Cinta Mafia Konyol (Time Travel)

Cinta Mafia Konyol (Time Travel)
Cantiknya Manuel


__ADS_3

"Drey jangan aku lah, kanapa harus aku yang harus jadi mahkluk jadi jadian seperti itu Drey. Please Drey." Mohon Manuel pada Audrey.


"Nggak ada bantahan." Tolak Audrey datar.


Jika dulu Cass sudah mode datar, pasti para punggawanya akan diam dan patuh padanya. Tidak berbeda untuk yang sekarang. Audrey yang notabene nya adalah Cassandra, sama seramnya jika dalam mode seperti Cassandra dulu.


"Ya ya baiklah ok. Aku akan dandan cantik untuk memikat monster itu. Biarlah Mbok anakmu yang tampan ini jadi kambing percobaan mereka, aku ihklas kok." Akhirnya Manuel setuju walau di selingi draMal (Drama Manuel).


"Cass apa dia bisa di andalkan dalam misi ini." Tanya Riska pada Audrey dan menunjuk Kenan yang ada di depannya. "Aku tidak ingin dia mengacaukan misi kita." Lanjutnya lagi.


Ya Riska yang sudah tau Audrey adalah Cass mereka pun tidak sengaja memanggil nama Cass di hadapan Daren dan Kenan. Audrey yang mendengar itupun mendelikkan matanya ke arah Riska.


Jangan sampai Daren dan Kenan curiga padanya. Jika yang sebenarnya di dalam tubuh Audrey ada jiwa yang lain, yang menempati raga Audrey.


"Eh maaf, aduh ni mulut kok nggak bisa di kontrol ya." Omel Riska pada dirinya sendiri. Daren yang mendengar pun tidak masalah toh itukan juga namanya Audrey. Jadi dia tidak ada curiga sama sekali.


"Kenapa minta maaf, itukan juga nama istri saya juga Cass Cassandra kan." Tanya Daren pada Riska.


"Eh iya ya. Jadi mulai sekarang saya panggil istri Anda Cass boleh kan." Pinta Riska.


"Itu terserah istri saya mau di panggil apa kan terserah dia yang punya nama. Ya kan Sayang." Balas Daren dan bertanya pada Audrey. Audrey yang mendadak mendapat pertanyaan pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


Tidak mau membahas nama Audrey pun hanya mengabaikannya. Dan melanjutkan pembahasan yang akan di lakukan.


"Jangan khawatirkan tentang Kenan. Walaupun bentukannya seperti itu tapi dia juga bisa di andalkan kalau hanya menjadi pelanyanmu saja. Ha hahah" jawab Audrey yang meledek Kenan.

__ADS_1


"Pelayan pala lo peyang Drey." Geram Kenan pada Audrey dan langsung mendapatkan plototan tajam dari Daren. "Ampun ada Singa marah. Kabuur" Lanjutnya lagi dan lari mebghindar dari lemparan buah lagi dari Daren.


Mereka yang ada di sana pun sontak tertawa melihat tingkah Trio somplak.


Tak berselang lama mereka kembali ke pembahasan awal. Arman yang telah melihat peta seluruh bangunan yang di jadikan markas penyekapan.


Dia mempelajari tentang seluk beluk bangunan itu dan mereka juga harus waspada terhadap Erika. Mereka harus hati-hati agar tidak ketahuan Erika saat menembus CCTV bangunan itu.


Karena Erika juga sudah memasang perlindungan di gedung itu. Dengan jebakan-jebakan yang sudah di pasang di seluruh gedung.


Kenan, Riska dan Angela harus berhati-hati di saat berada di dalam gedung. Karena perangkap disana sangat canggih. Dan ini adalah tugas Riko yang sebagai haker profesional di bawah Audrey, dia pasti bisa menaklukkan perangkap itu.


Disini Audrey hanya sebagai pemantau, jika di butuhkan dia akan segera turun tangan.


Meting mereka sudah selesai saatnya membawa Manuel ke salon kecantikan dadakan. Kenapa di bilang dadakan karena salon kecantikan yang di punggawai oleh Audrey, Riska dan Angela.


Saat ini mereka sudah berada di salah satu kamar yang telah di rubah menjadi salon kecantikan dadakan. Tapi ketika melihat isi di dalam kamar itu, seperti ruangan yang memang khusus untuk salon kecantikan. Bukan hanya dadakan, karena perlengkapannya sudah lengkap bukan kaleng-kaleng.


Daren memang orang yang perfect, Audrey minta apa langsung saja dia turuti. Apalagi ini hanya salon-salonan di Vila mereka. Audrey minta gunung pun akan di turuti oleh Daren.


Saat ini tiga Srikandi telah beraksi, mereka bertiga sibuk mendandani Manuel secantik mungkin. Manuel yang di dandani tiga Srikandi itu pun hanya bisa pasrah dan menerima apa yang mereka lakukan.


Sedangkan para pria, mereka sedang mempersiapkan senjata apa saja yang akan di gunakan dalam penyerangan dan penyelamatan sandera.


Semua telah memilih senjata apa saja yang akan di bawa. Kini mereka menuju ke tempat salon dadakan di Vila Daren. Saat mereka membuka pintu salon itu, bersamaan Manuel telah selesai dan memakai dress se*i memperlihatkan kaki jenjang Manuel dan badan atletis tapi se*i.

__ADS_1


Daren, Riko, Arman dan Kenan yang melihat perubahan Manuel yang fantastis sampai di buat melongo tak percaya akan keahlian tersembunyi tiga Srikandi itu.


"Wow wow apa ini. Siapa dia Drey cantik sekali. Ha haha." Ledek Kenan yang sudah tersadar dari keterpesonaannya.


"Hisss dasar mulut lemes. Gue baru sadar kalau Tuan Kenan asisten terbaiknya Daren yang terkenal dingin dan kejam seperti Tuannya ternyata seorang yang lemes juga ya tu mulut. Ha ha ha" skak Manuel yang geram akan tingkah laku Kenan.


"Huh dasar ba**i lo." Umpat Kenan pada Manuel.


"Hah apa lo kadal, beraninya lo ya." Balas Manuel tak terima dan membuat Audrey naik pitam pada kedua orang yang saling mengejek di hadapannya.


"Sekali lagi mulut kalian mengeluarkan kata-kata, gue robek tu mulut." Marah Audrey dan membuat Kenan dan Manuel diam seribu bahasa.


Daren yang melihat itu pun hanya bisa geleng-geleng kepala saja, melihat tingkah Kenan dan Manuel sama saja. Sama-sama somplak dan melihat istrinya jika marah sangat menakutkan dia pun bergidik ngeri.


"Sudah El kamu diam saja nanti rusak tuh riasan yang sudah susah payah kami buat berjam-jam." Omel Riska.


"Ya benar apa kata Riska, tangan gue udah pegel gara-gara bikin rambut palsu itu jadi cantik paripurna kayak ibu-ibu pejabat traveling. Hahaha" sambung Angela dengan tawanya yang menggema.


"His kalian tu ya kayak mak-mak komplek yang lagi ngerumpi tauk. Berisik" ketus Manuel.


"Ya bener kata lo El." Sambungan Kenan.


"Cie balikan yang tadi berantem sekarang udah damai nih. Sudah tadi marahan nya hahahah." Ledek Riska pada Manuel dan Kenan.


"An**r lo ban*ke." Umpat Kenan dan Manuel bersamaan dan membuat mereka semua ketawa bersama-sama.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2