Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Gara-gara Bakso Mercon


__ADS_3

Daren yang memang tidak tahan akan rasa pedas. Dia sudah tidak tahan dan langsung lemas tak berdaya.


"Bro lo nggak kenapa-napa kan. Gue kan udah bilang sama lo, jangan makan pedas lagi. Lambung lo ntar kumat gimana. Dan lo Cass sudah tau suami nggak bisa makan pedas lo malah suruh suami lo buat makan pedas. Benar-benar ngawur lo Cass. Inggrid lo bisa obati Daren kan, pasti lambungnya kumat." Sewot Kenan memarahi Cassandra.


Cassandra yang melihat suaminya tidak berdaya pun langsung panik.


"Sayang maafkan aku, aku salah Sayang. Demi menyenangkan aku, kamu seperti ini. Maaf, maaf Sayang." Ucap Cassandra panik dan khawatir.


Daren yang lemas, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Cassandra. Kenan yang khawatir pun langsung menyuruh bawahannya membawa ke rumah sakit.


"Ayo cepat bantu aku untuk membawa Tuan Daren ke rumah sakit." Teriak Kenan.


Keriuhan pun terjadi, Daren di papah Kenan dan Riko. Mereka segera membawa Daren dan tak menunggu waktu lama. Kini mereka sudah berada di rumah sakit milik Daren.


Dokter Sasongko yang di beri tahu bahwa Daren sakit dan memerlukan bantuan perawatan. Kini beliu sudah menangani Daren di ruang UGD.


Cassandra sangat merasa bersalah, karena ke egoisnya. Suami tercinta menjadi korbannya, dia sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya.


"Gara-gara bakso mercon Mas Bro nih kita sama-sama menderita." Ujar Arman yang sama tidak suka makanan pedas. Tapi dia masih sanggup untuk memakanya.


Tidak seperti Daren yang memang tidak boleh makan pedas karena lambungnya yang bermasalah.


"Hus ngaco lo kenapa lo bilang kayak gitu. Tuh lo nggak liat Cassandra kayak apa." Kata Riko menyadarkan Arman. Dan melihat ke arah Cassandra.


Di sana Cassandra terlihat tertekan, wajahnya pucat dan ketakutan. Mereka sebagai sahabat tidak pernah melihat Cassandra terpuruk seperti ini. Tapi ini apa yang mereka lihat, Cassandra sangat takut kehilangan Daren dan merasa sangat bersalah.


"Cass tenang saja ya, Daren pasti tidak akan kenapa-napa. Jadi lo yang tenang ya, jangan khawatir." Ucap Riska menenangkan Cassandra. Riska pun memeluk Cassandra dengan penuh kelembutan.


"Ini semua gara-gara lo Cass. Sudah tau suami nggak bisa makan makanan pedas kok masih di suruh habisin. Mau bunuh Daren ya lo Cass." Geram Kenan pada Cassandra.

__ADS_1


"Lo apa apaan Nan. Liat tuh Cassandra malah kejer kayak gitu. Nanti kalau ada apa-apa sama dia dan Daren marah lo tanggung jawab dodol. Gue tau lo khawatir sama Daren, tapi istrinya juga khawatir. Jadi jangan tambah bikin runyam tau nggak." Ujar Riko yang tidak terima Cassandra di salahkan. Apa lagi saat melihat Cassandra nangis kejer kayak gitu.


Riko tambah tidak tega melihat Cassandra seperti itu. Dia pun keluar untuk membelikan minuman untuk Cassandra agar sedikit lebih tenang.


Kenan yang melihat Cassandra seperti itu pun tersadar dari amarahnya. Dia yang di kuasai amarah pun sedikit mereda.


"Cass maafkan aku ya, aku kalut melihat Daren seperti itu. Maaf." Ucap Kenan meminta maaf.


"Hiks... Hiks... Nggak apa-apa Nan. Karena ini memang salahku yang memaksa suamiku untuk memakan bakso itu." Balas Cassandra sendu.


"Auhk.... Sakit." Teriak Cassandra memegang perutnya.


Arman, Kenan, Riska, Angela, Inggrid dan Manuel semuanya panik ketika mendengar dan melihat Cassandra kesakitan.


