
Bab 7
Sekarang Audrey sudah berganti baju dengan seragam office girl perusahaan JA grup. Kini dia di antar kepala bagian HRD ke tempat bagian ob dan og.
"Selamat pagi semua." Sapa kepala bagian HRD kepada para og dan ob yang sedang bersiap siap untuk memulai pekerjaan mereka.
"Pagi Pak." Jawab para og dan ob serempak.
"Perkenalkan ini Audrey, og baru di sini. Dan tolong ajarkan Audrey dengan pekerjaannya, dia di tugaskan di bagian lobi perusahaan. Ya sudah saya pamit dulu, silahkan Audrey jangan sungkan minta bantuan mereka." Kata kepala bagian HRD memperkenalkan Audrey dengan ramah.
"Ya Pak, terima kasih." Jawab Audrey.
Setelah kepala bagian HRD keluar ruangan itu. Audrey memperkenalkan diri.
"Halo semua, perkenalkan nama ku Audrey dan mohon bantuannya semua ya." Kata Audrey memperkenalkan diri.
"Hai… Drey, perkenalkan aku Sisilia tapi panggil aja Sisil." Ucap salah satu office girl yang bernama Sisil.
"Hai… Juga Sil, senang berkenalan dengan mu juga." Balas Audrey kepada Sisil.
"Hai…Drey, perkenalkan aku juga. Nama ku Joni, senang bisa kenalan dengan gadis cantik secantik dirimu Drey." Ucap Joni salah satu office boy memperkenalkan dirinya dan sedikit bergombal. Sambil mengulurkan tangannya ke Audrey tapi segera di tangkis oleh Sisil.
"Jangan mau kena gombalan buaya kupret itu Audrey, nanti kena sial. He he he." Ucap Sisil sambil menangkis tangan Joni dan cengengesan.
"Eh apa lo bilang, kupret? lo kali yang kayak kutu kupret ha…ha…ha…" Balas Joni tidak terima di ledek Sisil. Audrey yang menyaksikan itu hanya tersenyum gembira. Dia tidak menyangka akan cepat dapat teman.
Tak berselang lama mereka bertiga pun bergegas menuju ke lobi perusahaan untuk melaksanakan tugas mereka.
"Audrey lo yang ngepel bagian situ ya." Terintah Joni sambil menunjukkan sisi samping lobi. Ya yang membagi tugas mereka adalah Joni.
"Siap bos." Kata Audrey sambil hormat kepada Joni. Dan hanya di balas Joni dengan tertawa. Joni merasa gemas dengan tingkah Audrey yang konyol itu.
Tak terasa hari sudah mulai sore dan waktunya untuk mereka yang berkerja untuk pulang kerumah masing masing. Dan sekarang Audrey sudah berada di halte bus di dekat perusahaan tempatnya bekerja.
__ADS_1
Sebenarnya tadi Sisil sudah meminta Audrey untuk bareng sama dia, tapi Audrey malah menolak. Karena dia masih sungkan dengan teman barunya itu.
Dia tidak ingin merepotkan orang lain. Dia ingin menikmati naik bis, karena di kehidupannya, dia tidak pernah sama sekali naik angkutan umum seperti bis. Kemanapun dia pergi selalu di antar naik mobil mewahnya.
Berdesak desakan itulah yang sekarang di alami Audrey. Karena bis yang dia tumpangi, sangat penuh dan pengap. Tapi dia masih menikmati itu.
Setelah menempuh waktu perjalanan selama 30 menit. Audrey sudah sampai di halte bis dekat mension Daren. Tapi dia harus berjalan kaki sekitar 15 menit lagi untuk sampai di mension Daren. Karena tidak ada fasilitas umum di sana.
Jadi terpaksa Audrey untuk berjalan kaki. Di tengah perjalanan, dia melihat ada sebuah mobil yang di hadang beberapa mobil lain. Sepertinya ada yang tidak beres.
Beberapa orang keluar dari mobil mobil itu dan membawa senjata tajam, ada sekitar 10 orang yang keluar. Audrey yang masih berada tak jauh dari mereka, hanya memperhatikan saja. Belum ada niat untuk membantu orang yang di hadang para orang orang yang membawa senjata tajam.
