Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 99 . Bayi Sultan


__ADS_3

Hari demi hari berlalu . Cinta sangat menikmati masa masa kehamilannya yang kini sudah memasuki usia 4 bulan .


Bagaimana dengan Jackson , dialah yang paling menikmati masa masa kehamilan Cinta .


Sejak mereka resmi pacaran , Cinta termasuk wanita yang jarang bersikap manja , Ia lebih senang mengerjakan semuanya sendiri . Tapi sejak hamil , Ia berubah 180 °  .


Cinta menjadi lebih manja . Dan yang paling disukai Jackson , Cinta lebih agresif selama kehamilannya .


Tak jarang Cinta meminta Jackson untuk pulang lebih awal dengan alasan sang bayi merindukan untuk dijenguk ayahnya  .


Hari ini akan diadakan acara syukuran 4 bulanan kehamilan satu satunya menantu di keluarga Haryono .


Acaranya diadakan di kediaman keluarga Haryono . Rumah itu di sulap penuh dengan dekorasi berwarna pink dan silver , sesuai permintaan yang punya hajat .


" Geby ... kamu udah pastiin kan semua klien kita sudah diundang ? " tanya Cinta.


" Sudah Bu . Semuanya aman terkendali . "


" Geby ... Ayah dan Bundaku gimana , Jam berapa mereka tiba di Jakarta ? "


Geby membuka tablet yang selalu Ia bawa . " Penerbangan mereka pukul 10 pagi dan yang menjemput di Bandara adalah aku . ALAMAAAKKKK  " Pekik Geby dengan raut wajah panik .


Keduanya bersamaan melihat jam di pergelangan tangan mereka yang menunjukkan jika saat ini sudah pukul 10.15 .


Cinta mengalihkan pandangannya pada Geby .


" Geb..... aku gak mau mereka menunggu . "


" Iya Bu iya... maap maap banget . Aku pergi sekarang . "


Geby lalu berlari dengan gaya centilnya membuat Cinta tertawa melihat tingkah asistennya itu .



30 menit kemudian , Jackson sudah berada di butik istrinya . Hari ini juga mereka memiliki janji dengan dokter kandungan .



" Sayang kita langsung jalan aja yuk . " ucap


Cinta lalu memeluk lengan Jackson .



Keduanya menuju rumah sakit dengan Adit yang mengemudikan mobil .



" Dit , rumah sakit sudah siap kan ? " tanya Jackson .



" Iya . Semuanya aman . "


Tak perlu bertanya lagi karena Cinta sudah mengerti maksud pembicaraan keduanya .



Benar saja , ketika mereka sampai di rumah sakit kepala rumah sakit dan beberapa dokter sudah menunggu untuk menyambut kedatangan mereka . Sama persis seperti bulan bulan sebelumnya .



Mereka lalu diantarkan langsung menuju ruang untuk pemeriksaan kandungan tanpa harus mendaftar atau antri lagi . Dan itu sukses membuat Cinta merasa tak enak dengan Ibu ibu hamil lainnya yang sedang menunggu antrian mereka .



" Bulan depan gak perlu seperti ini lagi Dok .... aku gak masalah kalau harus menunggu seperti ibu ibu yang lainnya . " Ucap Cinta pada kepala rumah sakit .



" Tapi aku yang masalah sayang , aku gak punya banyak waktu kalau harus berlama lama menunggu . Kasian juga babynya kalau harus mengantri terlalu lama . " Tegas Jackson tidak setuju .

__ADS_1



Cinta mendengus , "  Memangnya bayi yang masih dalam kandungan tahu apa itu mengantri . " batin Cinta .



" Kenapa tidak sekalian saja kamu buat ruang periksa khusus saja . " Ucap Cinta menyindir Jackson .



Namun Jackson menanggapinya serius . Ia menganggap hal itu sebagai permintaan istrinya.



" Oke , Dit tolong kamu urus yah yang diminta Cinta. "



Cinta hanya bisa membulatkan matanya , tak percaya suaminya seserius itu .



Kepala rumah sakit hanya tersenyum saja melihat perdebatan suami istri itu  .



Ia meninggalkan Jackson dan segera berbaring di ranjang yang sudah disiapkan untuk pemeriksaan USG .



Dokter mulai memeriksa ,


" Bayinya sehat . Pertumbuhannya juga bagus . " ucap Dokter membuat Cinta merasa lega .



Tak lama terdengar bunyi " Deg...deg..deg..deg...deg.. " yang berirama stabil .




Sudah dua bulan terakhir dokter selalu memperdengarkan detak jantung bayi mereka selama di kandungan , dan selama itu pula Cinta tak kuasa menahan air matanya .



Entah bagaimana Ia harus mengucap syukur pada yang maha kuasa telah diberikan kepercayaan untuk mengandung , menjaga titipannya hingga bisa lahir dan melihat dunia .



Setelah dari rumah sakit Cinta dan Jackson pulang menuju kediaman keluarga Haryono .


Sesuai dugaan Cinta , rumah itu kini sudah penuh dengan dekorasi yang meriah dan tentu saja sangat mewah .


