Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Pasar Malam


__ADS_3

Setelah mengungkapkan rasa di hatinya dan waktu pun sudah beranjak sore hari. Daren memutuskan untuk segera pulang.


Mereka pun segera beranjak pulang, di tengah perjalanan saat Audrey melihat keluar jendela, dia melihat pasar malam di dekat taman kota.


Walaupun hari belum beranjak malam tapi pasar malam itu sudah buka dan mulai banyak pengunjung yang berdatangan. Ada yang sendirian, bersama pasangan dan bersama teman.


Daren yang melihat Audrey seakan tertarik dengan keramaian itupun dia berinisiatif menyuruh Kenan untuk berhenti di pasar malam itu.


"Nan berhenti, kita ke pasar malam itu." Kata Daren menyuruh Kenan berhenti.


"Hah... Lo serius Ren mau ke pasar malam itu! kesambet apa lo." Kaget Kenan yang tak habis pikir dengan kejutan kejutan yang Daren berikan.


"Udah jangan kebanyakan bac*t lo, nurut napa" geram Daren pada Kenan yang kebanyakan bicara.


Dia seakan tau apa yang di inginkan Audrey. Audrey dan Cassandra sebenarnya belum pernah pergi ke tempat seperti itu. Karena kehidupan Audrey sebelumnya yang sangat tragis dan menyedihkan.


"Dia selalu di suruh mengerjakan pekerjaan rumah seperti pembantu yang tidak di gaji dan selalu di perlakukan buruk ketika Papa nya pergi keluar kota.


Cassandra juga dia yang sibuk dengan usahanya dan kelompok mafianya. Dia tidak pernah merasakan kesenangan dunia luar. Dia hanya fokus dengan berkas berkasnya dan para musuh yang ingin menjatuhkannya.


Sekarang mereka sudah sampai di pasar malam. Suasana yang ramai walaupun hari belum menunjukkan malam hari. Audrey yang melihat itupun, langsung wajahnya berbinar senang.


Dia merasa senang sekali bisa berbaur dengan orang lain. Dia ingin bermain sepuasnya dan tentunya dia ingin memakan permen kapas.


"Wahh ramainya." Ucap Audrey dan ingin langsung berlari ke dalam pasar malam. Tapi di cegah oleh Daren.


"Eh tunggu mau kemana kamu?" cegah Daren.


"Aku mau beli itu Bos." Balas Audrey sambil menujuk ke deretan permen kapas.


"Sudah ku bilang jangan panggil Bos." Ketus Daren. "Ayo kita beli sama sama." Lanjut Daren lagi.


"Hah.... Baiklah Akang Daren. He he he." Ucap Audrey yang merasa aneh memanggil Daren Akang. Terasa geli geli gimana gitu.


Daren pun langsung menggandeng tangan Audrey. Awalnya Audrey menolak tapi tatapan tajam Daren membuat Audrey mau tidak mau harus mau. Jadilah mereka bergandengan tangan.


Sedangkan Kenan hanya meringis sendiri karena tidak mempunyai gandengan. Tapi dia juga bahagia jika sahabatnya bahagia.

__ADS_1


Sekarang mereka sudah berada di tempat permen kapas. Audrey merasa sangat bahagia, dia ingin merasakan seperti orang orang lain yang bisa bebas melakukan apapun tidak ada kekangan masalah perusahaan atau masalah dunia mafia.


Maka dari itu Audrey belum ingin mendatangi para orang kepercayaannya karena dia masih ingin menikmati kebebasannya.


"Emmm enaknya." Ucap Audrey yang sedang menikmati permen kapas. "Akang mau" lanjut Audrey menawarkan permen kapasnya kepada Daren.


Daren yang merasa gemas melihat Audrey pun menggangguk dan menerima suapan Audrey. Mereka menikmati permen kapas bersama. Jangan tanyakan Kenan dimana, karena Kenan juga sedang menikmati waktu luangnya.


Yaitu tidur di dalam mobil, jika ada waktu luang dia pasti akan menyempatkan untuk beristirahat sebentar. Mumpung saat ini Bosnya lagi senang senang di pasar malam. Ini kesempatannya untuk beristirahat.


Saat ini Daren dan Audrey berada di arena tembak Bebek, siapa disana yang berhasil menembak semua Bebek yang ada di sana. Akan mendapatkan boneka beruang besar, besarnya seperti orang dewasa.


Dan ketika Audrey melihat itu, dia ingin memiliki boneka itu. Dia pun langsung berbelok ke tempat tembak Bebek itu.