Inggrid langsung menghampiri Cassandra dan memeriksanya. Cassandra mengalami kram pada perutnya karena ketakutan yang berlebihan.


Mereka memutuskan untuk membawa Cassandra ke UGD untuk mendapatkan penanganan. Di saat bersamaan pintu ruangan UGD terbuka.


"Ada apa dengan Nona ini Tuan." Tanya Dokter Sasongko.


"Dia adalah istri dari Tuan Daren, dia sedang hamil muda dan saat ini perutnya sedang kram. Tolong segera tangani Nyonya secepatnya." Jawab Kenan menerangkan.


"Baiklah kalau begitu, mari Nyonya. Suster tolong bawa brangkar ke sini. Nyonya Daren butuh penanganan." Ujar Dokter Sasongko.


"Dokter bagaimana keadaan suami saya." Di tengah kesakitanya, Cassandra masih sempat menanyakan keadaan suaminya.


"Tuan Daren baik-baik saja Nyonya, anda tidak perlu khawatir. Sekarang kita periksa dulu Nyonya." Balas Dokter Sasongko.


"Maaf Dokter, perkenalkan saya Dokter Inggrid, saya Dokter kandungan pribadinya Nyonya Cassandra. Tuan Daren menyuruh saya agar slalu menangani Nyonya, Dokter. Tuan Daren melarang siapa pun menyentuh Nyonya kecuali saya sebagai Dokter pribadinya Nyonya." Kata Inggrid pada Dokter Sasongko.

__ADS_1


Dokter Sasongko yang mengetahui sifat Daren seperti apa pun langsung memperbolehkan Dokter Inggrid menangani Nyonya Cassandra.


"Baiklah Dokter Inggrid silahkan." Pinta Dokter Sasongko.


Daren yang sudah sadar dan agak mendingan melihat istrinya di bawa ke brangkar samping nya pun panik. Saat melihat istrinya kesakitan, dia pun tak berdaya karena keadaannya.


"Ahhhk Sayang sakit." Teriak Cassandra Kesakitan.


"Baby kenapa kamu Sayang. Apa twins five rewel Baby." Tanya Daren yang masih di atas brangkarnya.


"Tuan tenanglah Nyonya sudah di tangani oleh Dokter Inggrid. Jadi tuan tenang ya." Balas suster dan di angguki Daren.


Cassandra sudah agak mendingan dan sudah di tangani oleh Dokter Inggrid. Daren dan Cassandra saling menggenggam tangan di atas brangkar mereka masing-masing.


*****


Di lain tempat, tepatnya di markas Black Skull. Liora mengamuk di depan meja kerja ayah kandungnya.


"Ahhhk kenapa dia malah menunjukkan Upik Abu itu ke public. Kenapa dia malah menolak ku, ahhk si***n. Dasar Upik Abu si***n aku akan membunuhmu." Marah Liora yang tidak terima dengan apa yang Daren katakan di Bandara tadi.


"Sayang, anak Papa yang paling cantik. Sabar ya nanti Papa akan kerahkan anak buah Papa untuk membunuh wanita itu. Kamu tenang saja ya Sayang. Tapi Papa heran kenapa wanita itu di lindungi oleh orang-orang dari WA grup. Siapa dia sebenarnya." Ujar Aros menenangkan anaknya. Dan penasaran kenapa yang melindungi wanita itu adalah orang-orang petinggi WA grup.


"Dia kan anak kandung Papa Antoni Pah. Si Upik Abu si***n itu. Yang mengantikan Lio saat Lio kabur dari pernikahannya Lio." Balas Liora menerangkan pada Aros.


"Tapi apakah dia mengenal orang-orang dari WA grup Sayang. Kenapa bisa Riko melindungi Audrey seperti itu. Arman, Manuel, Riska dan Angela pun ada di sana. Apa mereka punya hubungan Lio." Tanya Aros masih penasaran.


"Aku tidak tau Pa kalo soal itu." Jawab Liora singkat.


"Lio gimana kalau kita jatuhkan pamor si Upik Abu dengan kesan dia lah pelakornya. Biar public menghujat dia. Jadi di sini lah kamu yang sebagai korbannya. Kamu mengerti Liora." Kata Aros berfikir licik untuk menjatuhkan Upik Abu.

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2