
*
*
"BASTARD. Beraninya kalian menculik istriku, dan membahayakan nyawa nya. Kalian tidak akan aku ampuni." Teriak Daren marah pada Aros dan Liora yang telah berani menculik istrinya.
"Daren Sayang, biarkan wanita jal*ng itu mati. Akulah yang pantas mendampingi mu dan menjadi istri mu. Jal*ng murahan itu tidak pantas untuk mu Sayang." Kata Liora yang masih ingin membujuk Daren agar memilih nya.
Mimpimu ketinggian Liora.
"Cuihh, kau yang jal*ng. Aku tidak akan tertipu wajah palsu mu lagi bi*ct." Maki Daren pada Liora, Daren tidak senang bila ada seseorang menghina istri tercintanya.
"Sayang kamu belum tahu siapa dia sesungguhnya. Dia bukan adikku Audrey, dia adalah wanita murahan yang masuk ke dalam raga Audrey Sayang." Ucap Liora yang masih ingin membujuk Daren.
Sayang sekali ya, Liora kau tak tahu jika Daren sudah tau siapa yang ada di tubuh Audrey sebenarnya. Mau provokasi tapi amsyong deh. ha ha ha.
Daren tersenyum tapi senyuman Daren sangat menyeramkan. Liora, Aros dan para anak buahnya yang tersisa pun merinding melihat senyuman jahat Daren.
Aros dan Danang yang sudah tidak berdaya, banyak anak buah Aros yang mati. Sekarang mereka sudah terkepung oleh para Mafioso Black Scorpion.
"Apa? wanita murahan katamu, apa kau tidak punya cermin. Mengatai istriku wanita murahan. Ck ck ck." Sentak Daren di iringi decakan.
"Istriku bukan wanita murahan seperti mu, dia adalah bidadari yang di turunkan Tuhan untuk menyadarkan aku dari wanita jal*ng seperti mu. Aku tahu siapa istriku dan itu tidak akan merubah segalanya. Wanita yang telah kalian jebak dan ingin mengincar hartanya dan kekuasaan nya. Wanita yang tulus menjadikan kau sahabat seperti saudara. Wanita yang selalu melindungi mu dari hinaan anak haram. Wanita yang selalu ada untukmu dan tidak pernah menganggap mu hina di matanya. Wanita yang mau menganggapmu ada dan sudi menjadi temanmu di saat semua orang menjauhimu. Tapi apa yang kau balas untuk semua yang dia lakukan untuk mu. Apa hah." Lanjut Daren dengan amarah dan mencengkeram leher Liora kuat seperti orang kesetanan.
"Ahhhrrkk"
"Le lepasin Ren, to tolong Pah." Ucap Liora terbata-bata karena cengkraman tangan Daren di lehernya.
Dia pun mencoba melepaskan tangan Daren dan meminta tolong pada papahnya. Tapi apa daya Aros pun sudah tidak berdaya di posisi di bawah kaki Riko.
Braakk.
Ahhhkk.
__ADS_1
Daren pun melemparkan Liora ke meja yang ada di sudut ruangan itu. Liora seketika langsung pingsan dan tak berdaya.
Kini semua sudah selesai, Aros, Liora, Danang dan anak buah yang lainnya pun segera di bawa ke markas Black Scorpion untuk di adili. Sesaat semua orang sudah jauh dari markas Black Skull.
Buummmm.
Dooor.
Buuummm.
Buuuum.
Terdengar suara dentuman keras dari markas Black Skull. Seketika meluluh lantakkan bangunan besar itu dan membakar habis markas besar itu.
Kini sudah tidak ada lagi Blac Skull, Black Skull sudah musnah rata dengan tanah. Tidak ada yang tersisa dari bangunan besar itu.
"Tuan semua sudah selesai, musuh sudah di kalahkan." Lapor Simon dan Ramos setelah menyelesaikan tugas mereka.
"Kerja bagus, dan terimakasih untuk kalian semua." Balas Daren yang senang dengan kerjasama mereka.
