Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Penyelamatan


__ADS_3

*


*


"Yang tau rahasia ku hanya Cassandra. Tapi, apa benar kalau jiwa Cassandra berpindah ke tubuh Audrey." Gumam lirih Liora.


"Tidak, tidak mungkin jiwa Cassandra berpindah ke tubuh Lo Audrey. Jangan mengarang kamu. Cassandra sudah mati, aku melihat jasadnya dengan mata kepala ku sendiri. Nggak mungkin" teriak Liora yang masih tidak percaya.


"Terserah Lo mau percaya atau tidak. Yang penting sekarang gue ingin membalas dendam pada kalian yang telah membuat gue sengsara." Cassandra yang sudah tidak sabar ingin menghabisi mereka semua.


"Cuih, tidak segampang yang kau fikir jal*ng kecil." Umpat Aros yang tidak terima.


Aros tidak terima pun dia langsung menyerang Cassandra secara bersama-sama dengan para anak buahnya.


Cassandra yang sedikit kesulitan karena memang dia membawa 5 janin dalam perutnya yang buncit.


Aros terus menyerang Cassandra, dia tidak akan membiarkan Cassandra menang. Aros ingin Cassandra hidup-hidup karena dia ingin mencicipi tubuh Cassandra seperti apa yang dia lakukan pada ibu Audrey yang asli.


Aros menyerang dari samping, pukulan ke wajah Cassandra dengan mudah di hindari oleh Cassandra.


 Danang pun tak tinggal diam dia pun menyerang Cassandra dari depan juga. Tendangan yang di arahkan pada perut Cassandra pun dengan mudah juga di tangkis Cassandra dan membalas tendangan Danang seketika langsung mengenai perut Danang.


"Ternyata kuat sekali ya kau jal*ng kecil. Tapi tak akan ku biarkan kamu pergi dengan mudah." Kata Aros yang kualahan menghadapi Cassandra.


Sementara tidak jauh dari ruangan itu, Daren, Riko, Kenan, Arman dan Manuel masih mengikuti Simon dari belakang.


Tak ayal mereka pun juga bertemu dengan anak buah Aros. Mau tidak mau mereka harus melawan para Mafioso itu.


Buhhg.


Buhhhg.


Ahhhhk.


Krakk.


Duhg.

__ADS_1


Dor.


Dor.


Ahkk.


Ahkk.


Baku hantam dan baku tembak pun terjadi. Banyak dari para Mafioso Black Skull yang kalah, anak buah Daren pun langsung mengatasi mereka.


Daren cs pun segera menuju ke tempat di mana Cassandra berada. Terdengar dari jauh ada perkelahian yang terdengar. Daren dan kawan-kawan segera bergegas mendekati sumber bunyi berada.


Di saat Daren dan lainnya sudah berada di ruangan penyekapan Cassandra. Dia melihat istrinya yang sudah terdesak oleh beberapa orang.


Melihat posisi Cassandra yang sudah terdesak, Daren segera berlari dan menendang Aros yang ingin menyentuh Cassandra.


"BAST*RAD"


Buuughh.


Braaak.


"Da Daren" gugup Liora saat tahu Daren yang menendang ayahnya.


"Bagaimana Daren tahu Audrey ada di sini. Tidak sembarang orang tahu tempat ini" batin Liora saat melihat Daren ada di markas ayahnya.


Pandangan Daren menyusuri setiap sudut tempat itu. Dan seketika mata nya melihat sosok wanita yang begitu dia kenali.


"Dasar kalian semua BAST*RAD, menculik wanita hamil dan menyiksanya seperti ini. Cuihhh" Daren marah menatap tajam kearah Aros dan Liora.


"Daren, Sayang..." Liora yang ingin berbicara tetapi di potong oleh Daren.


"Tutup mulut kotormu itu jal*ng. Jangan pernah lagi berani memanggil namaku dengan mulut kotormu itu. Menjijikkan" geram Daren yang jijik dengan Liora.


"Baji*ngan, beraninya kau memaki putriku." Marah Aros yang tidak terima dengan ucapan Daren. Aros pun tidak ingin tinggal diam, dan langsung menyerang Daren.


Perkelahian pun tidak terelakkan lagi. Semua orang sedang bertempur, Riska dan Manuel segera membawa Cassandra pergi dari tempat itu. Tapi sebelum Cassandra meninggalkan tempat itu, dia berpesan kepada suaminya.

__ADS_1


"Sayang, Jojo dan Tatia menunggu mainan mereka." Pinta Cassandra pada suaminya.


"Ok Baby, bilang pada mereka Papu akan membawa mainan untuk mereka. Carlos, Duke, Trama dan Yoyo juga akan mendapatkan mainan mereka Sayangku. Muahc muahc." Balas Daren dan tidak lupa memberikan ciumannya untuk Cassandra dan bayi yang masih di dalam perut Cassandra.


Cassandra pun langsung di bawa Riska dan Manuel. Lewat jalur rahasia yang telah di retas oleh Angela dan Noel.


Tidak banyak Mafioso yang tersisa dari Black Skull karena mereka sebagian sudah di beri obat tidur oleh Manuel dan Riska.


Tak berselang lama sekarang Cassandra sudah sampai di tempat persembunyian mereka di dekat markas besar itu. Sementara Daren, Riko, Arman, Kenan dan lainnya masih berada di sana untuk membersihkan lawan sampai ke akarnya.


"Cass syukurlah kamu selamat, aku khawatir kamu dan bayimu kenapa-kenapa." Kata Angela yang mengkhawatirkan keadaan Cassandra.


"Tenang guys gue nggak apa-apa, si kembar malah seneng nih dapat tantangan. Mereka nggak rewel sama sekali." Balas Cassandra santai tanpa beban. Dia tidak tahu saja semua khawatir dengan kondisi nya. Eh yang di khawatirkan malah santai saja, haduh bumil satu ini ajaib banget ya.


"Hais, tenang pala Lo peyang. Kita semuanya ini kayak orang yang nunggu bantuan dari pemerintah tahu nggak perasaannya tidak menentu panas dingin. Berrrr" ujar Manuel menanggapi balasan Cassandra.


Pletakkk.


Aauuugghh.


"Sakit tau Ka." Keluh Manuel saat di pukul kepalanya oleh Riska.


"Dasar otak udang. Bantuan dari pemerintah aja yang Lo pikirkan, udah kaya masih aja kurang Lo beleguk." Cibir Riska yang geram dengan tingkah sahabatnya yang satu ini.


"Ya kali Ka, biasanya kan yang kaya yang dapat yang miskin melongo. Benar kagak pemirsah" Balas Manuel dengan santainya.


"Dasar teman kampreeet" ucap Riska, Angela dan Noel serempak.


"Ihss udah ah kalian ini apaan sih. Eh ya Ngel gimana keadaan disana. Apa suami gue udah berhasil mengalahkan mereka." Tanya Cassandra pada Angela penasaran.


Bersambung....


*


*


Terimakasih buat kakak-kakak semua yang masih setia mengikuti cerita author yang kadang kagak nyambung, tapi sambungin aja ya kali. he he he.

__ADS_1


Author mau minta bantuan pada kalian semua ni ya. Bantuin cari nama buat baby five tapi author maunya dari huruf M. Cowo cewe ya kak. terimakasih banyak.


__ADS_2