
Drt
Drt
Drt
"Sh*** ada apa cunguk itu nelfon. " Kesal Daren yang sudah akan membajak sawahnya tapi gagal karena tiba-tiba Kenan menelfonnya.
Audrey yang berada dalam kungkungan Daren pun seakan malu dan merutuki dirinya yang tidak bisa mencegah Daren untuk menjamahnya.
"Halo. Jika ucapan mu tidak penting, akan aku gantung kau di menara tertinggi JA grup. " Ketus Daren.
"Bro so.. Sorry ini mendesak, perusahaan cabang kita yang ada di Jerman ada masalah besar. Pengiriman barang-barang kita di sabotase oleh kelompok mafia White Shadaw." Kata Kenan menjelaskan apa yang terjadi.
Daren yang terkejut pun langsung duduk di samping Audrey yang telah memakai selimutnya. Audrey masih tak percaya apa yang telah terjadi antara dirinya dan Daren.
"Apa?" Kaget Daren yang tidak percaya apa yang di dengarnya. "Terus sekarang keadaan perusahaan di sana bagaimana Nan?. Siapkan pesawat sekarang juga. Kita berangkat malam ini juga." Tanya Daren dan memerintahkan Kenan untuk mempersiapkan pesawat.
Daren yang ingin turun dari ranjang dia teringat dengan Audrey yang masih berbaring di sampingnya, yang masih menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu.
"Sayang, maaf tapi malam ini kita tunda dulu terbang ke nirwannya ya! karena aku harus pergi ke Jerman sekarang juga. Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal di rumah, karena disana sangat berbahaya. Jadi kamu di rumah saja ya! sama Mbok Sumi dan para pelayan. Toh ada Nadine juga kan!." Kata Daren berpamitan pergi pada Audrey. Dan dia membelai wajah Audrey yang masih memerah karena malu.
Saat ha*** keduanya sudah di ubun-ubun, tapi harus terhempas oleh ombak yang datang menerjang. Amsyong deh hehe hehe.
"Emangnya ada apa Akang?, kok Akang sampe segitunya. Apa ada hal yang penting ya?." Tanya Audrey yang curiga pasti ada hal yang genting. Sampai-sampai suaminya langsung akan pergi ke Jerman.
"Perusahaan di Jerman tengah ada masalah besar. Para mafia dari kelompok White Shadaw telah menyabotase pengiriman barang pabrik kita yang ada di Berlin. Dan mereka juga telah menyandera para pekerja kita yang bertugas untuk mengirimkan barang-barang itu. Jadi aku harus menyelamatkan mereka. Sayang harus di rumah ini ya!, karena tempat ini tempat paling aman. " Ucap Daren menjelaskan apa yang terjadi pada Audrey.
__ADS_1
"Akang bilang rumah ini teraman. Apa jaminan nya?, nyatanya ada beberapa mata-mata yang ada di rumah ini. Sopir yang kemarin pun hampir mencelakai kita. Dan harus Akang tau jika masih ada yang lainnya." Sengaja Audrey bicara seperti itu agar Daren membawa dia pergi ke Jerman.
Audrey yang mendengar jika yang berbuat ulah adalah White Shadaw. Dia seakan teringat kembali akan kematian ayahnya. Yang mati di tangan ketua White Shadaw, Louis Marion.
Dan dulu juga Louis ingin merebut kelompok Mafia Black Scorpion dari tangan Cassandra. Tapi itu tidak akan bisa terjadi, karena klan Mafia Black scorpion sangat solit.
Darahnya berdesir seakan mendidih jika mendengar tentang White Shadaw. Dia dulu ingin menyerang White Shadaw, tapi gara-gara Liora bo*** itu dia gagal balas dendam.
Tapi dengan kesempatan ini dia bisa melampiaskan dendamnya dan bertemu dengan musuh sejatinya.
"Apa?, apa itu benar sayang?. Kamu bisa jelaskan!." Tanya Daren pada Audrey.
"Bisa, tapi nanti jika urusan di Jerman sudah selesai." Jawab Audrey santai.
"Baiklah kita pergi bersama ke Jerman. Tapi sayang harus berhati-hati ya di sana. Aku akan selalu melindungi mu sayang." Pasrah Daren.
Daren yang melihat itupun sebenarnya tidak tahan. Tapi harus gimana lagi, karena sekarang bukan waktunya seperti itu.
"Sayang kamu mau menggoda aku ya!." Ucap Daren yang melihat semangka Audrey dan menaik turunkan alisnya.
Audrey yang melihat arah pandang Daren pun terkejut dan langsung menutup dengan selimut.
"Dasar mesum." Kesal Audrey.
"Ha ha ha" Daren tertawa terbahak bahak.
"Sudah ayo ganti baju dulu dan kita langsung berangkat." Kata Daren dan langsung melenggang pergi ke kamar mandi dengan santainya tanpa merasa risi karena tidak memakai apapun.
__ADS_1
*****
Tak berselang lama kini Daren, Audrey dan Kenan sudah berada dalam pesawat pribadi Daren. Kini mereka sedang membicarakan langkah apa yang akan di ambil.
Audrey memberi ide untuk menghubungi pihak Xander technology untuk di mintai bantuan. Untuk mencari tau dimana markas mereka dan para sandera.
Dengan bantuan technology canggih yang di miliki oleh Xander technology. Bisa melacak keberadaan para sandera.
Audrey tadi pun sudah mengirim pesan pada Riko untuk membawa perlengkapan komputernya. Dan tidak lupa agar membawa alat tempur yang sudah di rancang Cassandra untuk alat pertempurannya.
"Akang sudah menghubungi Xander technology belum?." Tanya Audrey.
"Emangnya untuk apa sayang?." Balas Daren posesif dan balik bertanya.
"Kok untuk apa sih Akang?. Ya untuk membantu kita agar cepat menemukan markas mereka dan para sandera." Balas Audrey ketus.
"Oh iya ya. Kenapa aku melupakan bahwa kita sudah bekerja sama dengan Xander technology?." Kata Daren keki, karena lupanya. "Baiklah, Nan hubungi Tuan Arman untuk membantu kita dari jarak jauh saja." Lanjut Daren dan memerintahkan untuk menghubungi Arman.
Perjalanan yang memakan waktu 13 jam dari kota J. Membuat Audrey mengantuk, Daren yang melihat istrinya mengantuk pun langsung berinisiatif mengajak Audrey untuk tidur di kamar mereka yang ada di pesawat jet tersebut.
Pesawat jet Daren di lengkapi dengan berbagai fasilitas. Diantaranya ada dua kamar dan ruang kerja untuk Daren.
"Ayo! sayang kita tidur." Ajak Daren yang juga ingin beristirahat. Dan langsung di angguki oleh Audrey.
Akhirnya pun mereka beristirahat berdua dan melupakan si somplak Kenan. Kenan pun sudah menggerutu tak jelas. Nasib jomblo ya ngenes ya Nan.
Bersambung.....
__ADS_1