
Cekrek... Cekrek
"Nona... Nona... Tunggu sebentar bisa klarifikasi semua yang telah beredar. Apa benar Tuan Daren telah menikah dengan wanita lain selain Anda." Tanya salah satu wartawan yang sedang mewawancarai Liora.
"Ya itu benar, apalagi wanita itu adalah adik tiriku sendiri. Dia merebutnya dariku saat aku pergi ke luar negri saat ada job di sana. Tetapi saat aku pulang kembali ke Indonesia. Mereka ternyata telah menikah dan semua itu karena adik tiriku yang menjebaknya. Dan akhirnya mereka menikah." Akting Liora pada para wartawan.
"Jadi memang benar wanita itu adalah pelakor Nona Liora. Apakah dulu hubungan Anda dan adik tiri Anda baik-baik saja Nona." Tanya wartawan lainnya.
"Dulu memang kita tidak baik hubungannya. Dia selalu menindasku, hikss hikss dia selalu membuatku menderita dan sekarang dia malah merebut kekasih ku hikss hikss." Drama Liora di depan para wartawan.
"Kasihan sekali hidup Anda Nona. Semoga wanita jahat itu mendapatkan karmanya." Ujar salah satu wartawan wanita yang termakan sandiwara Liora.
"Dia memang selalu seperti itu, saat di hadapan Papa tiriku. Dia selalu baik dan perduli pada ku. Tapi saat tidak ada Papa tiriku, dia akan berubah jahat padaku. Hikss hikss. Apa salahku padanya, sehingga dia seperti itu padaku." Terang Liora lagi pada para wartawan.
Liora seperti sedang berada di atas awan, sandiwaranya berhasil membuat public iba padanya. Padahal semua itu adalah kebalikan dari kebenaran yang terjadi.
Liora lah yang menjadi kakak tiri terjahat dan selalu menindas Audrey saat kecil hingga dewasa. Tidak ada kebahagiaan yang menghampiri Audrey.
Papa nya yang sibuk akan pekerjaannya dan tidak pernah ada di rumah. Dan jarangnya Antonio di rumah, itu mempermudah Irene dan Liora berbuat semaunya.
__ADS_1
Menyiksa dan berbuat sesuka hati mereka, tidak pernah perduli dengan keadaan Audrey yang sudah lemah. Kini mereka malah memutar balikkan fakta. Seakan-akan Liora lah yang menderita dan Audrey lah yang jahat.
"Apa Tuan Antoni tidak pernah tahu apa yang telah di perbuat anak kandungnya sendiri Nona." Tanya wartawan lagi pada Liora.
"Papa tidak tau apa yang terjadi. Audrey yang mengancamku untuk tidak memberitahu Papa tentang semuanya. Jika aku nekat mengadu pada Papa, Audrey akan membuat Mama ku menderita. Aku tidak ingin dia berbuat jahat pada Mama ku, jadi aku rela mendapat semua siksaan dari Audrey." Ucap Liora, lagi-lagi memainkan drama sedihnya.
Wawancara itu di siarkan secara langsung di berbagai televisi swasta di Indonesia. Semua orang yang telah menyaksikan siaran langsung itupun merasa iba pada Liora yang tersakiti.
Begitu tega dan kejamnya Audrey pada Liora yang baik hati di mata netizen yang budiman. Padahal aslinya, beuh bikin gregetan deh ah.
***
Daren yang tidak sengaja melihat siaran langsung di TV W, sangat geram dan marah akan tingkah Liora yang menjijikkan seperti itu.
Daren dan Cassandra masih berada di rumah sakit untuk pemulihan. Saat sedang bersantai melihat televisi, Daren tidak sengaja melihat Liora sedang di wawancara oleh para wartawan.
Liora yang di wawancara oleh wartawan berbicara memutar balikkan fakta. Dia penjahat yang mengaku korban, dia wanita yang licik dan ingin public berada di pihaknya.
"Sia**n dasar rubah betina tak tau malu. Lihat saja aku akan membuat mu menderita. Lebih menderita dari istriku, tunggu saja rubah betina." Marah Daren.
__ADS_1
"Sayang ada apa, kenapa kamu marah-marah." Tanya Cassandra yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya marah-marah tidak jelas.
"Baby sini, coba kamu lihat. Rubah betina itu bikin ulah, dia memutar balikkan fakta dan membuat kamu yang seharusnya menjadi korban tapi di jadikan tersangkanya. Aku tidak terima itu semua Baby, aku akan membuat perhitungan dengan dia Sayang." Daren menerangkan semua kepada Cassandra.
Cassandra yang mendengar itupun marah. Dia juga tidak terima dengan apa yang di lakukan Liora. Cassandra harus melakukan sesuatu untuk membuat Liora malu dan tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Cassandra pun segera mengambil HPnya yang berada di meja depan Daren duduk. Daren yang melihat Cassandra mengambil HPnya pun bertanya.
"Baby, mau telfon siapa." Tanya Daren penasaran.
"Aku mau telfon Riko, Sayang. Aku mau suruh dia, antar Yola kesini." Jawab Cassandra.
"Yola" kaget Daren dan segera tahu apa yang ingin di lakukan Cassandra dengan Yola. "Apa kamu mau meretas CCTV rumah Audrey dan mencari buktinya Baby." Lanjut Daren lagi.
"Exactly sekali Sayang. Kita harus mencari bukti kejahatan rubah betina itu dan harus menghancurkannya. Aku tidak ingin Audrey jadi kambing hitam. Liora yang berbuat jahat tapi Audrey yang kena getahnya. Kita akan perlihatkan betapa jahatnya Liora sebenarnya." Balas Cassandra penuh semangat.
"Ya Baby, kita harus hancurkan Liora. Karena Liora adalah anaknya Aros, dia juga harus menanggung dosa ayahnya yang telah bekerja sama dengan Louis untuk melenyapkan kedua orang tuaku Baby." Ujar Daren yang ingat akan kematian kedua orang tuanya.
Bersambung......
__ADS_1
...****************...
...Maaf untuk semua readers kesayangan ku. Beberapa hari saya tidak up karena kesehatan suami saya kurang baik. Mohon doanya semua ya, agar suami saya lekas sembuh dan normal kembali. Amin. ...