Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Masa Lalu Manuel


__ADS_3

*


*


"Maaf, maafkan aku yang tidak bisa menemukan dirimu. Aku sudah mencari mu ke kampung mu, tapi kau telah pergi di usir mereka. Sekali lagi aku minta maaf." Manuel meminta maaf dengan suara yang bergetar. Hanya permintaan maaf saja yang hanya bisa dia lakukan, Manuel begitu menyesali perbuatannya yang dulu. Walaupun tidak seratus persen dialah yang salah.


"Lepaskan aku Tuan, kenapa Tuan baru cari saya setelah mereka mengusir saya yang telah mengandung anak anda Tuan. Kenapa, kenapa Tuan. Hiks... Hiks..." Suara tangis Ani pecah seketika, dia hampir melupakan kejadian masa lalunya. Tapi sekarang malah Tuhan menghadirkan masa lalu itu datang kembali.


"Maaf, karena setelah kejadian di hotel itu. Aku dan anak buah ku segera pergi ke Jerman menyusul Bos besar di sana. Karena ada satu masalah, makanya aku tidak langsung mencari mu. Tapi di saat aku sudah pulang dan kembali ke kota mu, dan mencari dimana kamu tinggal. Aku baru tahu kalau kamu sudah di usir orang tuamu karena katanya kamu sedang hamil. Dan orang tuamu malu karena anak gadisnya hamil di luar nikah. Makanya mereka mengusir mu kan, sekali lagi aku mohon maaf maafkan aku Ani. Aku sudah mencari mu kemana-mana tapi tidak menemukan mu. Maaf terlambat menemukan mu Ani." Ucap Manuel yang berusaha membujuk Ani agar memaafkannya.


"Hiks hiks hiks, anda tega kepada saya Tuan. Anakku menderita karena mu Tuan, dia sering di ejek teman-temannya karena tidak mempunyai ayah. Sering di hina anak haram, dia tidak tahu apa-apa Tuan. Tapi dialah yang menanggung semua kesalahan orang tuanya. Hiks hiks hiks" Ani mencurahkan semua beban di hatinya kepada orang yang telah menghadirkan anaknya dalam dunia ini.


Ani masih berada di dalam dekapan hangat Manuel. Mereka mencurahkan segalanya yang mereka pendam.


"Maafkan aku semua karena aku yang tidak bisa mengontrol tubuhku An. Karena obat sialaan itu, tapi tenang saja aku sudah memberikan balasan setimpal dengan orang yang sudah membuat kita seperti ini. Anak kita laki-laki atau perempuan An, siapa namanya." Manuel pun menjelaskan kenapa dia dulu bisa seperti itu dan menanyakan tentang anak mereka.


"Dia laki-laki namanya adalah Jack Emanuel" jawab Ani memberitahu anak mereka.


Manuel pun senang karena sudah mempunyai anak laki-laki dan menyandang namanya di belakang nama anak nya. Pasti sekarang Jack sudah berumur 3 tahun lebih. Dia tidak sabar ingin melihat anaknya, pasti akan terlihat tampan seperti dirinya.


"Ehemmm." Terdengar dehaman dari Papi Hilton. Dan membuat Manuel dan Ani sadar bila mereka berada di tempat umum.


"He he maaf Tuan." cengir Manuel yang melihat tatapan tajam Papi Hilton.


"Urus urusanmu nanti di rumah, sekarang yang lebih penting adalah bagaimana keadaan Cassandra di dalam." Papi Hilton memberikan saran pada Manuel.


"Baik Tuan" jawab singkat Manuel.


Ani yang masih membutuhkan pekerjaan pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Papi Hilton.


"Tuan maaf bagaimana dengan pekerjaan saya?" tanya Ani hati-hati pada Papi Hilton.


"Sudah ku bilang urus nanti di rumah" jawab Papi Hilton dengan nada tidak suka.


"Sudah jangan bertanya lagi, nanti sampai di rumah ku kita akan berbicara." Bisik Manuel pada Ani.


Tak berselang lama Dokter Inggrid dan Dokter Sasongko pun keluar dari ruangan IGD. Papi Hilton pun segera menghampiri dan menanyakan bagaimana keadaan Cassandra.


"Dokter bagaimana dengan keadaan Cass dan anaknya?. Apakah ada yang serius dengan kondisi mereka berdua?." Dokter Sasangko yang baru keluar pun dan langsung di todong pertanyaan pun hanya bisa melongo saja.


"Keadaan Nyonya Cassandra dan ke-lima calon anak nya baik-baik saja dan hanya perlu istirahat saja. Kami akan memindahkan Nyonya Cassandra ke ruang perawatan yang berada di lantai 8." Jawab Dokter Sasongko yang tahu akan kekhawatiran mereka semua.


"Syukurlah mereka baik-baik saja." Seru Papi Hilton lega.


Dan tak lama kemudian, pintu ruangan IGD terbuka dan menampakkan Daren yang berbeda di samping brangkar Cassandra. Cassandra terlihat terlelap dalam mimpi nya, mungkin efek dari obat.


Semua orang mengikuti kemana para suster membawa Cassandra pergi. Daren yang sekilas melihat bahwa suster yang tadi membuat masalah masih berada di situ pun segera melirik Kenan.

__ADS_1


Kenan yang tahu lirikan Daren pun segera melaporkan apa yang terjadi.


"Maaf bro, ternyata suster itu ada hubungannya dengan Manuel." Kenan membalas lirikan Daren.


Daren pun mengalihkan pandangannya kepada Manuel. Manuel pun mengerti akan lirikan itu.


"Dia adalah masa lalu ku yang telah aku cari selama ini. Nanti aku jelaskan di ruangan nya Cass." Jelas Manuel, Ani yang di gandeng Manuel hanya bisa diam saja dan mengikuti mereka pergi.


