Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
bab 16


__ADS_3

"Gila lo ya Drey, lo di pecat presdir tapi lo di jadikan asisten pribadi ke 2 nya tuan Daren. Gokil gokil gokil lo ya." Celoteh Sisil yang kagum akan Audrey yang bisa menjadi asisten pribadi Daren.


"Sstt diam malu tau di lihatin orang banyak." Ucap Audrey sambil menempelkan jari telunjuknya di mulut Sisil.


"Ihss ah lo ya, kenapa coba gue ama si Joni nggak lo kasih tau kalo lo tu jadi asistennya Pak Daren." Tuntut Sisil ke Audrey agar mendapatkan penjelasan Audrey.


"He he he gue lupa Sil, karena sampai rumah gue langsung teler dan gue lupa ngabarin kalian." Terang Audrey "Eh Sil ceritanya sambung ntar ya, soalnya udah di tunggu Pak Daren nih. Ntar orangnya marah marah lagi, bay Sil." Lanjut Audrey dan pamit pergi, meninggalkan Sisil yang masih kepo akan Audrey yang bisa jadi asistennya Pak Daren.


"Ihss ni anak main nlonyor aja, sebel deh. Awas ya ntr kalo gue ketemu sama lo gue bejek bejek jadiin perkedel." Gemes Sisil yang main di tinggal di tempat.


*************


"Hos hos hos huf. Maaf bos lama ya. " ucap Audrey ngos-ngosan karena berlari ke parkiran yang sudah di tunggu Daren sejak tadi. Audrey pun masuk ke dalam mobil.


Awalnya Audrey ingin duduk di depan di samping Kenan, tapi blm sempat Audrey mendudukkan bok*ngnya. Daren sudah menegurnya.


"Siapa yang suruh duduk di situ. Pindah ke belakang sekarang." Tegur Daren dan memerintahkan Audrey duduk di belakang bersamanya.


"Ihss. Baik bos saya akan pindah." Kata Audrey yang jengkel dengan Daren. "Kenapa harus dekat dekat dengan si songong ini sih, huf." Lanjut Audrey dalam batinnya.


"Jalan Nan." Kata Daren menyuruh kenan melajukan mobilnya. Dan Kenan pun melajukan mobilnya, di dalam perjalanan ke restoran hanya keheningan saja yang ada.


Di tengah perjalanan Daren meminta Kenan untuk berhenti di supermarket, dia ingin membeli minuman dan makanan kecil.


"Nan berhenti di supermarket depan itu" perintah Daren dan menunjuk supermarket yang ada di depan. Kenan pun membalas dengan mengganggukkan kepalanya.


Kenan sudah memberhentikan mobilnya di depan supermarket. Dia ingin keluar tetapi di cegah oleh Daren.


"Mau kemana lo Nan, jangan keluar tetap disini." Ucap Daren. Jika waktu bekerja memang Daren dan Kenan akan berbicara formal tapi jika di luar pekerjaan mereka akan berbicara non formal.


"Katanya mau beli minum dan cemilan, gimana jadi nggak." Balas Kenan yang kembali duduk di kursinya.


"Ya jadi belinya tapi bukan lo yang beli tapi ni si upik abu" kata Daren yang menunjuk Audrey.

__ADS_1


"Apa upik abu, mana bos." Audrey sengaja tidak tahu kalau dirinya yang di katai upik abu.


"Ya lo lah siapa lagi disini yang upik abu. " jawab Daren ketus. "Ya udah cepet sana lo beliin minuman sama cemilan buat gue. cepat. " lanjut Daren menyuruh Audrey cepat.


"Ya ya ya sabar dong bos, eh tapi mana duitnya bos." Jawab Audrey dan dia meminta uang untuk membeli minuman tersebut.


"Nih bayar pakek ini." Kata Daren sambil mengeluarkan black cardnya untuk di berikan kepada Audrey.


"Wiih black card cuy. Nan yuk kita borong cemilan di dalam." Kata Audrey mengajak Kenan. Tapi langsung dapat tatapan tajam dari Daren.


Kenan yang melihat tatapan tajam Daren dari kaca mobil yang berada di tengah. Dia pun hanya membalas dengan senyuman dan gelengan.


"Ya udah bos tunggu bentar yak." Pinta Audrey dan langsung melenggang pergi ke supermarket.


Di dalam mobil Daren dan Kenan sedang berbicara serius. Tentang masalah kemarin dan kenapa si ulet keket masih berkeliaran dengan mudahnya.


