
*
*
*
"What, jadi kamu si Renren yang nyebelin itu." Syok Cassandra yang baru tau kalau suami tersayang nya adalah kakak kelasnya yang nyebelin.Yang suka ganggu Andra kecil, sampai-sampai pernah beberapa kali Andra kecil nggak mau masuk sekolah.
"He he he ternyata kita emang jodoh ya Baby." Jawab Daren cengengesan. Dan semua itu membuat mood bumil cantik jadi agak sensi.
"Ya emang dulu Papi, Papa mu dan Papa nya Daren udah jodohin kalian sejak kecil. Kalian itu emang udah jodoh, takdir Tuhan tidak bisa di hindari. Toh juga dulu kalian pernah dekat juga kan." Sambung Papi Hilton dengan senyuman, beliau ingat dengan perkataan kakak iparnya dan sahabatnya.
"Ihhh sebel deh Pap, kenapa musuh masa laluku jadi jodoh masa depanku sih Pap." Sebal Cassandra dengan bergelayut manja di lengan Papi Hilton.
Jangan tanyakan Daren ya, sudah ada dua tanduk di kepalanya. Dia cemburu tak pandang bulu, sama Papi istrinya saja dia cemburu. Aduh Daren, apalagi sama orang lain ya Ren.
__ADS_1
"Ya namanya udah jodoh ya kita nggak tahu sayang. Mau di hindari kayak apapun tapi kalau udah jodoh ya kayak kamu. Udah pindah ke tubuh orang lain aja masih berjodoh." Kata bijak Papi Hilton.
"Tapi Papi, aku masih kesel sama si Renren. Dia selalu ganggu aku dulu Pap. Ihhh aku kalau ingat dulu, pengen tak sambel tuh muka songongnya. Eh dulu malah keburu kabur tuh si Renren nyebelin." Balas Cassandra dengan raut wajah cemberutnya.
Daren yang mendengar Cassandra ingin menyambel mukanya. Dia pun bergidik ngeri, membayangkan jika beneran mukanya mau di sambel istrinya.
"Baby, udah dong ingat masa lalunya. Itu kan dulu waktu kita masih kecil. Toh sekarang kita udah jadi satu dan sebentar lagi twins five akan hadir dalam hidup kita. So, lupain masa lalu ya. Renren udah pergi ke laut, sekarang adanya Daddy Daren. Ok Sayang." Bujuk Daren memelas pada istrinya. Dia nggak mau panjang urusannya, bisa berabe ntar nggak dapat jatah malam.
"Iya Sayang, udahlah lupain masa kecilmu yang sering di recoki Renren mu. Toh walaupun dia selalu menjahili kamu, tapi dia selalu ada untuk kamu kan. Cinta pertama mu juga kan, dia pergi nggak pamit sama kamu aja. Kamu nangis sehari semalam dan mogok makan. Papi kalau inget dulu kamu pernah seperti itu kayak nggak percaya saat lihat kamu sudah dewasa. Tapi kamu yang sekarang malah lebih manja, apa ini karena kamu hamil ya Sayang. Dan tunggu, tadi apa yang kamu bilang Ren, twins five. Apa Andra hamil kembar 5." Kata Papi Hilton mengingatkan Cassandra tentang masa kecilnya bersama Daren. Dan bertanya tentang twins five.
Cassandra yang mendengar Papi Hilton berkata mengingatkan masa kecilnya pun sempat malu. Karena rahasia nya yang dulu di bongkar oleh Papi Hilton.
Karena Daren harus mengikuti Papa dan Mamanya pindah ke Indonesia. Ya dulu Daren juga pernah tinggal di Jerman. Karena Mama Daren juga asli Jerman dan Papanya Indonesia.
"Ihhhh Papi kok bongkar itu sih. Aku kan masih sebel sama si Renren yang nggak pamit sama aku dulu Pi." Ucap Cassandra yang kesal sama Papinya yang main ceplas ceplos saja.
__ADS_1
Papi Hilton hanya tersenyum saat mendengar protes dari keponakan tersayang nya. Papi Hilton bersyukur Daren dan Cassandra bersatu dalam ikatan pernikahan.
Keinginan almarhum kakak iparnya dan sahabatnya pasti akan senang dengan pernikahan ini.
"Ya uncle benar, Andra kita hamil kembar 5. Sekarang umur kandungannya masih tiga bulan uncle." Jawab Daren pada Papi Hilton.
"Ren jangan panggil uncle, panggil Papi dong kayak Andra. Makanya perut Andra kok kayak hamil 6 bulan ya. Ternyata kembar 5, gila cespleng juga ya kamu Ren." Ucap Papi Hilton yang ingin Daren memanggilnya dengan sebutan Papi. Dan perkataan Papi Hilton pun membuat Cassandra dan Daren jadi malu.
"Ih Papi bisa saja." Malu Cassandra. Daren pun hanya nyengir saja.
Kenan, Luna, sekertaris dan asisten pribadinya Papi Hilton hanya bisa senyam-senyum melihat interaksi mereka bertiga.
Kenan yang awalnya mampir untuk membawa berkas penting pada Daren pun hanya bisa menunggu bosnya bernostalgia dengan masa lalunya yang ternyata adalah istrinya sendiri. Dunia emang sangat kecil ya.
"Ehemmm maaf Tuan, mengganggu acara anda bos. Ini berkas untuk meeting besok, dan maaf mengambil cuti dadakan. He he he." Dehaman Kenan membuat tiga orang itu menyadari jika masih ada orang lain selain mereka bertiga di ruangan itu.
__ADS_1
"Dasar asisten semprul, sudah Lo apa kan anak orang. Main buru-buru nikah, dasar sableng Lo." Umpat Daren pada siapa lagi kalau bukan pada asisten semprulnya.
Bersambung.........