Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Penculikan Part 3


__ADS_3

*


*


Yupi melaju dengan cepat di jalanan yang sedikit ramai, membuat para pengendara lain protes padanya.


"Hei, anj*r Lo. Mau mati ya" umpat salah satu pengguna jalan yang di dahului Yupi.


"Dasar wong edan."


"Beleguk sia' eta"


Berbagai macam umpatan di berikan untuk mobil yang ugal-ugalan di jalan raya itu. Sementara Daren dan Kenan mereka hanya fokus dengan keselamatan Cassandra.


Kini mereka sudah sampai di tempat Riko cs bersembunyi dan merencanakan misi penyelamatan. Tempatnya 1 kilo meter dari markas besar Black Skull. Di sana juga sudah ada Riko cs dan para Mafioso Black Scorpion.


Rama sudah membawa Nadine kembali ke Mension Daren. Sementara waktu Nadine di tempatkan di rumah Daren. Sampai Cassandra pulang ke rumahnya dengan selamat.


Daren menghampiri Riko yang bersembunyi di rumah tua. Riko yang tahu bahwa Daren sudah sampai pun segera langsung menghampiri nya.


"Ko bagaimana keadaan istriku, apa dia baik-baik saja." Tanya Daren khawatir dengan keadaan istrinya.


"Tenang lah istrimu baik-baik saja. Tadi dia mengirimkan kabar jika dia baik-baik saja." Jawab Riko dengan menepuk pundak Daren.


"Aku tidak akan bisa tenang ko, jika istri dan calon anak-anak ku masih dalam genggaman mereka. Aku akan menjemput mereka sekarang juga." Tegas Daren penuh kekhawatiran pada istri dan anak-anak nya.


Riko tidak tinggal diam dengan tindakan Daren yang berjalan menuju pintu keluar dan ingin pergi ke markas Black Skull sendirian.


"Ren Lo jangan gegabah. Di sana banyak Mafioso terlatih, jadi kita harus membuat strategi yang matang. Dan kita juga harus menunggu kabar dari Cass dulu. Lo harus sabar Ren." Ucap Riko mencegah Daren pergi.


"Ya Ren, benar apa kata Riko. kita harus sabar dulu, jangan gegabah." Sambung Arman menimpali ucapan Riko.


Angela yang sedari tadi hanya diam dan fokus di depan laptopnya pun segera bersuara saat mendapat denah lokasi markas besar Black Skull.


"Gaya lihat ini." Ujar Angela dan menunjukkan denah lokasi dimana Cassandra di sekap.

__ADS_1


"Apakah itu denah penyekapan nya Gel." Tanya Manuel antusias.


Daren, Kenan, Riko, Riska, Arman dan Manuel pun langsung melihat ke laptop Angela. Mereka melihat denah itu dengan detail, dan di dalam denah itu ada tanda merah yang menyala.


"Tanda merah itu apa Gel." Tanya Kenan penasaran dan di angguki mereka semua yang ada di dalam ruangan itu.


"Itu posisi Cassandra berada." Jawab Angela singkat.


"Loh kok bisa, darimana kamu tahu bahwa itu Cassandra kita. Dan ini semua kenapa kamu bisa tahu denah itu adalah markas Black Skull. Darimana kamu tahu semuanya Ngel." Kenan memberondong Angela dengan beberapa pertanyaan.


"Ok gue jelasin, pertama laptop ini adalah ciptaan dari Cassandra. Tapi tidak melebihi Yola, Cassandra menciptakan berbagai perlengkapan canggih untuk kami para Mafioso Black Scorpion. Agar ketika kita mendapatkan misi atau keadaan darurat seperti ini bisa di gunakan untuk penyerangan atau penyelamatan. Dan dari mana gue tau kalo itu adalah posisi Cassandra, karena Cassandra menggunakan kalung berliontin berlian yang memang sudah di beri alat pelacak canggih buatan Cassandra sendiri. Sebelum penculikan terjadi Cassandra mengirimkan sinyal bahaya ke pada kami semua. Jadi saat itu juga gue langsung melacak keberadaan Cassandra berada." Jelas Angela.


