Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Bertemu Oleh Takdir


__ADS_3

*


*


Maaf bila cerita CINTA MAFIA KONYOL tidak sesuai dengan keinginan kalian. Karena jujur saya buat cerita ini spontan langsung nulis. Jadi ya harap di maklumin ya kakak readers semua. Dan terima kasih untuk dukungan kalian semua.


*


*


Manuel yang sudah terpengaruh oleh obat pun samar dengan wanita yang ada di depannya itu. Sementara Ani yang juga baru merasakan hal yang aneh pada tubuhnya pun merasa heran dengan keadaannya.


"Tuan Manuel" kaget Ani saat melihat di kamar mewah itu ada Manuel yang sudah bertelannjang dadaa.


Manuel yang setengah sadar pun mencoba mengingat siapa wanita yang berada di depannya. Samar-samar penglihatannya dia fokuskan. "Ani, apa kau Ani"


"I iya Tuan Manuel, ini saya Ani" Ani pun menjawab dengan nada ketakutan.


"Shiiiiit, kenapa kau ada di sini. Dan apakah kau wanita panggilan itu." Umpat Manuel kenapa Ani yang di bawa anak buahnya.


"Ahhhhk, mereka yang membawa ku kesini Tuan" desah Ani di selah-selah menjawab pertanyaan Manuel.


Ani yang sudah merasa kepanasan pun segera membuka kemeja yang dia kenakan tapi Manuel menahannya. Ani sebenarnya akan di jual oleh temannya kepada lelaki paruh baya yang sudah membayarnya.


"Shiiiiit siapa yang melakukan ini padamu Ani." Umpat Manuel yang juga menahan hasratnya.


"Ahhhk Tuan kenapa tubuhku rasanya panas sekali." Obat yang ada di tubuh Ani mulai bereaksi.


Manuel yang juga sudah tidak bisa menahan hasratnya pun segera menyambar tubuh Ani yang sudah setengah polos. Manuel segera melancarkan aksinya.


Mulai menciumm bibir mungil Ani, Ani yang belum pernah merasakan ciumann pun agak sedikit kaku. Ini adalah ciumann pertamanya dan sentuhan pertama dari laki-laki.


"Ahhhk" ******* pun keluar dari mulut Ani.


"An maafkan aku, setelah ini aku pasti tanggung jawab kepadamu." Ucap Manuel di sela cumbuannya.


Sama-sama di pengaruhi obat, mereka berdua pun terbuai dengan permainan mereka. Ini adalah yang pertama untuk Ani, kalau Manuel memang bukan yang pertama. Tapi bukan yang suka celap celup sembarangan, hanya dengan mantan pertamanya dia biasa seperti itu.


"Ahkk, sakit Tuan" Ani menjerit dan menitikan air mata. Karena Manuel baru saja mempertemukan palung Mariana dengan tugu Monas.

__ADS_1


"Shiiiiit ini sangat menjepit honey. Maaf karena aku tidak bisa menahan hasrat ini, dan terimakasih karena akulah yang mendapatkannya. Aku berjanji akan bertanggung jawab." Umpat Manuel yang merasakan kenikmatan seorang perawan.


Walaupun sudah pernah merasakan tetapi dia bukan yang pertama. Saat ini dia merasakan seakan melayang di syurga dunia.


Akhirnya malam panas antara Manuel dan Ani pun terjadi. Entah sudah berapa ronde mereka melakukan itu, kini keduanya sudah tertidur dengan saling berpelukan dengan tubuh polos di bawah selimut saling menghangatkan.


Pagi harinya Manuel yang sedang tidur pulas pun terusik tidurnya gara-gara suara dering telepon yang terus mengganggu.


Dret dret dret.


"Siapa sih pagi-pagi sudah mengganggu tidur gue." Gerutu Manuel dan mengangkat teleponnya.


"Hal...." Belum sempat menyelesaikan ucapannya. Di seberang teleponnya sudah memakinya.


Hei semprul kemana saja Lo, udah di tunggu sama bos besar. Dan sekarang juga Lo harus nyusul kita ke Jerman. Cepat.


"Hah, shiiiiit mampus gue. Bisa di cincang Ama bos nih. Ya gue nyusul sekarang juga." Manuel lupa kalau hari ini seharusnya dia ikut Bos sekaligus sahabatnya ke Jerman. Seharusnya juga sekarang dia sudah ada di kota JK.


