
"Pi boleh aku minta sesuatu." Pinta Liora pada Papinya, Aros.
"Apa itu sayang, katakanlah. Papi pasti akan mengabulkannya untuk mu." Jawab Aros pada puterinya.
"Aku mau nanti malam Papi culik Audrey di rumah sakit. Karena yang aku tahu dari orang suruhan ku, Audrey dan Daren di rawat di rumah sakit. Aku sudah tidak sabar Pi, ingin memberikan pelajaran pada Upik Abu itu." Pinta Liora.
"Tapi sayang, rumah sakit itukan milik Daren, dan pastinya penjagaannya pasti ketat. Apalagi Daren juga ada di sana sayang, pasti akan sulit untuk menculik Audrey." Terang Aros pada putrinya.
"Aku nggak mau tau ya Pi, pokoknya malam ini juga aku mau Audrey berada di depan ku. Aku ingin melihat dia mati seperti Cassandra wanita bodoh itu." Kekeh Liora.
"Baiklah Papi akan menyuruh Egi untuk mengurus semuanya. Nanti malam Upik Abu itu sudah ada di sini, persiapkan dirimu sayang." Akhirnya Aros mengalah.
Aros pun segera menyuruh Egi untuk melakukan penculikan terhadap Audrey. Mereka akan segera melakukan penculikan itu saat malam hari. Segala rencana sudah tersusun rapi, mereka akan membius orang-orang yang ada di rumah sakit.
Perencanaan yang matang membuat mereka percaya diri. Tapi mereka tidak tahu siapa musuh yang mereka hadapi.
Semenjak kejadian memilukan yang di alami Cassandra, cassandra sudah waspada oleh musuh-musuhnya. Dia pun sudah menyadap alat komunikasi mafia Black skull.
Jadi rencana jahat apa pun yang mereka rencanakan pasti akan di ketahui oleh Cassandra. Belajar dari pengalamannya dulu saat di hianati oleh sahabatnya sendiri.
Makanya sekarang Cassandra bergerak lebih maju untuk berjaga-jaga akan hal yang akan terjadi. Dia tidak ingin bodoh seperti yang dulu, mudah di tipu daya dengan mulut manis.
Egi yang di perintahkan untuk menculik Audrey pun dengan senang hati melakukan perintah itu. Di hati yang paling dalam, Egi menaruh rasa suka pada Audrey.
Egi dan Audrey adalah teman semasa SMA. Saat SMA Egi sudah jatuh cinta pada Audrey, dia pun sudah pernah menyatakan cintanya tapi di tolak oleh Audrey.
Karena Audrey memang tidak ingin berpacaran. Dia ingin fokus dengan pendidikannya tidak ingin yang lain.
Semenjak penolakan dari Audrey, Egi pun menaruh rasa dendam pada Audrey. Dan sekaranglah dia ingin melampiaskan dendamnya dengan Audrey.
__ADS_1
Dia akan menjadikan Audrey sebagai pemuas na**u bi***inya semata. Dia akan menghancurkan hidup Audrey seperti Audrey menghantui harapannya bersama Audrey.
Dasar psikopat ya kek gitu ya, cinta di tolak kok marah. Haduh deh ah. Biasanya kan cinta di tolak dukun bertindak ya. Tapi kok malah mau di jadikan budak na**u.
"Surya ayo kita selesaikan misi ini dengan cepat dan setelah ini kita akan bersenang-senang." Ucap Egi mengajak temannya yang bernama surya untuk menjalankan misinya.
Egi kira bahwa misi ini akan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Kita tunggu saja apa yang akan terjadi.
......................
Rumah sakit JA medical
"Sayang, akan ada tikus masuk jebakan. Kita bersiap-siap ya." Kata Cassandra dengan santainya.
"Ok Baby, kita persiapkan semuanya." Balas Daren.
"Nan persiapkan para pengganti seperti biasa. Dan kalian semua pakai ini." Perintah Daren pada Kenan dan memberikan masker anti obat buatan Profesor Law pada Riko, Arman, Manuel, Angela dan Riska.
