Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 87. Back to Bali ( Part 1 )


__ADS_3

Pesta resepsi pernikahan Jackson dan Cinta yang kedua digelar di hotel milik Haryono Grup yang ada di Malang .


Syukurlah acaranya berlangsung lancar , tidak ada hambatan dan disini Jackson merasa sangat senang karena acara bisa berakhir tepat waktu .


Ini adalah malam kedua mereka di Malang dengan status suami istri . Dan di sinilah mereka saat ini , berada di salah satu presidental suite room setelah pesta resepsi berakhir .


" Sayang , malam ini kita tidur lebih cepat yah . Besok pagi kita sudah harus berangkat lagi . " Ucap Jackson saat mereka sudah selesai membersihkan diri dan bersiap tidur .


" Berangkat ? Memangnya mau kemana ? Bukannya tiket honeymoon yang ke Paris itu 2  hari lagi yah ? "


" Aku ingin mengajakmu ke Bali . Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu . "


" Apa itu  ? " tanya Cinta penasaran .


" Rahasia dong . Besok saja . Malam ini tidurlah , kita perlu banyak istirahat untuk kegiatan kita besok . "


" Ahh.. kamu memang paling suka membuatku penasaran . " Ucap Cinta sebelum berhambur ke dalam pelukan suaminya dan tak butuh waktu lama keduanya sudah terlelap .



Pagi pagi sekali , Jackson yang bangun lebih dulu sengaja tidak membangunkan istrinya . Ia memilih untuk merapikan barang barang yang akan mereka bawa untuk rencana honey moon  ke Bali dan Paris .



Setelah itu Ia lalu bersiap siap lebih dulu dan memesan sarapan untuk mereka berdua  .



Cinta yang merasa jika Jackson tidak berada disisinya segera membuka matanya yang terpejam .



Ia melihat ke sekeliling kamar hotel , dilihatnya beberapa koper sudah berbaris dengan rapi . Ia memeriksa jam di ponselnya dan ternyata sudah pukul 7 pagi .



Tak lama pintu kamar mandi terbuka lalu nampaklah sosok pria yang Ia cari .



" Sayang , kenapa kamu tidak membangunkanku ? " 



" Aku tak ingin mengganggu tidurmu . " Ucap Jackson sambil memberikan kecupan di kening sang istri .



Tanpa rasa canggung , Jackson segera mengenakan pakaiannya di hadapan Cinta .



" Berhenti menatapku seperti itu sayang ... sebaiknya kamu segera mandi atau kita bisa saja ketinggalan pesawat karena aku tak bisa menahan diri . " Pinta Jackson .



Cinta tertawa lalu segera melakukan perintah sang suami .



Cukup lama Cinta di kamar mandi , saat Ia selesai Ia melihat di meja sudah tertata rapi beberapa hidangan untuk sarapan .



" Wahh sepertinya kamu sudah menyiapkan sarapan ? "



" Bukan aku sayang , aku hanya memesannya saja . "



" Kamu memang suami terbaik . " ucap Cinta lalu memberikan ciuman di bibir Jackson .



Setelah bersiap dan sarapan bersama kini keduanya segera berangkat ke Bali setelah berpamitan dengan semua keluarga yang ada di Malang .


__ADS_1


Tak terasa pesawat yang pasutri baru ini tumpangi telah mendarat di bandara Ngurah Rai Bali .


Salah satu karyawan Jackson sudah menunggu sejak tadi untuk menjemput mereka .


" Pagi Pak Jackson ... " Sapanya ramah .


" Ini kunci mobilnya Pak , dan juga yang Bapak minta semuanya sudah di siapkan . " Lanjutnya .


" Oke . Terimakasih yah . Kamu bisa lanjutkan lagi pekerjaanmu . "


Setelah karyawan Jackson pergi , Ia lalu mengajak Cinta untuk bergegas pergi .


" Ayo sayang .... "


" Kita mau kemana ? " tanya Cinta


" Pulang ke rumah . "


Cinta hanya menghela napas lalu mengikuti langkah suaminya .


Mereka menempuh beberapa menit untuk tiba di sebuah rumah yang sangat indah . Penuh dengan rumput dan tanaman hijau .



" Oke... akhirnya kita sampai , ayo turun dulu sayang . "


" Memangnya ini rumah siapa ? " tanya Cinta masih penasaran .


" Ini rumahku dulu saat tinggal di Bali . Tapi karena sekarang kita sudah menikah , jadi rumah ini adalah rumah kita . "


Jackson segera turun dan membukakan pintu untuk istrinya .


Cinta hanya bisa mengikuti langkah Jackson karena pria itu terus saja merangkul pundaknya .


" Pagi Den .... " sapa seorang wanita paruh baya .


" Pagi Mbok . Perkenalkan ini istri saya , namanya Cinta . "


" Wah , Den Jackson ternyata sudah menikah . Syukurlah kalau begitu . " Ucap si Mbok ikut bahagia


" Perkenalkan Non , saya Mbok Rumi . Saya yang bantu bantu jagain dan beresin rumah ini . "


" Loh den , kopernya gak di turunin ? " tanya si Mbok .