Kini mereka sudah berada di ruangan VVIP khusus keluarga Alvaro. Bukan seperti ruangan di rumah sakit seperti biasanya. Melainkan sebuah hotel yang pindah ke rumah sakit. Fasilitas lengkap dan membuat penghuninya betah berada di sana.


"Papi sudah sampai, maaf tidak bisa menjaga Cass dengan baik. Dan hampir membuat mereka celaka." Ucap Daren penuh penyesalan.


"Ya. Dan aku akan membawa mereka pergi dari negara ini setelah kesehatan Cassandra membaik." Balas Papi Hilton dengan tegas.


"Apa? Papi Cassandra adalah istriku. Aku tidak akan membiarkan mereka pergi dari ku. Papi jangan seenaknya sendiri, Cassandra dan anak-anak adalah tanggung jawab ku Pi." Daren kaget dengan perkataan Papi Hilton yang ingin membawa Cassandra dan anak-anak nya pergi dari dirinya. Dia pun tidak bisa menerima itu.


"Kamu sudah tidak becus menjaga mereka Ren, lihatlah sekarang bagaimana keadaan istri dan calon anak-anak mu. Papi tidak ingin kejadian ini terjadi lagi, Papi takut Cassandra pergi lagi dari dunia ini apa lagi membawa calon cucu Papi Ren. Papi takut Ren." Balas Papi Daren dengan raut sendu dan membuat Daren mengerti akan ketakutan Papi Hilton.


"Pi maaf, maafkan Daren Pi. Daren janji Daren tidak akan lalai lagi dan akan memperketat penjagaan lagi Pi. Aku mohon jangan bawa mereka Pi Daren mohon." Daren memohon maaf kepada Papi Hilton dan mereka pun berpelukan menenangkan diri mereka.


Saat sudah selesai dengan drama Papi Hilton. Daren pun langsung meminta kejelasan kepada Manuel tentang apa yang telah terjadi.


Manuel pun segera menjelaskan tentang semuanya.


*


*


Flashback On.


Di desa yang asri dan sangat sejuk, kedamaian yang menenangkan jiwa. Di lereng kaki gunung tertinggi di Indonesia. Tapi harus terusik dengan suara tembakan beruntun yang memekakkan telinga yang mendengarnya.


Di tengah malam yang sunyi, para warga desa yang sudah terlelap tiba-tiba saja terbangun saat mendengar suara beberapa tembakan dan mobil yang melintas. Tak lama dari itu pun terdengar suara ledakan di tengah malam.


Dor.


Dor.


Bruum.


Brumm.


Buummmm dar.


Warga desa tidak berani keluar dari rumah masing-masing karena suara tembakan itu. Mereka hanya mengintip dari balik korden di jendela mereka.


"Bos target sudah kita exekusi. Mobilnya meledak tak tersisa." Ucap salah satu orang yang telah menembaki mobil itu dengan orang di balik telpon itu.

__ADS_1


"Bagus, dan segera pergi dari sana agar tidak terjadi masalah." Jawab seseorang yang berada di balik telpon itu.


"Ok Bos"


Dan mereka pun segera pergi dari sana. Tapi mereka tidak tahu jika orang yang mereka celakai masih hidup dan memperjuangkan nyawanya bergelantungan di akar pohon yang menjuntai ke bawah jurang.


"Shiiiiit kenapa bisa seperti ini. Dasar ceroboh dan Lo kualat El, gara-gara nggak patuh sama Bos Lo sendiri." Umpat Manuel dengan masih mempertahankan pegangannya.


Ya orang itu adalah Manuel Lambert. Dia yang percaya diri dan tidak mendengar peringatan dari ketua klan yang tidak lain adalah sahabat nya sendiri yaitu Cassandra Wilson Alexander.


Manuel pun memastikan sekitaran apakah benar-benar aman atau tidak sebelum meminta tolong. Dia bersumpah pada orang yang menolongnya, jika seseorang laki-laki maka dia akan menjadikan saudara.


Tapi jika yang menemukan adalah wanita, dia akan menikahinya. Manuel pun segera meminta tolong.


"Tolong, tolong"


"Siapa pun tolong saya, tolong" teriak Manuel meminta tolong.


Tak lama, kebetulan terdengar suara kendaraan bermotor dari kejauhan. Manuel pun segera berteriak meminta tolong agar pengguna sepeda motor itu menyelamatkannya.


"Tolong"


"Tolong"


"Tolong"


Pengendara motor yang melintas sekilas mendengar suara orang meminta tolong dan dia pun melihat kepulan asap yang belum padam. Masih tersisa api yang menyala dari dasar jurang.


Pengendara motor yang tak lain adalah Ani Handayani si kembang desa. Dia pun segera menghentikan laju motornya dan masih mendengar teriakkan orang meminta tolong. Segera mencari sumber suara yang meminta tolong.


"Tolong"


"Hei Anda di mana" teriak Ani yang sedang mencari korban yang meminta tolong.


"Di sini, siapa pun Anda saya minta tolong" Manuel yang mendengar suara seseorang seperti suara seseorang perempuan pun segera membuat kode jika dia berada di tebing jurang itu.


"Ya Allah Tuan, Tuan bisa merangkak ke atas nanti saya akan bantu menarik akar ini." Ani syok melihat ada seorang laki-laki yang berpegangan pada akar pohon di tebing jurang.


"Ya saya bisa, tolong saya Nona" Balas Manuel memohon pertolongan.


"Ya Tuan sebisa saya akan menolong Tuan. Sekarang Tuan tolong merangkak memanjat sedikit demi sedikit dan saya akan bantu menarik akarnya Tuan." Ani pun segera menarik Manuel secara perlahan.


*


*


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2