"Profesor Law adalah Pamanku, adik dari Papaku. Lawden Alvaro nama aslinya, beliau adik kesayangan Papa ku. Tapi Paman Law menutup Identitasnya demi keselamatan para anggota keluarganya. Beliau yang jenius menjadi incaran orang-orang jahat yang menginginkan ke jeniusannya. Kami memang jarang bertemu tapi aku dan Paman selalu berhubungan lewat telfon. Sebelum Paman meninggal, beliau mengirimkan berbagai alat yang beliau ciptakan padaku." Jelas Daren pada mereka semua.
"Termasuk Yupi Sayang, makanya kok Yupi ada pada mu Sayang. Jadi si Law-Law itu Paman mu Sayang. Aku tak menyangka jika kalian Paman dan keponakan. Karena sifat kalian itu bertolak belakang. Yang satu kejam dan dingin, tapi yang satunya lagi sifatnya sangat konyol dan kekanak-kanakan." Ujar Cassandra yang tidak percaya akan semua itu.
Sebenarnya Cassandra dan Profesor Law adalah musuh bebuyutan dalam hal cipta mencipta. Tapi jika mereka berpisah maka satu dan yang lain saling mencari.
Cassandra menemukan sosok seorang ayah pada Profesor Law. Namun sayangnya setelah Cassandra meninggal tak lama kemudian Profesor Law pun ikut meninggal karena penghianatan anak buah Profesor Law sendiri.
Yang menginginkan alat-alat ciptaan Profesor Law dan Cassandra. Tapi sayangnya perbuatan itu di ketahui oleh Profesor Law. Dan Profesor Law pun bergegas menyelamatkan barang-barang itu semua dan mengirimkan nya pada Daren tanpa di ketahui orang lain selain asisten terbaik Profesor Law.
Tidak lain adalah Arif, yang sekarang juga bekerja pada Daren. Tapi di labnya Daren yang ada di rumah utama Daren.
__ADS_1
"Ya termasuk Yupi Baby. Dan kamu juga harus tau jika Arif sekarang bekerja bersamaku. Kamu kenal Arif kan Baby." Balas Daren.
"Apa Arif bersamamu." Kaget Riko Cs. "Pantas saja kami semua mencari Arif tapi tidak bisa menemukan nya ternyata kamu sembunyikan." Lanjut Riko lagi.
"Ya aku yang menyembunyikan Arif. Karena nyawa Arif juga terancam, Arif juga sudah mengetahui siapa saja dalang dari kematian Paman Law." Jelas Daren.
Tak berselang lama Cassandra memberitahu Daren, jika sudah waktunya beraksi.
"Sayang saatnya kita beraksi." Ujar Cassandra.
"Baik baby." Balas Daren.
"Semuanya, persiapkan diri kalian." Lanjut Daren lagi pada anak buahnya.
Saat ini Mereka semua berada di rooftop rumah sakit. Mereka semua di bagi perannya masing-masing.
Sekarang semua sudah berada di tempatnya masing-masing. Umpan yang bagus untuk para musuh.
Tak berselang lama pergerakan dari musuh sudah terlihat. Para musuh sudah melancarkan aksinya, kini tinggal menunggu hasilnya.
Egi dan Surya yang sudah tidak sabar pun segera masuk begitu para korban sudah tidak sadarkan diri. Pembiusan satu rumah sakit yang di lakukan mereka memang sangat extrem.
Demi menangkap istri dari pemilik rumah sakit, mereka rela membius semua orang dengan gas bius ciptaan Cassandra yang di curi Liora waktu masih bersama Cassandra.
"Surya cepat, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi tubuh indah Audrey." Ucap Egi pada Surya.
"Kamu nih pikiran kotormu selalu nomor satu. Kita serahkan dulu pada Tuan Aros, baru setelah itu kamu bisa melakukan semaumu." Balas Surya sedikit sewot akan tingkah Egi.
"Baiklah aku akan bersabar. Ayo kita selesaikan misi dulu." Pasrah Egi dan langsung bergerak.
__ADS_1
Bersambung......