Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
bab 15


__ADS_3

Saat ini Daren, Kenan dan Audrey sudah berada di lobi perusahaan. Mereka berjalan bertiga dan semua itu menjadi pusat perhatian para karyawan.


Mereka bertanya tanya, itukan gadis clining servis itu. Kenapa dia bisa berjalan bersama bos mereka dan asisten pribadinya. Dan dilihat dari penampilan Audrey yang sekarang berada dari biasanya.


Audrey memakai setelan kantor dengan celana panjang bahan. Penampilan yang elegan walaupun dengan celana panjangnya.


Dalam benak mereka bertanya tanya karena kemarin mereka dengar jika Audrey sudah di pecat oleh presdir dan sekarang kok bisa bersama presdir.


Mereka bertiga berjalan beriringan dengan Daren yang berada di depan. Audrey dan kenan berada di belakang nya. Mereka menuju ke lift kusus presdir.


"Nan beritahu semua jadwalku ke Audrey dan apa yang harus dia lakukan. Jangan sampai ada kesalahan sedikit apapun." Perintah Daren ke Kenan.


"Baik Pak." Jawab Kenan singkat.


Setelah memberikan perintah Daren dan rombongan langsung masuk ke dalam lif yang telah di buka Audrey dengan memencet tombol nya.


TING


"Silahkan Pak." Kata Audrey mempersilahkan masuk Daren. Dan hanya ada tatapan datar yang di terimanya.


Setelah mereka masuk, Audrey pun segera memencet lantai 23. Lantai dimana kantor presdir JA grup berada. Gedung mewah berlantaikan 25 dan rooftop itu mempunyai fasilitas yang mewah dan exotic.


"Nan apa jadwal ku sekarang." Tanya Daren menanyakan jadwal untuk hari ini.


"Jam 10 nanti ada pertemuan dengan Xander technology menandatangani kontrak kerja sama kita tuan. Dan pertemuan nya di restoran xx pusat kota." Terang Kenan menjelaskan jadwalnya kepada Daren.


"APA... Xander technology " kaget Audrey hanya dalam batinnya. "Pasti ada Arman. Apakah nanti dia bisa mengenaliku, kita lihat saja nanti." Lanjutnya hanya dalam batin.


"Baiklah atur semua dan persiapkan berkasnya. setengah jam lagi kita berangkat." Ucap Daren sambil melihat jam mewah nya di tangan kirinya. Yang menunjukkan pukul 09:00.


TING


Tak berselang lama mereka sampai di lantai 23. Audrey yang belum pernah datang ke lantai 23 hanya mengekor tuannya di belakang.


Di dalam batinnya "Kenapa aku harus terjebak dengan si songong ini, mimpi apa aku." Niatnya hanya ingin menjauhi Daren. Tapi apa boleh buat sekarang malah jadi asisten pribadinya juga.


Eh malah di suruh tidur sekamar dan seranjang pula. Aduh aduh thor gimana si lo buat cerita kok begini si....

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan ke ruangan masing - masing. Tapi ruangan Audrey satu ruangan dengan Daren. Daren sengaja menempatkan Audrey di ruangannya karena dia tidak ingin Audrey macam macam dengan karyawan lelaki lain.


Saat berhadapan dengan Audrey dia seolah olah dingin, cuek dan kejam dengan Audrey. Tapi jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam. Sebenarnya ada sedikit rasa empati dan sudah ada benih - benih cinta yang muncul. tetapi selalu di tepis oleh Daren.


"Selamat pagi Pak." Sambut sekertaris Daren yang bernama Luna.


"Ehmmm" jawaban Daren hanya dengan deheman.


"Luna perkenalan ini asisten pribadi Pak Daren yang baru selain aku, namanya Audrey dan Audrey ini Luna sekertaris Pak Daren." Kata Kenan memperkenalkan Audrey kepada Luna. dan setelah itu dia pun ke ruangannya.


"Hai aku Audrey senang berkenalan dengan mu." Ucap Audrey memperkenalkan dirinya kepada Luna.


"Hai juga perkenalkan aku Luna sekertarisnya Pak Daren." Balas Luna memperkenalkan dirinya juga kepada Audrey. Setelah itu Daren dan Audrey masuk ruangan.


"Bos dimana ruang kerja saya." Tanya Audrey, menanyakan dimana tempat kerjanya.


"Masuk." Titah Daren. Menyuruh masuk Audrey ke dalam ruangannya.


"Tapi bos." Sela Audrey dan mendapatkan tatapan tajam Daren. Mau tidak mau Audrey pun ikut masuk ke dalam ruangan Daren.