Tapi berhubung karena ada insiden itu dia batal pulang ke kota JK. Manuel segera bangun dan memperhatikan sekitarnya.


"Oh shiiiiit, ya Tuhanku apa yang sudah aku lakukan pada Ani. Sialaan mereka semua, tunggu aku akan membuat kalian membayar semuanya." Manuel tidak bisa berhenti mengumpat karena ke tidak berdayanya melawan obat sialaan itu.


"Cup"


Manuel mendaratkan kecupan di dahi Ani dan segera beranjak membersihkan dirinya. Kini Manuel pun sudah siap dan segera pergi meninggalkan Ani yang masih tidur lelap.


Tepat pukul sembilan pagi Ani terbangun dari tidur nyenyak nya. Dia pun tertegun dengan keadaannya, di kamar hotel dan tubuh polos yang tertutup selimut tebal. Badannya serasa remuk tak bertulang, kilasan ingatan di saat dia dan manual melakukan hubungan suami istri.


Saat kejadian itu Ani masih sedikit sadar dan tahu siapa yang telah mengambil mahkotanya. Ani yang mengingat kembali kejadian itu pun menangisi nasibnya yang malang.


"Hiks hiks hiks hancur sudah hidupku Tuhan." Ani meratapi nasibnya, bagaimana dia menjelaskan kepada kedua orang tuanya.


Flashback of.


"Lo sudah menemukannya El" tanya Cassandra yang sudah siuman.


"Iya Cass, Lo tau sendiri kan gue telah mencari Ani kemana saja tapi hasilnya gue tidak bisa menemukannya. Dan secara kebetulan gue ketemu dia disini, mungkin ini memang sudah takdir kita bertemu lagi di sini." Jawab Manuel, tidak ada yang di tutupi Manuel kepada Cassandra.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu, jadi nggak ada yang galau lagi nih. Eh ya ada benih yang tertinggal nggak nih." Cassandra senang jika Manuel sudah menemukan gadis masa lalunya dan malah meledek Manuel.

__ADS_1


"Baby kamu tahu tentang Manuel dan wanita itu." Tanya Daren agak ketus saat melihat Ani, dia masih kesal dengan sikap Ani.


"Iya Sayang, semua sahabat aku tidak ada yang menutupi nutupi kehidupannya. Jadi aku sudah tahu semuanya." Jawab Cassandra.


"Untukmu Ani, aku minta maaf karena dulu Manuel meninggalkan mu begitu saja karena memang dulu keadaan perusahaan di Jerman memerlukan Manuel. Jadi sekali lagi saya minta maaf." Lanjut Cassandra meminta maaf kepada Ani.


Bukan hanya perusahaan yang bermasalah tapi dulu memang ada masalah dengan klan mafia white shadow. Tapi sekarang sudah musnah di bantai Daren dan Black Scorpion.


"Tidak apa-apa nyonya, nyonya tidak salah jangan meminta maaf. Saya sudah mengikhlaskan semuanya, ya ada anak laki-laki yang menemani saya dan membuat saya kuat nyonya." Ucap Ani yang agak segan dengan Cassandra.


"Anak laki-laki, siapa namanya An" girang Cassandra saat mendengar Ani mempunyai anak laki-laki.


"Namanya Jack Emanuel nyonya." Terang Ani.


"Jack"


"Iya nyonya" jawab Ani.


"Jangan panggil aku Nyonya. panggil saja Cassandra." Sanggah Cassandra yang tidak ingin di panggil Nyonya.


"Ta...."


"Sudahlah honey, nurut aja sama Bu Bos." Potong Manuel yang tidak sungkan memanggil Ani honey.


Ani yang di panggil dengan kata itupun wajahnya seketika seperti tomat busuk, merah merona.


"I iya Cassandra"


"Sayang apakah ada yang sakit, aku sangat khawatir Baby." Daren yang sempat terbawa suasana pun lupa dengan keadaan sang istri.


"Aku tidak apa-apa Sayang. Twins five emang the best" Cassandra dengan cengirannya menjawab Daren.


"Syukur Alhamdulillah Sayang, aku takut kalian kenapa-napa.


*


*


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2