" Gak perlu Mbok , kami gak nginap di sini kok . Cuma mampir aja mau lihat rumah . "


Cinta yang sedang sibuk memperhatikan seisi rumah itu segera berbalik menatap sang suami .


" Loh .... kita tidak bermalam disini ? "


" Tidak , masih ada kejutan lain untukmu . "


Cinta hanya bisa tersenyum . Rumah ini saja sudah menjadi kejutan untuknya , apalagi karena Cinta memang lupa jika Jackson dulunya tinggal di Bali .


Ditambah dengan banyaknya foto foto mereka berdua di rumah ini . Sepertinya Jackson sudah menyiapkan semuanya sebelum mereka datang .


" Ayo istirahat sebentar sebelum kita makan siang . " Ajak Jackson .


Jackson lalu menuntun Cinta menuju kamar utama .


Cinta terkesima melihat kamar ini yang di luarnya langsung mengarah ke kolam renang.



" Wah indah sekali . " Gumamnya .


Jackson memeluk sang istri dari belakang . Ia sungguh tak bisa lagi menahan hasratnya .


" Sayang , apa kamu suka rumahnya ? "


" Suka . Dulu kamu tinggal disini sendiri ? " tanya Cinta .


Jackson mengangguk . " Tapi sesekali Adit dan Ray juga datang kemari . "


Jackson mulai melancarkan aksinya . Dengan perlahan Ia mulai menciumi tengkuk Cinta dengan kedua tangannya yang sudah bergerak lincah masuk ke dalam baju Cinta .


" Sayang , katamu tadi mau istirahat dulu . " Ucap Cinta sambil berusaha menahan desahannya .


" Iya , inilah istirahat bagiku sayang . Bercinta denganmu salah satu cara yang bisa buat aku lebih segar dan relax . "

__ADS_1


Cinta berbalik menghadap Jackson . Ia lalu mengecup bibir suaminya .


" Baiklah jika seperti itu . Ayo kita buat kamu lebih relax lagi . " ucapnya dengan nada menggoda .


Tak perlu menunggu lagi, Jackson segera menggendong Cinta dan merebahkannya di tempat tidur . Dan terjadilah pertempuran panas mereka yang pertama kali di rumah itu .



Keduanya kini masih saling berpelukan di bawah hangatnya selimut yang menutupi tubuh polos mereka .



" Makasih yah sayang . Kamu memang selalu hebat dalam hal apapun . " Ucap Jackson membuat Cinta merona malu .



" Apaan sih .... tapi sayang aku kok tiba tiba lapar yah . "



Jackson meraih ponselnya di atas nakas . Ia lalu menghubungi seseorang dan meminta untuk menyiapkan sesuatu .



" Bersiaplah , kita akan pergi makan siang . "



Kini Jackson mengajak Cinta untuk makan siang di restauran  miliknya .


Sepasang suami istri itu segera masuk saat di sambut ramah oleh beberapa pelayan .


Jackson tidak langsung mengajak Cinta untuk duduk di salah satu meja , melainkan Ia mengajak sang istri untuk masuk lebih dalam menuju sebuah pintu besar yang mengubungkan restauran dengan sebuah bangunan yang terlihat seperti kantor .


" Sebelum kita makan , aku ingin menunjukkan padamu perusahaan yang di Bali . "


Cinta mengangguk dan hanya mengikuti langkah suaminya .


Semua karyawan yang berpapasan dengan Jackson menyapa keduanya dengan hormat .


Mereka lalu masuk ke dalam lift dan menekan angka 5. Setelah tiba di lantai tujuan , keduanya lalu di sambut oleh beberapa orang yang kemudian di kenalkan Jackson sebagai manager di beberapa cabang restauran miliknya .


" Silahkan Pak , Bu , yang lainnya sudah siap di ruangan . "


Jackson tersenyum kemudian menggandeng sang istri untuk berjalan lebih dulu .


Jackson menunjukkan pada Cinta ruangan kerjanya , kemudian ruangan kerja Adit yang sekarang ditempati oleh Ray .


Lalu mereka memasuki sebuah ruang rapat yang di dalamnya sudah ada banyak orang yang menunggu .


Cinta sangat terkejut setelah mendapat fakta jika Jackson sengaja mengumpulkan karyawannya untuk memperkenalkan Cinta sebagai istrinya . Juga untuk memberitahu jika mulai sekarang perusahaan di Bali telah menjadi atas nama Cinta .


Cinta sungguh tak menyangka jika Jackson sudah mempersiapkan ini semua . Bahkan dirinya tidak mengetahui apapun .


Tapi apa yang bisa dilakukan Cinta , mengingat sifat pemaksa sang suami . Ia hanya bisa bersyukur memiliki suami yang sangat mencintainya .


.


.


.


.


.


 "Dalam perhitungan cinta, satu tambah satu sama dengan tak terhingga. Sedangkan dua kurang satu sama dengan nol."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2