"Hei… Keluar cepat." Teriak salah satu orang yang menghadang. "Kalau tidak keluar, aku pecahkan kaca mobil ini." Lanjut para orang itu yang ingin memecahkan kaca mobil itu.
Tak berselang lama para penghuni mobil pun keluar. Dan ternyata para penghuni mobil itu adalah Daren, Keynan dan sopir pribadi Daren.
"Siapa kalian, kenapa menghalangi jalan kami." Ucap Keynan kepada para orang itu.
Dan perkelahian yang tidak seimbang pun terjadi. Antara 10 orang lawan 2 orang saja. Karena sopir dari Daren yang bernama pak Parjo tidak bisa berkelahi. Dan terpaksa mereka hanya berdua saja yang melawan.
Audrey yang melihat itu pun geram. Saat Audrey memperhatikan orang yang berkelahi, tidak sengaja dia melihat di salah satu leher orang yang menyerang Daren. Terdapat tato kepala tengkorak dan berarti mereka dari kelompok mafia black skull.
Yang membuat Audrey naik pitam dan segera membantu Daren melawan mereka.
"Hei… Ya. Dasar cupu 10 kok lawan 2, sini hadapin gue kalo lo pada berani ame gue. " Tantang Audrey tiba tiba muncul di hadapan mereka.
Daren dan Keynan yang kualahan menghadapi mereka pun kaget akan kedatangan Audrey yang tiba tiba.
"Nyonya menyingkirlah dari sini, di sini sangat berbahaya bagi nyonya." Kata Keynan dengan nafas yang masih tersengal sengal. Mengingatkan majikan wanitanya untuk pergi dari sini.
"Wah ternyata ini ya Nyonya dari Tuan Daren. cantik juga, boleh dong kita nikmati terlebih dulu." Kata pimpinan kelompok itu.
Daren yang mendengar ucapan itu, dia langsung naik pitam. Dia tidak terima jika miliknya di minati orang lain. Dia pun langsung menyerang.
__ADS_1
"Kurang ajar ba**ngan, kalian." Umpat Daren dan langsung menyerang pimpinan itu.
Audrey pun tak kalah marah nya seperti Daren. karena dia sudah di rendahkan.
"Bre**s*k, dasar tikus tak berguna. Mati kalian semua." Audrey mulai menyerang tak pandang bulu. Dengan keahlian Cassandra dulu sekarang Audrey sudah menjatuhkan beberapa lawannya.
Bukh
Bukh
Ahhhh
Bunyi suara pukulan dan rintihan para penjahat itu. Daren dan Keynan terperangah dan rahang merekapun hampir jatuh karena melihat serangan demi serangan Audrey yang mengenai lawannya itu.
Audrey tidak memberi ampun mereka dan tak berselang lama mereka pun tumbang semua. Dan hanya menyisakan pemimpin mereka. Audrey pun memberi peringatan untuk nya.
"Beritahu ketua mu malaikat mautnya akan datang." Ucap Audrey menyeringai. Tapi tak berselang lama dia mematahkan leher peminpin itu.
Krakkkk
Leher peminpin itu pun patah dan mati. Audrey tidak akan membiarkan ketua black ****skull**** mengetahui keberadaanya secepat ini. Audrey akan menunggu waktu yang tepat.
Setelah Audrey membereskan mereka semua, dia menghampiri Daren dan Keynan yang terlihat masih syok dengan apa yang mereka saksikan.
Gadis yang berada di hadapan mereka dengan mudahnya membasmi 10 orang kekar yang menghadang mereka. Daren dan Keynan hampir tak mempercayai itu jika tidak melihat dengan mata kepala sendiri.
"Woi… Kenapa kalian bengong." Teriak Audrey sambil menggoyangkan tangannya ke arah Daren dan Keynan. "Awas ada lalat masuk tuan." Lanjut Audrey memperingatkan Daren dan Keynan.
"Apa kau benar Audrey……………
*****
Lanjut besok lagi ya bestie. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Dukungan kalian adalah Mutiara terindah bagi othor..……makasih semuanya ya bestie………
__ADS_1