"Kenapa si ulet keket masih berkeliaran Nan, kan gue sudah perintahkan lo buat tuh ulet keket mendekam di penjara. Tapi apa? kok masih berkeliaran sih." Tanya Daren ketus.


"Lo tu ya kalau udah cinta ma Audrey ya ungkapin aja. Nggak usah gengsi, ntar kalau ada yang deketin dan Audrey minta cerai baru tau rasa lo." Lanjut Kenan dan memperingatkan Daren untuk terus terang akan perasaannya.


"Ihss apa sih lo, siapa juga yang cinta ma upik abu itu, nggak kali ya." Balas Daren yang masih gengsi sama perasaannya.


"Ah terserah lo aj Ren, yang penting gue udah pernah memberi lo peringatan. Tapi kalau lo nggak mau ya udah." Ucap Kenan yang geram akan sifat gengsi Daren. "Kalo ntar ada apa apa gue nggak mau lo repotin dan lo minta bantuan gue buat bujuk Audrey, NGGAK MAU." Lanjut Kenan penuh penekanan.


Tak berselang lama Audrey sudah selesai dan langsung masuk ke mobil. Dan memberikan minuman dan cemilan ke Daren. Audrey merasa heran kenapa Daren meminta itu, kan sebentar lagi mereka ada miting dengan klien. dan setelah itu di lanjut dengan makan siang.


" ini bos minumannya dan ini kartunya. " ucap Audrey menyerahkan paper back berisi minuman dan cemilan itu, dan Black card milik Daren. Daren pun mengambil paper back itu, tapi dia tidak mengambil Black cardnya.


"Bos ini kartunya kenapa tidak di ambil." Tanya Audrey bingung akan tingkah Daren.


"Ambil saja, selama kita menikah aku tidak pernah memberi apa apa, jadi ambillah dan belilah beberapa pakaian untuk bekerja dan di rumah." Balas Daren yang membuat Audrey dan Kenan bengong dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Apa aku tidak salah dengar, benarkah itu Daren. Fix nih orok pasti udah bucin ma Audrey tapi masih gengsi. Dasar lo Parno, he he he" batin Kenan yang melihat tingkah Daren.

__ADS_1


"Emang kita pernah menikah ya bos." Ucap Audrey sok polos dan menghantam hati Daren.


Deg


Bagai di hantam batu besar itu yang di rasakan Daren. Ucapan Audrey membuatnya sadar akan apa yang pernah dia lakukan ke Audrey.


"Ki... Kitakan memang suami istri apa kau lupa, saat aku mengucapkan kata sakral di hari pernikahan kita." Jawab Daren seakan menerima pernikahan mereka.


"Oooh itu kita ya. Tapi kalau kita suami istri kenapa sebelumnya kita tidur terpisah dan anda tidak pernah mau saya ada di dekat tuan. Terus setiap hari di saat saya memasak dan ingin menjadi istri yang baik untuk tuan tapi selalu Anda tolak dan berkata kasar pada saya. Dan lagi dan lagi anda selalu membawa wanita ke rumah anda. Anda selalu menginjak injak harga diri saya di depan para wanita yang Anda bawa. Apa itu suami istri tuan." Kata Audrey panjang lebar kali tinggi yang mengingatkan perbuatan Daren padanya.


Deg


"Apa sekejam itukah aku." Gumam Daren dalam batinnya.


"Nan jalan cepat." Suruh Daren tanpa menjawab pertanyaan Audrey.


Suasana pun kembali hening sampai mereka sampai di restoran xx pusat kota. Mereka pun turun dan langsung masuk ke dalam restoran itu. Mereka di sambut oleh pelayan restoran.


"Permisi tuan tuan, ada yang bisa saya bantu." Ucap pelayan ramah kepada rombongan Daren.


"Reservasi atas nama Xander technology." Balas Kenan kepada pelayan tersebut.


"Mari ikuti saya tuan." Kata pelayan yang menunjukkan mereka ruangan VVIP yang sudah di pesan Xander technology.


"Silahkan tuan dan permisi." Lanjutnya lagi.


Saat rombongan dari Daren masuk, di ruangan itu sudah ada 4 orang yang berada di sana. Riko, Arman, Riska dan manuel. Asisten pribadi Riko dan termasuk orang kepercayaannya Cassandra.


Mereka semua menyambut kedatangan Daren, Kenan dan Audrey. Saat Audrey masuk mereka semua kaget. Mereka seakan merasakan aura Cassandra di dalam gadis itu.


Deg......


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2