karnaval dadakan.
Tok tok tok.
"Masuk" suruh Daren dari dalam ruangannya.
"Permisi Tuan, ini pesanannya." Ucap pengawal yang di suruh Kenan untuk membeli daster dan lainnya.
"Ya, taruh di situ saja dan terima kasih ya." Balas Kenan yang menunjukkan meja di dekat sofa.
"Sama-sama Tuan, permisi" ucap pengawal itu dan pamit undur diri.
Setelah pengawal itu pergi, semua orang yang ada di sana segera mengganti baju mereka dengan kostum yang sudah di tentukan ibu hamil itu.
Cassandra tak berhenti tertawa saat dirinya melihat suami, Papi dan para asisten memakai daster dan wig panjang. Mereka semua sangat cantik-cantik, apalagi Daren gagah dan cantik.
"Ha ha ha aduh perut ku kram." Tawa Cassandra sampai-sampai perutnya kram. Dan itu langsung membuat mereka semua khawatir.
"Baby kamu tidak apa-apa, makanya udah ya nggak usah ada acara kayak gini. Lihat kan perutmu jadi sakit." Khawatir Daren.
"Ya Sayang kamu nggak apa-apa kan. Udah jangan aneh-aneh ya" sambung Papi Hilton.
"Nggak apa-apa Sayang, Papi juga nggak perlu khawatir Ok. Andra malah senang kok, ya udah yok kita pergi. Let's go" semangat Cassandra.
Mereka semua hanya bisa pasrah saja demi nurutin ngidamnya bumil yang absurd. Kini mereka semua sudah berada di dalam lift yang menunju ke lobby perusahaan.
Dengan penampilan yang luar biasa, seumur-umur di perusahaan besar seperti milik Daren ini tidak pernah ada segerombolan orang-orang yang berpakaian aneh seperti mereka.
Di saat pintu lift khusus CEO mereka terbuka, para karyawan yang berada di loby perusahaan pun kaget dan syok. Melihat ada segerombolan manusia yang memakai daster dan sarung.
Di lihat-lihat dari perawakannya itu seperti Bos mereka dan asisten nya. Tapi kok mereka memakai daster dan wig. Mereka yang melihat itupun ingin sekali tertawa tapi takut akan segera di pecat dari perusahaan itu dan di black list.
"Apakah itu Tuan Daren dan asisten Kenan dan siapa lagi mereka kok berpakaian aneh seperti itu." Tanya salah satu karyawan yang sedang berada di bagian resepsionis.
"Iya ya itukan Tuan Daren dan asisten Kenan. Itu juga ada sekertaris Luna yang pakai sarung dan berkumis. Sepertinya Nyonya kita lagi ngidam nih, ngidamnya Nyonya Cassandra serem juga ya. Tapi lucu, bikin Bos kita nggak bisa berkutik." Balas Kenita yang sudah tahu jika itu pasti perbuatan bumil cantik itu.
"Wao ternyata Bos bisa bucin akut ya. Karnaval sebelum waktunya." Ucap salah satu karyawan lagi dengan tawa yang lirih takut Bos mereka mendengar itu. Bisa-bisa nyawa melayang.
Bersambung.......
__ADS_1