Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Pakmil dan Bumil Sensitif


__ADS_3

***


Kemeja panjang agak kebesaran di padukan dengan jelana jins pendek longgar. Kemeja depan yang di masukkan dan yang belakang di biarkan tidak di masukkan. Dan lengan panjang yang di tekuk sampai siku.


Di padukan dengan sepatu snikers hitam putih dan topi Daren. Begitu cantik walaupun dengan pakaian seorang pria. Tidak menutupi ke cantiknya walaupun pun dandanannya seperti seorang pria.


"Baby, pakaian apapun kenapa kamu nasih sangat cantik." Ujar Daren saat melihat Cassandra berpakaian dengan pakaiannya.


"Tapi kenapa tidak pakai celana panjang Sayang. Ini kan malam nanti kamu masuk angin gimana Sayang." Lanjut Daren khawatir.


"Nggak apa-apa Sayang nggak bakal masuk angin. Kan pakek jaket kulit kamu." Ujar Cassandra sambil melirik jaket kulit Daren yang berada di sofa.


"What, Baby kamu ini kenapa Sayang. Kok aneh-aneh si, tadi mau pake baju, celana, sepatu sampai dalaman juga. Dan ini kamu mau pake jaket kulit juga. Haduh ah" Kaget Daren dan menghela napasnya dalam, melihat tingkah bumil satu ini.


"Emang kenapa nggak boleh ya Sayang. Aku nggak tau kenapa aku mau pake perlengkapan baju kamu. Tiba-tiba pengen aja." Balas Cassandra yang heran dengan sikapnya sendiri.


"Fix ini pasti Cass lagi ngidam. Kata emak gue, jika ada bumil yang ngidam harus di turutin. Kalau tidak di turutin nanti anaknya ileran loh ya. Emang lo mau Ren anak lo ileran, ihh kalau gue si ogah ah." Ujar Manuel pada Daren.


"Iya bener tu Ren, ni anak emang kayak orang ngidam. Soalnya permintaan dan perilakunya di luar nalar manusia biasa. Ngidamnya extrem amat, enggak kayak tetangga emak gue yang mintanya rujak melulu." Sela Arman yang juga bingung dengan ngidam anehnya Cassandra.


"Gila lo semua ya, ngatain gue di luar nalar ngidamnya. Sayang, lihat tu pada ngeledek aku." Ujar Cassandra cemberut dan merengek pada Daren.


"Siapa yang berani ngeledek istri gue, bakal gue kirim mereka semuanya ke Antartika." Ujar Daren melotot pada Arman dan Manuel. Yang membuat mereka berdua mati kutu.


"Eh Ren, kita kan cuma bicara fakta saja... " Belum ucapan Arman selesai, Cassandra langsung nangis kejer gara-gara Arman bicara sembarangan. Dan mendapatkan senggolan dari Riko.

__ADS_1


"Udah Man, mulut ember lo berhenti dulu. Tuh liat, Singa betina mau ngamuk." Bisik Riko pada Arman.


Arman yang mendengar bisikan Riko pun melihat Cassandra yang sudah berubah menjadi Singa betina yang ingin menerkamnya.


Cassandra menangis kejer dia tidak terima dengan ucapan Arman dan Manuel. Daren yang melihat Cassandra menangis seperti itu pun hanya bisa sabar menghadapi mood bumil yang tidak menentu.


"Baby sudah ya jangan menangis nanti twins five ikut nangis loh ya. Apa kamu nggak kasihan sama mereka, Baby." Kata Daren dan langsung memeluk Cassandra yang masih menangis dan ingin menyerang Arman dan Manuel.


Daren mengelus puncak kepala Cassandra dan menenangkan Cassandra. Perhatian Daren yang seperti itu membuat Cassandra langsung tenang dan tidak menangis lagi.


Arman dan Manuel mereka langsung merasa lega. Tidak jadi sasaran Singa betina lagi.


"Gue janji, gue nggak akan ganggu bumil satu ini. Ihhh serem amat." Gumam Manuel pelan dan hanya bisa di dengar oleh Arman saja tidak yang lainnya. Karena memang Manuel dan Arman duduk berdekatan. Manuel pun juga bergidik ngeri.


"Iya gue juga El sama, nggak mau ganggu Cass lagi sereeeem." Sambung Arman dan juga bergidik ngeri liat Cassandra yang kayak gitu.


Yang otomatis membuat Riska dan Angela tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha ha ha kalian lucu sekali." Ujar Riska dan Angela bersamaan.


Cassandra dan Daren yang melihat Riska dan Angela tertawa terbahak-bahak merasa heran. Ada apa dengan duo racun itu.


"Heh duo racun kenapa kalian malah tertawa seperti itu. Kalian menertawakan istriku ya. Awas kalian ya gue kirim ke kutub utara mau lo." Sewot Daren yang merasa duo racun menertawakan istrinya. Dan tak lupa dengan tatapan tajam Daren yang mematikan.


Pakmil satu ini juga sangat sensitif. Apalagi tentang istri kesayangannya. Siapa pun yang menyinggungnya sudah di pastikan akan berakhir dengan tragis.

__ADS_1


"Eh eh nggak gitu Ren, kita tertawa karena...." Balas Riska yang gugup mau memberi alasan apa.


"Karena tadi ketemu sama Upin Ipin di lampu merah." Sambar Angela memberikan alasan.


"I iya, ketemu Upin Ipin jadi kita belum bisa move on dari mereka." Lanjut Riska gugup.


"Sudahlah Sayang jangan marahi mereka. Kapan kita ke markasnya kalau kayak gini terus." Ujar Cassandra yang sudah tenang dan tidak menangis. Cassandra pun balik menenangkan Singa jantannya.


"Ya Baby, awas kalian kalau mengulanginya lagi." Balas Daren pada Cassandra dan masih bisa mengancam duo racun.


"Ihh pakmil juga kalau lagi sensi kok seremnya melebihi bumil ya." Ucap Angela hanya dalam hati.


"Ihhh nggak lagi deh nyinggung Singa jantan dan betina itu. Sensitif amat cuy." Ujar Riska juga hanya dalam hati. Mereka tidak berani mengucapkannya dengan langsung. Bisa langsung di terkam duo Singa itu.


"Kenan siapkan Yupi sekarang juga. Kita akan berangkat sekarang juga." Perintah Daren pada Kenan.


"Baik bro." Patuh kenan.


"Sayang kamu bawa Yupi." Tanya Cassandra pada Daren dengan riang hati.


"Ya Baby, aku tau kamu sangat merindukan Yupi kan. Jadi aku sengaja suruh Kenan membawa Yupi kesini buat kamu senang." Jawab Daren dan membuat Cassandra tambah bahagia karena Daren tau apa yang dia mau.


"Makasih Sayangkuuuu. Emmmnuahc." Bahagia Cassandra dan langsung mencium bibir seksi Daren di depan mata para sahabatnya.


Daren yang mendapat serangan dadakan itu pun tidak ingin melewatkan kesempatan langka itu. Dia pun langsung menahan tengkuk Cassandra dan langsung memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Para sahabat Daren dan Cassandra pun hanya bisa tepuk jidat berjamaah dan langsung meninggalkan mereka berdua yang masih menikmati kesenangan mereka.


Bersambung.....


__ADS_2