
*
*
"Lun, semua berkas untuk rapat dengan Tuan Hilton sudah beres semua kan Lun. Jangan sampai ada yang terlewatkan, kamu tahu sendiri kan Tuan Hilton orang seperti apa." Ucap Daren yang menanyakan persiapan untuk rapat pada Luna.
"Tenang Bos, semua sudah beres dan tidak akan ada yang terlewatkan." Jawab Luna penuh percaya diri.
Daren yang kini sudah berada di dalam ruangan meeting dan menunggu kedatangan Tuan Hilton. Dan sekitar 15 menit menunggu, kini Tuan Hilton sudah tiba.
Tok tok tok.
Ceklek.
Terlihat Tuan Hilton dan asisten pribadinya serta sekertaris Tuan Hilton memasuki ruang meeting.
"Selamat siang Tuan Hilton dan selamat datang di negara tercinta saya. Maaf saya tidak bisa menyambut kedatangan Tuan di bandara." Sambut Daren dan berjabat tangan dengan Tuan Hilton.
"Selamat siang juga Tuan Daren, tidak apa-apa Tuan Daren. Tidak perlu repot-repot menjemput saya di bandara. Karena para sahabat keponakan saya yang sudah menjemput saya di bandara." Balas Tuan Hilton dan menyambut uluran tangan Daren.
Anggap saja mereka menggunakan bahasa Perancis ya. Daren juga pandai berbagai bahasa, karena Daren juga terlahir dengan otak di atas rata-rata.
"Oh ternyata Tuan Hilton punya keponakan di sini ya. Saya kira Tuan belum pernah ke negara ini. Dan silahkan duduk Tuan." Kata Daren dan mempersilahkan Tuan Hilton untuk duduk.
"Oh ya terima kasih Tuan Daren. Mana mungkin saya belum pernah ke negara ini, karena saya ada keturunan dari negara ini. Papa saya orang sini. Dan tentunya saya juga mempunyai sahabat baik orang sini, yaitu almarhum Papa mu." Balas Tuan Hilton dan duduk di kursi yang berada di samping kanan Daren. Di ikuti asisten dan sekertaris Tuan Hilton.
__ADS_1
"Tuan, tolong jangan panggil saya dengan embel-embel itu. Panggil Daren saja Tuan, pasti almarhum Papa pun tidak akan senang jika Tuan Hilton memanggil saya dengan sebutan Tuan." Kata Daren yang sungkan dengan sebutan Tuan. Apalagi yang memanggilnya adalah sahabat lama Papa nya.
"Kamu bisa saja Daren. Kamu mengingatkanku pada sahabat baikku. Sayang sekali sahabat ku sudah lama pergi meninggalkan aku sendiri karena setelah kepergian adikku hanya Papamu lah yang selalu ada untuk ku. Sudah lama juga aku tidak berkunjung ke makam Papamu." Balas Hilton pada Daren.
Hilton sudah lama tidak berkunjung ke makam Papa nya Daren. Hilton juga berniat untuk berkunjung ke makam Cassandra.
"Apakah Tuan adalah uncle Madawa" Tanya Daren yang mengingat sahabat baik Papa nya dari Paris.
"Ya Ren, aku adalah uncle Madawa. Yang keponakannya sering kamu usilin sampai nangis kejer." Jawab Hilton.
"Oh ya uncle, dan sekarang si cengeng di mana uncle." Tanya Daren lagi dan mengingat gadis kecil yang sering di usilin sama dirinya.
Saat Hilton mendapatkan pertanyaan tentang keponakannya yang sudah menyusul ke dua orang tuanya ke surga. Tiba-tiba wajah nya pun berubah menjadi sendu. Daren yang melihat perubahan wajah uncle nya itu pun bertanya dan sedikit merasa bersalah.
"Maaf uncle, kenapa uncle berubah menjadi sedih." Tanya Daren hati-hati.
"Maaf uncle, aku tidak tahu jika Andra sudah tidak ada di dunia ini." Ujar Daren merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Ren, ayo kita teruskan saja meeting ini dan kita bersama-sama datang ke makam Papa kamu." Balas Hilton dan mereka pun segera membahas apa yang telah di rencanakan.
Meeting pun berjalan dengan lancar dan kesepakatan sudah di tanda tangani. Hampir dua jam, kini mereka sudah selesai dan akan pergi ke makam kedua orang tua Daren.
Kini Daren membawa Tuan Hilton ke ruangannya dan akan memperkenalkan Tuan Hilton dan Cassandra. Di saat menuju ke ruangan Daren, Tuan Hilton yang mengetahui jika Daren sudah menikah pun sangat bahagia.
"Selamat ya atas pernikahan mu Ren. Dulu uncle dan Papa mu sempat akan menjodohkan mu dengan Andra mu, tapi sayang kini kau sudah menikah dan Andra pun sudah tenang di alamnya. Oh ya siapa nama istri mu Ren." Ujar Tuan Hilton dan bertanya nama istri Daren.
__ADS_1
"Terima kasih uncle, apakah benar itu uncle. Tapi Papa kok nggak pernah bilang apa-apa ke Daren tentang perjodohan itu." Ujar Daren yang baru tahu tentang perjodohan itu.
"Nama istri saya, sama seperti Andra uncle. Cassandra, Cassandra Audrey William." Lanjut Daren memberitahu Tuan Hilton.
"Wao sangat kebetulan Ren, nama istri mu dan Andra hampir sama tapi nama belakang yang berbeda. Nama lengkap Andra adalah...." Ujar Tuan Hilton dan di potong oleh Luna karena sudah sampai di depan ruangan Daren.
"Maaf Tuan, saya lancang. Kita sudah sampai dan mari silahkan masuk." Luna yang merasa tidak enak karena sudah menyela omongan Tuan Hilton.
"Oh tidak apa-apa, baiklah terima kasih." Balas Tuan Hilton ramah.
Ceklek.
Pintu ruangan Daren terbuka dan menampakkan seorang wanita cantik yang duduk di kursi kebesaran dan sedang sibuk dengan si Yola yang berada di hadapannya.
Sampai-sampai Dia tidak tahu jika ada orang yang masuk di ruangan nya. Tuan Hilton yang melihat wanita cantik itu pun langsung terdiam dan seakan tidak percaya.
Aura yang di keluarkan oleh wanita cantik yang tidak lain lagi ya Cassandra istrinya Daren. Sama si Andra keponakan kesayangan nya. Ya Cassandra Wilson Alexander adalah keponakan Tuan Hilton, anak dari Nyonya Casia Abimana adik kandung Tuan Hilton Madawa Abimana.
Bersambung......
*
*
*
__ADS_1
Maaf ya untuk kakak pembaca setia ku. Beberapa hari ini lagi sibuk acara 17 di tempat ku. Jadi fokusnya lagi happy- happy di dunia nyata, tapi sekarang insyaallah akan kembali ke dunia halu. Jadi jangan bosan-bosan untuk selalu mengikuti karya aku ya kakak-kakak semua. Dan terima kasih yang masih stay dengan karyaku ini.