"Letakkan barang mu di meja itu dan segera buat kan aku segelas kopi. Ingat harus yang pas tidak kemanisan dan tidak kepahitan. HARUS PAS." Titah Daren dan menekankan kata terakhirnya.


"Siap bos. Permisi " balas Audrey dan langsung keluar dari ruangan Daren.


Bertepatan saat Audrey keluar dari ruangan Daren, Audrey bertemu dengan Maria si model ulet keket itu. Saat Maria sedang meminta izin masuk dengan sekertaris Daren yang bernama Luna.


"Heh og tak tahu diri sudah di pecat kok masih keluyuran disini. Apa kamu mau ngerayu Pak Daren ya biar tidak di pecat. Hu syukurin mangkanya jangan berani beraninya kamu sama aku ya. Karna aku adalah calon nyonya Daren.." Kata Maria kepedean. Menganggap dia calonnya Daren dan hanya di tanggapi Audrey mengedikkan bahunya dan langsung melenggang pergi.


Yang membuat Maria tersulut emosi. "Heh mau kemana kau" teriak Maria yang melihat Audrey pergi darinya. Dan hampir saja Maria meraih rambut Audrey. Sekertaris Luna memanggilnya.


"Nona jangan membuat kegaduhan karena Tuan Daren tidak suka dengan kegaduhan." Tegur Luna yang geram akan sifat Maria. "Dan Anda tidak bisa menemui tuan Daren sekarang, karena sebentar lagi tuan akan menghadiri pertemuan." Lanjutnya lagi.


"Apa tidak bisa sebentar saja aku bertemu dengan tuan Daren." Paksa Maria untuk bertemu Daren.


"Maaf Nona tidak bisa." Balas Luna.


Tak selang berapa lama Audrey pun kembali dengan membawa secangkir kopi untuk Daren. Audrey hanya diam saja saat melihat Maria ingin menghadangnya tapi di halangi Luna.

__ADS_1


Audrey pun masuk ke dalam ruangan Daren. Daren yang sedang sibuk dengan berkas berkasnya pun tak sadar akan kedatangan Audrey.


"Permisi tuan, ini kopinya." Ucap Audrey yang membuat Daren terkejut.


"Apa kau ingin aku mati, hah." Teriak Daren kepada Audrey, Daren terkejut akan kedatangan Audrey karena dia terlalu serius dengan pekerjaannya.


"Maaf bos, tadi saya kan sudah permisi dan panggil panggil bos. Tapi bos yang lagi serius dengan pekerjaan bos, makanya tidak mendengar saya." Bela Audrey yang tidak ingin di salah kan "Ini kopinya bos di minum, tapi hati hati ya soalnya masih panas." Lanjutnya lagi.


Daren pun segera meminum kopinya dan menyuruh Audrey kembali ke mejanya.


Sruuup


"Emmmm, nikmat dan pas." Gumam Daren lirih "Kembalilah ke mejamu dan bersiaplah kita akan pergi bertemu klien." Lanjut Daren memberitahu Audrey karena memang sebentar lagi pertemuan dengan Xander technology.


"Gimana tuan kopinya, apa ada yang kurang." Tanya Audrey menanyakan rasa kopinya.


"Biasa saja." Jawab Daren gengsi untuk mengakui rasa kopinya enak.


"Ihsss bilang aja enak napa, nggak mungkin kan kalau nggak enak bisa habis gitu. Gengsi amat sih." Gumam Audrey gemas dengan tingkah Daren.


"Heh kau bicara apa." Ketus Daren.


"Nggak apa apa bos. He he " balas Audrey cengengesan.


Setelah semua selesai Daren, Kenan dan Audrey keluar dari perusahaan untuk menemui kliennya. Saat berada di lobi perusahaan banyak karyawan yang melihat mereka berjalan dan di antara karyawan yang melihat ada salah satu teman Audrey siapa lagi kalu bukan Sisil.


"Audrey." Panggil Sisil dan membuat rombongan Daren berhenti. Daren yang melihat itu hanya berdecak dan memberi waktu Audrey sebentar untuk menemui temannya.


"Cck waktumu tidak lama cepat" lugas Daren memberi waktu Audrey menemui temannya.


"Baik bos terima kasih." Balas Audrey


Audrey pun menemui Sisil..


****


Maaf telat up date ya besti... Kemaren lagi gx mood. Jangan lupa tinggalkan jejak ya..

__ADS_1


__ADS_2