Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Mood Bumil


__ADS_3

"Anda tidur sudah sebulan lebih dan harus Anda tau. Jika suami Anda, selalu setia di samping Anda. Tidak pernah pergi meninggalkan Anda dan selalu bikin heboh Rumah Sakit ini. Untung suami Anda teman baik mendiang pemilik Rumah Sakit ini. Kalau tidak, mungkin suami Anda sudah tidak di izinkan masuk." Terang Dokter Jeriko pada Audrey dan geram akan tingkah Daren dan Kenan yang absurd. Padahal pemilik aslinya ada di hadapannya.


"Apa...? sudah sebulan lebih, tapi kok rasanya baru kemarin saya tertembak dan sakitnya pun masih sama sewaktu saya tertembak. Dan untuk suami saya, saya mohon maaf Dok. Tingkahnya memang seperti itu jika bersama sahabatnya, jadi tolong pengertiannya." Jawab Audrey dan meminta maaf pada Dokter. Dan memelototi Daren yang ada di sampingnya.


"Sayang tidak begitu, maaf ya. Aku seperti itu karena khawatir sama kamu yang nggak bangun-bangun." Jawab Daren memelas.


"Jangan minta maaf sama aku, tapi sama Dokter mengerti." Pinta Audrey. Daren yang pawangnya kembali pun langsung nurut.


"Dokter Jeriko, maafkan saya yang sudah membuat onar Rumah sakit ini." Daren meminta maaf pada Dokter Jeriko.


"Baik Daren saya maafkan. Untuk Nyonya Audrey, rasa sakit itu masih wajar karena memang kurang stengah inci lagi mengenai jantung Anda. sebentar lagi pasti akan sembuh jangan khuatir." Dokter Jeriko pun menerima permintaan maaf dari Daren dengan senyuman yang menawan. Dan menjelaskan keadaan Audrey.


"Ck..." Decak Daren saat melihat Dokter Jeriko tebar pesona.


Tak ingin berlama-lama di dalam sana, Dokter Jeriko pun segera pamit undur diri. Daripada jadi mangsa beruang kutub, lebih baik pergi saja.


Setelah kepergian Dokter Jeriko, mereka semua bercengkrama di sofa. Sementara Audrey kembali beristirahat di temani suami tercinta.


"Sayang terima kasih sudah hadir dalam hidupku dan atas semua yang telah kau berikan padaku. Kau yang telah membantuku mengobati penyakit yang kata Dokter aku di vonis tidak bisa mempunyai keturunan. Dan alhamdulillah sekarang aku di beri Tuhan langsung lima. Kamu adalah bidadari yang di utus Tuhan untuk ku. Siapa pun kamu, kamu tetap istriku, kamu belahan jiwa ku, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita. I love you Cassandra." Ucap Daren yang membuat Audrey menangis dalam pelukan hangat suaminya yang berbaring di sisinya.


"Sayang apa kamu sudah tau siapa aku yang sebenarnya?. Apa kamu tidak marah padaku Sayang?. I love you to myRen ku. " Balas Audrey dengan pertanyaan dan menangis sesenggukan.


"Iya... Aku sudah tau siapa Nona Audrey yang sesungguhnya. Dia adalah Nona Cassandra William Alexander. Betul tidak sayang." Balas Daren dengan senyum mesumnya.


"Ihhhssss, jadi kamu tidak marah Sayang." Balas Audrey dan mencubit pinggang Daren gemas.

__ADS_1


"Ya enggaklah Sayang. Kenapa aku harus marah sama bidadari yang di kirim Tuhan untukku. Bodoh sekali aku tau Sayang, kalau sampai marah sama kamu." Ucap Daren dan memeluk erat tubuh istrinya.


"Sayang boleh aku minta sesuatu sama kamu." Tanya Audrey pada Daren.


"Apa itu Sayang. Aku akan mengabulkannya untukmu. Asalkan tidak untuk meninggalkan mu." Jawab Daren.


"Tidak Sayang, aku tidak minta kau pergi dariku. Tapi aku meminta kamu menikahiku." Balas Audrey yang membuat Daren kaget.


"Apa Sayang menikahimu, tapi kamu kan istriku masak menikahimu lagi. Oh ya aku lupa, apa kamu mau kita mengadakan resepsi besar besaran karena dulu kita tidak ada resepsi. Maafkan aku ya Sayang, yang dulu tidak memperdulikan mu." Balas Daren yang salah sangka.