"Jadi itu yang membuat kita bisa tahu keadaan gedung itu dan posisi istriku berada. Lalu kapan kita akan menyelamatkan istriku." Ucap Daren dan bertanya kapan akan dilakukan penyelamatan.


"Tunggu saat Cassandra mengirimkan sinyal nya dan kita atur strategi penyerangan terlebih dahulu." Jawab Arman.


"Apakah kita bisa terhubung dengan istriku." Tanya Daren yang sudah tidak sabar.


"Bisa" jawab singkat Angela.


Angela pun segera mengotak-atik laptopnya. Beberapa saat kemudian muncullah gambar berupa video yang memperlihatkan beberapa orang. Dan di sana terlihat ada Liora yang sedang memegang pisau dan di arahkan kepada Cassandra.


"Ren Lo harus sabar dulu. Kita tunggu Cassandra memberikan perintah nya." Ucap Arman yang menenangkan Daren dan menepuk punggung Daren.


*


*


Liora mengancam Cassandra dengan sebuah belati kecil di tangannya. Dia sengaja melakukan itu agar Cassandra stres dan keguguran.


Wah kau belum tahu ya Lio, jika yang ada di dalam kandungan Cassandra adalah monster kecil yang akan menggemparkan dunia. Masih dalam kandungan saja bisa membuat mu kewalahan apalagi mereka sudah ada dalam dunia ini.


"Sebentar lagi kamu akan menyusul ibumu yang ja*ang itu." Ucap Liora dan memainkan belati di tangannya.


"Cuih, Lo dan ibu Lo yang ja*ang bi*tc bukan ibu gue. Jangan sekali-kali Lo hina ibu gue, gue nggak akan tinggal diam." Marah Cassandra.

__ADS_1


"Apa Lo bilang ja...."


"Hentikan" potong Aros saat tiba di tempat penyekapan Cassandra.


"Pah"


"Jangan gegabah, aku tidak ingin kita melakukan kesalahan untuk kedua kalinya." Ucap Aros datar.


"Ya Pah, maaf." Patuh Liora.


"Hai manis, apa kabarnya. Paman merindukan mu Sayang." Sapa manis Aros pada Cassandra.


Aros dan Antonio sebenarnya masih saudara sepupu. Tetapi Aros yang selalu iri dengan kehidupan bahagia Antonio dan selalu mengusiknya dan anak Antonio.


"Cuihh, tidak sudi aku mempunyai Paman seperti mu." Ucap Cassandra dan meludahi Aros.


"Apa kamu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kakak ipar. Sayang sekali kakak ipar tidak bertahan lama dan memilih untuk mati. Daripada melayani ku dan para anak buah ku. Ha ha ha" Balas Aros dan mengungkapkan hal yang telah lama dia sembunyikan.


"Apa maksudmu bren*sek." Maki Cassandra saat mendengar hal menyakitkan tentang ibunya Audrey.


"Ha ha ha, ibumu sangat nikmat dan sekarang aku juga akan mencicipi putrinya." Kata Aros dengan genitnya.


"Baji*ngan menjijikkan. Langkahi dulu mayat ku. Tidak akan aku biarkan kau hidup bahagia aku akan membuatmu memohon kematian mu bren*sek." Maki Cassandra penuh dengan amarah.


Cassandra yang sudah tau dengan ke mezuman lelaki di depannya itu dia pun segera memberikan kode kepada Riko cs.


Angela yang memperlihatkan laptopnya dan menerima sinyal penyerangan pun segera memberitahukan kepada Daren dan Riko jika Cassandra sudah memberikan sinyal itu.


"Gays sudah saatnya" Ucap Angela memberikan perintah.


"Baik"


Riko, Arman, Manuel segera mengambil peralatan mereka dan memberikan senapan, pisto dan baju anti peluru rancangan Cassandra pada Daren dan Kenan.


"Bro pakailah" ucap Manuel dan memberikan perlengkapan itu pada Daren dan Kenan.

__ADS_1


Daren dan Kenan langsung memakai perlengkapan itu. Dan dia bertekad akan menyelamatkan istrinya tanpa luka apa pun.


Bersambung........


__ADS_2