"Ren, siapa sebenarnya Lo." Tanya Riko yang curiga dengan identitas asli suami sahabatnya itu.
"Apa maksudmu" jawab datar Daren. Ekspresi Daren berubah seketika di saat Riko mengungkit siapa sebenarnya dia. Aura kegelapan Daren muncul kembali.
"Ilmu bela diri mu tidak seperti orang-orangnya biasa. Jangan berbohong kamu." Desak Riko.
Kenan yang mengetahui percakapan singkat itu pun segera menjadi penyelamat Daren. Karena Daren belum siap dengan Perta itu.
"Sudah ayo kita cepat-cepat ke tempat Bu Bos kalau kita tidak mau kena omelnya yang nyaring di telinga." Ujar Kenan sambil mengusap-usap telinganya saat membayangkan omelan Cassandra.
"Ya"
Kor Daren, Riko, Arman, Simon dan Ramos bersamaan.
__ADS_1
"Hisss kalian ini mau bikin paduan suara mafia ya." Kesal Kenan melihat mereka kompak.
*
*
"Sayang kamu tidak apa-apa kan, baby nya juga baik kan. Apa ada yang kamu rasakan. Katakan Baby, jangan diam saja." Daren yang baru saja tiba di tempat persembunyian itu pun langsung memberondong pertanyaan pada Cassandra.
Tak lupa Daren juga langsung memeluk erat tubuh Cassandra dan menciumi perut besar Cassandra.
"Sayang, diam dulu dong. Ya nggak diam aja gimana, la wong kamunya aja nggak berhenti bicara. Gimana aku ngomongnya." Balas Cassandra kesal dengan Daren, tak ayal dia pun memajukan bibirr seksinya.
"Baby, bibirr mu di jaga dong. Takut khilaf nih Sayang." Ujar Daren dengan genitnya yang membuat orang-orang disekitarnya mengernyit heran dengan tingkah Daren yang seperti itu.
"Sayang malu nih ada mereka semua" Cassandra malu dengan orang-orang yang berada disekitarnya. Pipinya pun bersemu merah semerah buah semangka segar.
"Terus aja Bu Bos sama pak Bos tebar kemesraan. Biar para jomblo pada melongo dan buru-buru cari pasangan buat mereka." Ledek Kenan penuh kemenangan karena dia sudah tidak jomblo lagi.
"Anj*r Lo Nan, mentang-mentang sudah ada guling hidupnya." Ucap Arman kesal sambil melempar Kenan dengan pulpen yang ada di saku kemejanya.
"Tuk"
"Ahhhhk, gila Lo ya Man. Sakit tauk, kepala gue masih ada fungsinya untuk bos gue." Geram Kenan yang di timpuk pulpen oleh Arman.
Ha ha ha.
Tawa semua orang melihat kelakuan duo cicak itu. Mereka semua segera pergi dari rumah kosong itu dan membawa Cassandra ke rumah sakit Daren. Agar Cassandra segera mendapatkan perawatan, Daren takut jika Cassandra dan janinnya kenapa-kenapa.
Awalnya Cassandra menolak di bawah ke rumah sakit. Tapi dengan kegigihan Daren merayu Cassandra, akhirnya Cassandra pun luluh.
"Sayang aku nggak mau dibawa ke rumah sakit. Aku maunya di mansion saja, di sana lebih nyaman Sayang." Cassandra menolak pergi ke rumah sakit.
"Baby, kamu harus nurut ya. Ini semua demi kamu dan calon anak-anak kita Sayang. Aku tidak ingin kalian kenapa-kenapa, nurut ya sayangnya akoh, manisnya akoh, cintanya akoh. I love you Baby." Kekeh Daren dengan kelebainya yang tidak terduga. Daren pun mengusap lembut perut Cassandra dengan penuh cinta. Ternyata beruang kutub bisa lebay juga ya.
__ADS_1
"Iya iya aku nurut Sayang."
Bersambung........