" Sayang gimana kata dokter ? " tanya Mami Lastri .


" Alhamdulillah , semua baik Mi . " Jawab Cinta .


Mereka kini sedang bercengkrama di halaman belakang rumah sambil menunggu kedatangan Ayah dan Bunda .


Tak lama terdengar suara Geby yang melengking menyapa beberapa pekerja , disusul dengan Ayah Bunda yang baru saja tiba .


Cinta segera berhambur memeluk kedua orang tuanya .


" Ayah , Bunda ... Cinta kangen . " 


Ayah dan Bunda membalas pelukan putri mereka , " kami juga sangat merindukan mu Nduk . "


" Mbak dan Mas mu titip salam , mereka ndak bisa hadir karena Lila sakit . " ucap Bunda .


Cinta mengangguk .

__ADS_1


Jackson juga segera memberi salam dan pelukan pada kedua mertuanya .


Obrolan tak putus putus diantara mereka . Jackson sering kali menjadi bahan candaan oleh Papi Haryono membuat yang lain ikut tertawa karena perdebatan ayah dan anak .


Hingga Geby mengajak Cinta bersiap karena MUA sudah datang untuk merias ibu hamil yang akan menjadi sorotan acara hari ini .


Di kamar Jackson yang sangat luas , Geby terlihat mondar mandir berlenggak lenggok membawa beberapa baju yang akan di pakai oleh bosnya .


" Bu ... mau pakai yang mana ? Ini atau ini ? " tanyanya dengan menaik turunkan tangannya bergantian .


Cinta mengedikkan bahunya , " Entah ? Dua duanya bagus , pilihkanlah untukku . Serasikan dengan baju yang akan dipakai suamiku . "


Geby mengangguk paham . Ia kembali ke walking closet cukup lama kemudian keluar dengan sebuah dress panjang berwarna coklat susu dan Kemeja berwarna senada .


Sore hari satu persatu tamu undangan berdatangan . Mobil mobil mewah memenuhi parkiran kediaman keluarga Haryono hingga luar ke pinggiran jalan .


Acaranya dimulai dengan doa bersama oleh 200 anak anak yatim piatu . Kemudian dilanjutkan dengan ucapan terimakasih dari Papi Haryono dan Jackson . Lalu pemberian bantuan kepada beberapa panti asuhan secara simbolis .  Ditutup dengan menyantap hidangan yang telah disediakan .


Begitu banyak tamu yang hadir dari berbagai kalangan . Keluarga besar Papi Haryono dan Mami Lastri, pengusaha , para pejabat , politisi , klien butik Cinta , juga rekan Jackson dan Cinta . Semuanya berbaur ikut mendoakan kehamilan pertama menantu keluarga Haryono .


Senyum tak pernah hilang dari wajah cantik Cinta menyambut dan berterimakasih kepada para tamu .


Geby dengan setia selalu berada di sisi Cinta , takut jika bosnya itu memerlukan sesuatu .


Saat Jackson sedang menyapa teman temannya bersama Adit , Cinta juga menyapa kedua sahabatnya Sofi dan Rere yang kini duduk satu meja bersama rekan rekan Cinta dulu di Bank .


Cukup lama mereka mengobrol , mengingat ingat kejadian kejadian lucu saat masih bekerja di tempat yang sama . Hingga Jackson mengajak istrinya untuk menemui salah satu rekan bisnisnya .


Banyak tamu yang kagum dengan kemewahan pesta sore ini . Banyak yang memuji kecantikan dan ketampanan Cinta dan Jackson .


Banyak bisik bisik para tamu yang sempat didengar oleh Cinta membuatnya geleng geleng kepala. Seperti :


" Sungguh beruntung yang menjadi menantu keluarga ini . "


" Orang kaya pestanya memang beda . "


" Ku dengar , suaminya bucin banget . "


" Pastilah bucin , istrinya sangat cantik dan ramah . " 


Dan masih banyak yang lain lagi . Namun yang paling Cinta ingat salah satu tamu ada yang berkata :


" Belum lahir saja , bayi itu sudah dibuatkan pesta semewah ini . Bagaimana jika bayi itu sudah lahir . Fix bakalan jadi Bayi Sultan . "


Mendengar itu Cinta hanya bisa menghela napasnya .


Bagi orang yang berasal dari keluarga sederhana seperti Cinta , pesta seperti ini memang bisa di bilang berlebihan  bahkan sangat mewah  .


Tapi mau bagaimana lagi , bayi yang kini masih berada dalam kandungannya memang adalah cucu pertama yang sangat dinantikan di keluarga ini .


" Bayi Sultan .... bahkan sebelum kamu lahir mereka sudah memberi julukan untukmu Nak.  " Gumam Cinta lirih sambil mengusap lembut perutnya .


.


.


.


.


.


" Hamil adalah kebahagiaan, melahirkan adalah kebahagiaan, melihat anak-anak tumbuh adalah kebahagiaan. Maka berbahagialah setiap saat. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2