Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Penculikan Part 2


__ADS_3

*


*


"Shiiiiit siapa yang berani menculik istriku." Umpat Daren yang bergegas menuju lobi perusahaan. Dimana Yupi yang sedang menunggu Daren dan Kenan.


"Apa? Cassandra di culik. Siapa yang berani melakukan ini." Kaget Kenan saat mendengar jika Cassandra telah di culik.


"Tunggu, jika Cassandra di culik. Berarti istriku juga bersama di culik dong." Lanjut Kenan yang mengingat jika istrinya bersama Cassandra.


"Istrimu baik-baik saja, hanya istriku saja yang mereka culik." Balas Daren sinis.


"Kok bisa Nadine baik-baik saja. Sedangkan Cassandra di culik mereka." Kenan yang merasa ada siasat di sana.


"Sepertinya Cassandra sudah tahu yang menculik dirinya dan ini adalah siasat Cassandra" lanjut Kenan dalam hatinya.


"Ya seperti yang ada di pikaranmu." Kata Daren yang tahu jika Kenan akan berfikir seperti itu.


"Wow, siapa yang berani menyerahkan nyawanya pada Cassandra." Kata Kenan yang penasaran dengan orang yang menculik Cassandra. Kenan yang sudah tau siapa Cassandra, dia pun nggak akan berani berhadapan dengan singa betina milik Daren.


"Sepertinya mereka sudah tidak sabar ke neraka." Ucap Daren dengan senyuman datar yang mengerikan yang selalu menemani hidupnya sebelum kehadiran Cassandra.


"Riko pun sudah memberi kabar jika semuanya sudah siap." Ujar Kenan memberitahu Daren bahwa Rico menghubunginya.


"Oh astaga, ini semua sudah di rencanakan oleh Cassandra dengan epik. Walaupun dalam waktu yang singkat. Aku tidak ingin ketinggalan mereka (para penculik) di babat habis malaikat pencabut nyawa berbadan 6 ( mengandung janin 5). Ini pasti bakalan seru, wow nggak bisa ngebayangin gue Ren." Lanjut Kenan antusias menantikan tontonan yang menarik.


Pletak.


"Auhh, apa apaan Lo Ren. Sakit tau nih pala." Teriak Kenan saat kepalanya di ketok Daren.


"Lo yang apa apaan semprul, Lo tau kan bini gue lagi bunting. Dan mulut lemes Lo dengan mudahnya berkata yang bikin gue pingin hajar Lo sekarang juga. Gue lagi khawatir sama keadaan istri dan anak-anak gue yang masih dalam kandungan." Emosi Daren pada sahabat lucnatnya. Yang nggak tau tempat.


"Ayo buruan kita selamatkan mereka." Lanjut Daren lagi saat sudah keluar dari lift.

__ADS_1


Daren pun segera berjalan menuju Yupi yang sudah menunggu di depan pintu lobi. Para karyawan yang melihat Bos mereka berjalan tergesa-gesa pun keheranan.


Karena tidak pernah melihat Bos mereka seperti itu. Apa yang terjadi, sehingga Bos mereka kelihatan panik seperti itu.


Daren yang sudah berada di dekat Yupi pun segera masuk ke dalam mobil yang di ikuti Kenan.


"Yupi, dimana istriku berada." Tanya Daren begitu dia masuk ke dalam mobil.


"Bu Bos sekarang di bawa ke markas besar Black Skull Pak Bos." Jawab Yupi tegas.


"Ck, mereka memang menggali kubur mereka sendiri." Decak Daren kesal.


"Kita jemput istriku dan anak-anak, jangan sampai mereka terluka sedikitpun." Lanjut Daren.


Yupi pun segera melaju dengan kecepatan tinggi. Yupi pun tidak perduli dengan umpatan para pengendara lain yang di dahuluinya.


*


*


"Euuggh" lengguhan Cassandra saat bangun dari pingsannya.


"Di mana ini, siapa kalian." Lanjut Cassandra saat menyadari bahwa saat ini dia di tempat yang kotor dan ada beberapa orang yang berjaga di sana.


"Oh rupanya kau sudah bangun ya jal*Ng." Kata Danang yang menjaga Cassandra di ruangan itu.


"Beritahu Tuan, kelincinya sudah bangun." Lanjutnya lagi menyuruh anak buahnya untuk memanggil sang Tuan besar.


"Baik Bos" patuh sang anak buah.


"Cuihh, rupanya para pecundang yang telah menculik ku." Kata Cassandra remeh.


"Kurang ajar, dasar bi*tc. Tunggu saja apa yang akan terjadi dengan dirimu." Kata Danang marah pada Cassandra.

__ADS_1


Tap


Tap


Tap


Suara orang yang datang ke dalam ruang penyekapan Cassandra. Dan terlihat seorang wanita yang berpakaian seksi berjalan angkuh kehadapan ibu hamil itu.


"Kamu" kaget Cassandra saat melihat wanita itu masuk kedalam ruangan itu.


"Ha ha ha, apa?. Kenapa kaget seperti itu hah, kamu takut kan sekarang." Bentak Liora pada Cassandra.


Ya wanita itu adalah Liora, saudara tiri Cassandra saat ini. Liora memang sudah tidak sabar ingin memiliki Daren. Maka dari itu dia menyuruh ayahnya untuk segera menghabisi Cassandra secepatnya.


"Kenapa kau melakukan ini Liora. Apa salahku padamu, lepaskan aku sekarang. Suamiku pasti sekarang sudah kebingungan mencari ku Liora." Kata Cassandra pura-pura tidak tahu apa yang telah di rencanakan Liora dan Aros.


"Apa salahmu, hah. Apa kamu lupa jika aku menginginkan suamimu untuk menjadi milikku. Aku akan merebut semua yang kamu miliki. Ha ha ha" Balas Liora sengit.


"Dalam mimpi mu, aku tidak akan pernah memberikan suamiku padamu gadis giila." Umpat Cassandra tak kalah sengit.


Plak.


"Auhh"


Liora menampar pipi mulus Cassandra hingga terlihat jelas bekas 5 jari Liora. Cassandra yang masih dalam keadaan terikat kedua tangannya pun tidak bisa berbuat apa-apa.


Tapi tanpa sepengetahuan mereka semua Cassandra perlahan-lahan membuka ikatan tangannya dengan menggunakan gelang ciptaannya yang bisa menjadi alat apa saja yang dia inginkan.


"Ini belum seberapa yang akan kamu terima dari ku jal*ng. Aku akan membuat mu menderita, ingat itu." Ucap Liora dan menarik rambut Cassandra dengan kasar.


Cassandra yang di perlakukan seperti itu hanya terdiam dan membiarkan Liora menang terlebih dahulu. Sebelum kehancuran memusnahkannya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2