
Tok tok tok
"Masuk" suruh Daren saat mendengar pintu kamar di ketuk dari luar.
"Permisi, Tuan Daren dan Audrey. Saya kesini mengantarkan pakaian untuk Tuan Daren dan Audrey." Kata Nadine sambil meletakkan parper bag berisi pakaian di dekat meja.
"Terima kasih ya Dine udah repot-repot nganterin pakaian untuk kami." Ujar Cassandra berterima kasih pada Nadine.
"Ah nggak apa-apa Drey, nggak ngrepotin kok. Aku malah senang bisa sekalian jenguk kamu di sini. Emang kamu sakit apa Drey kok sampe sekalian sama Tuan Daren sakitnya." Balas Nadine dan bertanya Cassandra sakit apa.
Cassandra yang mendengar Nadine bertanya seperti itu hanya membalas dengan senyuman merekah di bibir se*inya. Dan membuat Nadine semakin gemas melihat nya.
"Ihhhh gemas tau, di tanya malah senyum-senyum nggak jelas gitu." Gemas Nadine yang tanpa sadar mencubit gemas pipi chubby Cassandra. Nadine tidak sadar jika ada mata elang sedang menghunus tajam menatapnya.
"Augh sakit tau Dine." Omel Cassandra saat di cubit pipinya oleh Nadine.
"Ehem" deham Daren dan membuat Nadine tersadar akan kelakuannya.
"Eh Tuan, maafkan saya yang telah lancang Tuan." Ucap Nadine yang merasa bersalah.
"Ya. Dan jangan ulangi lagi." Balas Daren datar.
"Ihss udah ah Sayang, jangan kau takuti sahabat aku. Nanti dia nggak mau lagi jadi sahabat aku. Ok." Tegur Cassandra pada Daren agar tidak terlalu menakutkan pada sahabatnya itu.
"Iya iya Baby ku Sayang." Ucap Daren sambil ngedusel di dada Cassandra dan memeluknya erat. Dia tidak perduli masih ada Nadine di depannya.
"Sayang malu tau ada Nadine di sini." Ujar Cassandra yang malu karena Nadine terus tersenyum bahagia melihat kelakuan duo sejoli itu.
"Udahlah Drey nggak usah malu. Ye kali kalian kan emang pasangannya suami istri wajar dong kalau kalian bermesraan. Gue bahagia liat kalian bahagia, semoga kalian di persatukan sampai maut memisahkan kalian berdua. Amin." Ujar Nadine bahagia melihat sahabatnya kini mendapatkan kebahagiaannya.
"Andaikan lo tau gue bukan Audrey, apa yang lo akan lakukan Dine." Ucap Cassandra dalam hati.
__ADS_1
"Amin" jawab Daren dan Cassandra bersamaan mengamini do'a tulus Nadine.
Setelah beberapa saat mereka mengobrol, tentunya hanya Cassandra dan Nadine. Jangan tanyakan Daren dimana. Daren masih betah dengan posisinya seperti bayi besar yang ingin selalu bersama ibunya.
Terdengar bunyi telefon berdering, ternyata HP Daren yang berbunyi. Tertera nama Kenan di layar HP Daren.
Daren pun segera mengangkat telfonnya. Di sebrang telfon Kenan menyuruh Daren untuk menyusulnya ke kantin rumah sakit. Ada yang ingin dia bicarakan.
"Halo ada ap bro." Tanya Daren.
"Ada yang ingin aku bicarakan empat mata dengan lo. Lo susul gue ke kantin, biarkan ciwi-ciwi me time. Buruan lo ke kantin ya." Jawab Kenan di sebrang telfon.
"Ok" balas Daren malas.
tut tut tut
Daren menutup sepihak telfonnya, dia pun segera pamitan pada Cassandra.
"Baby, aku mau nyusul Kenan ke kantin. Baby mau nitip apa?" pamit Daren pada Cassandra.
"Ok Baby, twins five jangan rewel ya. Daddy tinggal sebentar. Ok" Ucap Daren sambil membelai perut dan mencium perutnya Cassandra.
"Ok, Daddy tenang aja ya. Kan ada aunty Nadine di sini." Balas Cassandra tersenyum riang.
"Bay Baby." Daren pun melangkah pergi meninggalkan kamar Cassandra dan menuju ke kantin rumah sakit.
Saat Daren sudah tidak berada di ruangan kamar inap Cassandra. Nadine pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Audrey lo punya hutang penjelasan pada gue. Twins five, siapa mereka. Kenapa Tuan Daren mengelus perutmu..." Belum Nadine melanjutkan ucapannya. Dia sudah berteriak histeris.
"Aaaaaaaaaa. Apa jangan-jangan lo hamil kembar lima Drey." Teriak Nadine bahagia.
__ADS_1
Cassandra pun hanya mengangguk mengiyakan teriakan Nadine. Nadine merasa sangat bahagia saat mendengar kabar bahagia itu.
Tapi dia juga ingat tentang berita yang tengah beredar. Sebenarnya dia pun ikut geram dengan beredarnya berita hoax yang beredar.
Sebenarnya Nadine juga tahu tentang pernikahan Daren dan Audrey. Walaupun dulu dia tidak datang di acara dadakan itu.
Karena dulu yang seharusnya menikah adalah Daren dan Liora. Karena Liora kabur dari pernikahan, makanya Audrey di paksa untuk menggantikan Liora sebagai pengantin pengganti.
"Drey apa lo udah tau tentang berita hoax yang telah beredar di sosmed." Tanya Nadine berhati-hati agar Audrey tidak syok. Tapi malah Nadine yang syok dengan expresi biasa yang di tunjukkan oleh Audrey.
"Udah" jawab singkat Cassandra.
"What, tapi kok lo kayak biasa aja sih nggak ada sedih-sedihnya gitu. Apa lo nggak marah di katain pelakor Drey." Ujar Nadine agak sewot melihat expresi biasa Cassandra.
"Ngapain sedih coba, gue ama suami gue udah mempersiapkan hadiah untuk Liora. Jadi lo jangan khawatirkan tentang masalah itu, Ok. Tunggu tanggal mainnya dan nikmati pertunjukannya nanti." Balas Cassandra dengan santainya.
"Ok, gue tunggu tanggal mainnya. Mau liat tuh si uler keket kena karmanya." Semangat Nadine mengepalkan tangannya ke atas.
......................
Di lain tempat, tepatnya di perusahaan Antoni. Dia sangat marah besar ketika melihat berita yang beredar, yang telah menjelekkan tentang anak kandungnya yaitu Audrey.
"Apa-apaan Liora, dia sudah lancang menfitnah anakku. Aku tidak akan diam, aku tidak ingin menjadi Papa yang membiarkan anaknya di lukai lagi orang lain. Sudah cukup kebodohan ku bertahun-tahun yang tidak mengetahui anakku sendiri menderita. Cukup aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi." Marah Antoni pada dirinya sendiri.
"Jarot, kemari." Teriak Antoni memanggil asisten pribadinya.
"Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu." Jawab Jarot yang sudah berada di ruangan Antoni.
"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit untuk menjenguk anakku dan menantu ku yang sedang sakit." Perintah Antoni.
"Baik Tuan, laksanakan." Balas Jarot.
__ADS_1
Tak berselang lama sekarang Antoni yang di temani Jarot sudah berada di rumah sakit milik Daren. Dan tempat di mana Cassandra dan Daren di rawat.
Bersambung.......