Padahal yang di maksud Audrey adalah menikahinya sebagai Cassandra bukan Audrey.


"Ihhs kamu tidak peka sama sekali." Ucap Audrey cemberut dan memalingkan wajah dari Daren.


"Sayang kok marah sih. Kitakan memang sudah menikah terus apa lagi." Tanya Daren dan membalikkan wajah Audrey menghadapnya.


Daren yang baru tersadar pun kini tahu apa maksud Audrey atau Cassandra. Mood ibu hamil memang fantastis. Riko, arman, Riska, Angela, Manuel dan Kenan yang mendengar pun sedikit kaget akan perkataan Audrey.


"Ya juga sih kalian memang sudah menikah, tapi yang menikah kan Daren dan Audrey yang asli. Dan untuk Cassandra kan memang kalian belum menikah. Seharusnya kan tidak masalah karena itu tubuh Audrey bukan tubuh aslimu Cass."Ucap Arman asal ceplos Dan membuat Cassandra marah besar.


"Arman.... Apa lo bilang tidak masalah katamu. Itu masalah bagiku. Baik kalau kalian tidak setuju dengan permintaanku. Aku akan pergi saja dari kalian semua. Awas" marah Cassandra dan ingin turun dari ranjang. Daren yang melihat Audrey ingin turun pun langsung mencegahnya.


"Sayang jangan marah dulu, ya kita akan menikah lagi. Sebagai Cassandra dan Daren ok. Jangan marah-marah nanti kasihan anak kita yang ada di sini. Ok" bujuk Daren agar bumil satu ini tenang. "Dan kamu Man, kamu dan Kenan harus menyiapkan semua persiapan pernikahan ku dan Cassandra. Bulan depan kita resepsinya dan setelah dari sini kami akan menikah dulu di rumah. Persiapkan semuanya, mengerti." Lanjut Daren dan memerintahkan Arman dan Kenan.


"Apa?" Kata Kenan dan Arman bersamaan.

__ADS_1


"Kenapa harus gue Ren?." Tanya Arman.


"Ya harus lo, karena lo yang sudah membuat istri gue nangis. Lo harus tanggung jawab mengerti." Jawab Daren sewot.


Kenan yang memang sering di perintah Daren, dia pun hanya bisa pasrah dan segera mematuhi perintah Daren. Karena perintah Daren adalah perintah mutlak.


"Udah iya in aja, tuh lihat bumil kita nangis kayak gitu." Ucap Riko pada Arman agar menyetujuinya.


"Ya ya gue setuju puas lo." Balas Arman ketus.


"Yeee, makasih Sayang." Kata bumil girang, mendengar Daren mau menikah lagi dengannya dan Arman setuju untuk mempersiapkan pernikahannya.


Mood baik bumil langsung kembali dan berubah jadi bahagia.


"Alamat kita menderita." Celetuk Manuel tiba-tiba dan membuat bumil Audrey menatapnya tajam. Dan langsung di balas Manuel dengan cengirannya.


"Cass, apa kamu mau sesuatu atau mau istirahat dulu." Tanya Riska pada Audrey dengan panggilan biasanya dia dan Cassandra.


"Aku mau istirahat dulu, sebenarnya aku mau makan bakso merconnya Mas Bro. Tapi kita kan lagi di Jerman jadi nanti saja saat kita di Indo Ok. Bolehkan Sayang" Balas Audrey dan meminta pada Daren.


"Ya Sayang boleh, tapi tidak boleh terlalu pedas ya. Kasihan anak kita nanti, kamu mau mereka kenapa-napa." Jawab Daren mengiyakan keinginan Audrey.


"Ya kalo mercon ya pedas Sayang, masak nggak pedas sih. Aku maunya yang pedas." Jawab Audrey kekeh ingin rasa pedas.


"Hah terserah kamu, kalau di bilangin ngeyel. Ntar kalo ada apa-apa sama calon anak kita kamu mau tanggung jawab. Dokter juga kan bilang, kehamilan kamu masih rawan karena masih tresemester pertama jadi kamu harus jaga baik-baik anak kita. Aku nggak mau kalian kenapa-napa. Aku nggak mau kehilangan kalian. Kamu ngerti nggak yang aku khawatirkan." Ucap Daren kesal dan marah pada Audrey yang masih ngeyel. Daren pun turun dari ranjang tapi di tahan oleh Audrey.

__ADS_1


"Sayang maaf.......


Bersambung.......


__ADS_2