Dan saat ini Daren pun sudah memegang senapan. Daren pun segera memulai menembak Bebek Bebek berjalan itu yang berjumlah 20.


Dor


Dor


Dor


Dor


Jika Daren tidak bisa menembak semua Bebek itu pun dia bisa membelinya. Tapi disini dia melihat Audrey yang senang pun seakan dia bahagia. Bisa membuat wanita yang saat ini dia cintai tersenyum bahagia.


"Yey... Dapat." Seru Audrey senang mendapatkan boneka beruang besar. "Akang terima kasih ya" lanjut Audrey berterima kasih pada Daren.


"Sama sama Neng gelis. Ayo kita naik biang lala." Balas Daren dan merangkul bahu Audrey dan mengajaknya pergi untuk naik biang lala.


"Ayo.. Tapi jangan kayak gini, malu." Ucap Audrey dan ingin melepaskan tangan Daren dari bahunya. Tapi Daren masih tetap merangkul bahu Audrey dengan mesranya.


Mereka pun langsung pergi ke tempat biang lala. Saat sedang mengantri di depan biang lala, ada rombongan wanita seusia Audrey mendekati Audrey. Saat itu Daren izin pergi membeli minum dan ke toilet.


"Wow wow siapa ini. Nggak salah lihat kan gue, ini kan gadis cupu itu kan." Ucap wanita yang mendekati Audrey. Audrey yang melihat itu pun hanya diam saja dan mengacuhkan mereka.


" Iya nih, si cupu Audrey!. Wah sekarang sudah cantik saja. Jadi ja**ng dimana nih. Kok bisa cantik begini." Ucap wanita satu lagi.

__ADS_1


Audrey yang mendengar dan melihat itu hanya memutar bola matanya malas. Dia malas menanggapi teman teman SMA Audrey. Mereka yang selalu membully Audrey di sekolahnya dulu.


Sampai dia dulu pernah nggak pergi kesekolah gara gara di kunci di toilet sekolah dan di siram air dingin. Ingatan Audrey yang di tangkap Cassandra tentang mereka.


Mereka adalah geng anak anak para pengusaha. Nama geng mereka adalah flower terdiri dari. Mawar, Lily, dan Rosela.


Audrey yang malas meladeni mereka pun berinisiatif ingin menyusul Daren ke toilet. Tapi saat dia ingin pergi dari tempat itupun. Rosela yang ketua geng itupun langsung mencegah Audrey untuk pergi.


"Hey... Mau kemana kau ja**ng." Cegah Rosela yang marah karena di cuekin oleh Audrey.


"Apa urusanmu, mau kemana pun itu urusan ku bukan urusan mu. Minggir aku mau lewat ." Balas Audrey tak kalah sengit. Dan mendorong Rosela agar menyingkir dari hadapan Audrey.


"Dasar ja**ng tetap ja**ng. Pasti lagi cari mangsa kakek kakek tajir. Ha ha ha." Ucap Mawar mengejek Audrey.


Audrey yang ingin sekali meninju Mawar karena ucapan Mawar yang keterlaluan tidak jadi. Karena Daren sudah ada di depan Audrey.


Daren yang tadi tidak sengaja mendengar mereka bicara pun marah saat Audrey di katai mereka ja**ng.


"Sayang ada apa ini." Ucap Daren dan langsung merangkul pinggang Audrey.


Audrey yang mengerti akan sandiwara Daren pun, ikut Daren dalam sandiwaranya.


"Tidak ada apa apa sayang. Mereka hanya menyapa ku saja, karena kita sudah lama tidak bertemu." Balas Audrey yang manja ke Daren.


Dalam hati Daren sebenarnya senang sekali karena Audrey bersikap manja padanya. Dia ingin sekali Audrey seperti ini tidak hanya di depan mereka yang mengganggu Audrey.


"Oh ya udah ayo kita naik biang lala. Ini minuman yang kamu pesan tadi sayang." Ucap Daren yang mengajak Audrey dan memberikan minuman untuk aurat.


"Ayo sayang." Balas Audrey mesra. Dan menerima minuman yang di berikan Daren untuknya.


Rosella, Mawar dan Lily pun kaget, karena pria yang ada di hadapannya adalah Daren Jonathan Alvaro. CEO dari JA grup, perusahaan nomor 2 di Dunia setelah WA grup.


Mereka seakan bermimpi bisa melihat Daren di depan mata mereka. Dan apa yang mereka lihat dan dengar saat ini, Daren memanggil Audrey sayang! mana mungkin.


Pasti Audrey hanya di jadikan ja**ngnya saja. Karena Daren terkenal sekali dengan plaboy nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2